Santa Claus is Coming…..

Santa

Halo apa kabar sobat muda Lentera, tetep ceria dan penuh berkat? Ya, sudah semestinya begitu! Tidak terasa, Kita sudah sampai di penghujung tahun 2017. Pasti sobat muda Lentera senang banget ya, karena sebentar lagi kita akan menyambut hari Natal. Sudah, siap-siap ya? Pakaian baru, sepatu baru, atau gandengan baru? Yang pasti kita harus mempersiapkan hati yang baru untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat Kita, Yesus Kristus. Kira-kira sobat muda lentera tau gak yang identik dengan hari natal itu apa aja sih. Ya, ada palungan Yesus, pohon natal, bintang-bintang, dan tentunya sosok Santa Claus yang datang untuk memberikan hadiah. Santa claus itu benar-benar ada atau hanya mitos ya?

Ini ada beberapa versi cerita tentang asal-usul Santa Claus (Sinterklas) dari beberapa negara. Menurut cerita orang Jerman dalam Kristen, pada cerita rakyat Jerman terdapat kisah tentang Dewa Odin (Wodan), yang setiap tahun, pada masa perayaan Yule, melakukan pesta perburuan yang dibimbing oleh dewa-dewa dan prajurit yang mati dalam dunianya. Anak-anak akan menaruh sepatunya, diisi oleh wortel, jerami atau gula, di dekat cerobong asap untuk kuda terbang Odin, Sleipnir, agar kuda itu memakannya. Odin lalu akan memberi hadiah anak-anak itu untuk kebaikannya dengan mengganti makanan Sleipnir dengan hadiah atau permen.

Praktik ini masih ada di Jerman, Belgia dan Belanda setelah adopsi kekristenan dan kemudian digabungkan dengan perayaan Santo Nikolas. Anak-anak masih menaruh jerami mengisi sepatu di cerobong asap setiap malam musim dingin, dan Santo Nikolas memberi mereka hadiah permen dan hadiah-hadiah. Kemunculan Odin cukup mirip dengan Santo Nikolas, digambarkan sebagai orang tua yang misterius dengan janggut.

Di Belanda, Santo Nikolas lebih sering disebut “De Goede Sint”, dibantu oleh seorang budak, yang disebut Zwarte Piet (Piet Hitam). Beberapa kisah melukiskan Zwarte Piet memukul anak nakal dengan tongkat atau memasukan mereka ke dalam karung dan membawa mereka ke Spanyol. Beberapa berpendapat legenda Zwarte Piet menjadi rasis karena itu merujuk kalau Santo Nikolas menggunakan budak Afrika bekerja untuknya dalam hari sebelum pakjesavond (5 Desember — hari saat kado dibuka), meskipun “Zwarte Pieten tidak digambarkan sebagai budak sekarang. Zwarte Piet yang berterima kasih tidak tau harus kemana, dimana dia terpisah dari rekannya dan tidak ada pekerjaan untuk membantu dirinya, dan akhirnya Santo Nikolas menawarkannya pekerjaan.

Beberapa mengatakan kalau dia menulis daftar hal yang diingini oleh anak-anak, yang lain mengatakan kalau Zwarte Piet mengikuti jejak semua anak nakal untuk memasukannya kedalam karung dan membawanya ke Spanyol. Beberapa dasawarsa yang lalu, cerita ini telah diubah dan budak itu telah menjadi budak modern yang mempunyai muka hitam karena mereka memanjat cerobong asap dan menjadi hitam karena jelaga dari api.

Hadiah diberikan selama perayaan ini dan lebih sering diikuti oleh puisi. Lebih banyak hadiah serius mungkin disediakan untuk besok pagi. Karena memberi hadiah adalah pekerjaan Sinterklaas, hadiah tidak diberikan pada hari natal di Belanda, tetapi orang komersial mulai memanfaatkannya di pasar.

Terlepas dari mitos atau fakta kehadiran santa claus pada malam natal selalu memberi sesuatu yang baik kepada kita. Nah sekarang tinggal kita, apa yang kita persiapkan dan persembahkan untuk Yesus yang lahir di Betlehem. So, persiapkan Natalmu mulai sekarang ya guys..

Agustinus Danan

Related Posts

  • 67
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 65
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, di
  • 64
    ROH TUHAN GERAKKAN MISI Saudara-saudari terkasih, Tahun lalu, kita telah merenungkan dua aspek panggilan Kristiani: seruan “keluar dari diri kita sendiri” untuk mendengarkan panggilan Tuhan, dan pentingnya komunitas gerejawi sebagai tempat istimewa di mana panggilan Tuhan lahir, tumbuh dan berkembang. Sekarang, pada Hari Doa Panggilan Sedunia ke-54 ini, saya ingin merenungkan dimensi misioner panggilan Kristiani.…
    Tags: dan, yang, kita, untuk, dengan