Berdaya Ubah

berdaya ubah

Dalam suatu kesempatan berbagi pengalaman iman, ada seorang siswi SMA bertanya kepada penulis tentang Alkitab. Pertanyaan tersebut yaitu, mengapa di dalam Perjanjian Lama ada aturan yang menuliskan bahwa mata dibalas dengan mata, tangan dibalas dengan tangan, tetapi di dalam Perjanjian Baru aturan tersebut tidak ada? Dengan sedikit pengetahuan yang ada, penulis menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban bahwa Yesus memperbarui hukum dan aturan yang ada di Perjanjian Lama, dengan tujuan untuk memotong mata rantai hukum dunia yang keji dan tidak berperikemanusiaan digantikan dengan hukum kasih.

Entah jawaban tersebut sesuai dengan ajaran teologi atau tidak, yang pasti jawaban tersebut yang langsung terlintas dalam pikiran penulis pada saat itu. Namun, setelah direnungkan kembali mengenai pertanyaan dan jawaban tersebut, ternyata memang kehadiran Yesus mempunyai salah satu misi untuk mengabarkan Kerajaan Surga, di mana kasih, cinta, kedamaian, pengharapan ada di dalamnya. Kabar gembira yang diwartakan Yesus memang sedang diperjuangkan oleh kita murid-murid-Nya sampai sekarang ini. Yesus memberikan teladan bahwa aturan mata diganti mata harus digantikan dengan memberikan pipi kiri jika ditampar pipi kanan (bdk. Mat 5:38-39), juga harus mengampuni saudara kita sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali, yang berarti tanpa batas dan tidak terhingga (bdk. Mat 18:21-22).

Kalau kita melihat, mencermati media massa, kita melihat banyaknya kekerasan di dalam dunia ini. Muncul pertanyaan, apakah yang diperjuangkan oleh Yesus itu sia-sia? Tentu, tidak. Justru dengan munculnya kekerasan tersebut, semakin menyadarkan kita, orang Kristiani, bahwa bisa jadi peran orang Kristiani belum signifikan di didalam dunia ini. Sementara itu, ada seorang tokoh yang terinspirasi oleh ajaran Kristus, dan mempraktekkan ajaran tersebut sehingga perannya justru mempunyai daya ubah yang luarbiasa. Tokoh tersebut adalah Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan India dari penjajahan Inggris dengan berasaskan kedamaian.

BENTARA KASIH
Dalam Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (Rikas), Umat Allah Keuskupan Agung Semarang ingin mewujudkan peradaban kasih dengan menjadi bentara peradaban kasih. Bentara peradaban kasih itu sendiri mempunyai arti yaitu utusan yang membawa dan menyampaikan peradaban kasih. Allah adalah Kasih (1Yoh:16) kalau orang Katolik mau menjadi utusan yang membawa kasih, seyogianya orang Katolik harus mengenal Sang Mahakasih itu sendiri, yang adalah Allah Bapa. Bagaimana mengenal Sang Mahakasih? Lewat membaca Kitab Suci, terutama Injil karena kita akan mengenal Bapa, dalam pribadi Kristus.

Gerakan yang mulai digiatkan kembali oleh Keuskupan Agung Semarang yaitu, anak-anak calon sambut Komuni Pertama harus menyelesaikan membaca empat Injil, sedangkan orang yang akan menerima Sakramen Penguatan harus sudah membaca Perjanjian Baru. Hal tersebut disampaikan oleh Romo Sapta Margana dalam homilinya di hari Anak Misioner Sedunia pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Romo Sapta menambahkan bahwa yang penting adalah anak-anak membaca dahulu, dan memahami isinya itu membutuhkan proses.

Memang memahami kehendak Tuhan lewat membaca Injil bukan perkara yang mudah dan membutuhkan proses. Hal yang harus diupayakan adalah bagaimana terus menerus mencari kehendak Allah dengan memohon bantuan Roh Kudus untuk membimbing kita memahami kehendak Tuhan dan menanggapinya.

Widyanarko Yustinus

Related Posts

  • 87
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, di, dalam
  • 81
    Langkah 1: Mempersiapkan diri sebelumnya dan mengarahkan hati sewaktu mengikuti liturgi Untuk menghayati liturgi, kita harus sungguh mempersiapkan diri sebelum mengambil bagian di dalamnya. Contohnya ialah: membaca dan merenungkan bacaan Kitab Suci pada hari itu, hening di sepanjang jalan menuju ke gereja, datang lebih awal, berpuasa (1 jam sebelum menyambut Ekaristi dan terutama berpuasa sebelum…
    Tags: kita, yang, dan, di, dengan, dalam
  • 79
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita