Bentara kasih: Mengasihi dengan Kata dan Perbuatan

love

Bila saya bertanya pada Saudara, apakah Saudara telah menjadi orang yang penuh kasih?Apakah Saudara telah menjadi orang yang saling mengasihi?Apa jawaban Saudara? Mungkin banyak dari kita yang sudah merasa bahwa kita adalah orang yang penuh kasih.Kita sudah mengasihi orang tua kita, adik, kakak, pacar, sahabat-sahabat kita. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang tidak kita kenal, yang tidak pernah hadir dalam kehidupan kita? Apakah kita juga mengasihi mereka? Itulah buktinya bahwa banyak dari kita tidak mengerti dengan benar apa arti mengasihi.

Kata “mengasihi” mungkin bukan kata yang asing di telinga kita. Dari sejak kita taman kanak-kanak kita diminta untuk saling mengasihi, begitu terus hingga kita dewasa. Bertahun-tahun bahkan belasan hingga puluhan tahun kita senantiasa diajar tentang bagaimana kita harus saling mengasihi dengan yang lain. Masuk sekolah dasar, sekolah minggu, kita diajarkan untuk saling mengasihi, begitu terus hingga kita dewasa.Tapi sudahkah kita memahami apa arti mengasihi dengan benar? Jauh lebih mudah untuk mengajarkan perkalian dan pembagian kepada seorang anak daripada mengajarkan bagaimana kita seharusnya mengasihi. Mengapa demikian? Karena memang sesungguhnya mengasihi tidak semudah mengalikan atau membagikan angka-angka. Mengasihi bukan sesuatu yang dapat dimengerti tidak hanya membutuhkan logika namun terutama membutuhkan hati.

Dalam Kitab Perjanjian Lama kasih dikenal dengan kata “ahev” yang sebenarnya artinya sangat luas, menyangkut yang Insani dan Ilahi, sebagai ungkapan yang paling dalam dari seorang pribadi sekaligus menyatakan hubungan yang akrab dan dekat. Pada dasarnya kasih adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang mendatangkan kegembiraan dan bukan hanya sekedar perasaan sayang.

Kasih bukan cinta, loh! Mengasihi tidak sama dengan mencintai. Kadang manusia hanya bisa mencintai dan tanpa mengasihi. Cinta datang dari manusia dan hanya ada pada manusia. Oleh karena itu cinta terbatas. Cinta dibatasi oleh indera manusia, oleh mata kita. Seseorang dapat mencintai bila ia melihat seorang yang mampu menarik perhatiannya dan berkenan kepada pengelihatannya. Sedangkan kasih datang dari Allah, Allah yang tidak terbatas, Allah yang tidak dibatasi, dan Allah yang mengasihi tanpa batas. Kita tidak akan pernah bisa mengasihi tanpa Allah di dalam kita karena kasih adalah sifat dasar Allah dan bukan kita.

Bukan mengasihi namanya bila digunakan untuk mengumbar nafsu atau untuk memperoleh keuntungan lebih atau untuk mendapatkan eksistensi dari komunitas. Kasih itu bukan hanya sekedar kata, tetapi tindakan nyata. Kasih bukan hanya memberi, tetapi memberi yang terbaik. Bagi kita mengasihi bukan hanya tugas dan tanggung jawab atau panggilan, Namun sebagai suatu ciri khas sebagai anak-anak Allah. Seseorang lahir dari Allah seharusnya mampu menjadi bentara kasih, yaitu pembawa kasih, pelaku kasih yang mewujudkan kasih di dalam kehidupan bersama.
Semoga kita semua dimampukan Allah untuk menjadi bentara kasih dimanapun kita berada, sehingga Allah senantiasa hadir dalam setiap langkah hidup kita. Amin, BerkahDalem.

Yohanes Krisna

Related Posts

  • 79
    SURAT GEMBALA PRAPASKA 2017 KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG "Kasih Setia Allah Meneguhkan Kita Menjadi Pelopor Peradaban Kasih " Saudari-saudaraku yang terkasih, Di tengah-tengah situasi sosial politik kemasyarakatan yang mewarnai penyelenggaraan Pilkada Serentak di beberapa daerah, dan dalam upaya mengamalkan Pancasila dalam masyarakat yang berbhineka, kita memasuki masa Prapaskah. Selama masa Prapaskah, kita ingin meneguhkan hidup beriman…
    Tags: yang, dan, kita, kasih, allah, tidak
  • 75
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 73
    Hai, para pemerhati Lentera. Hari-hari kita sudah makin dekat hari Rabu Abu. Itu pulalah masa awal PRAPASKAH. Oleh karenanya dua hal pasti dapat dikatakan mengenai hal ini: Menyiapkan perayaan Paskah dan (sekaligus sebagai konsekuensinya) membina semangat tobat. Untuk tahun 2018 ini seruan yang dihadapakan kepada kita adalah: “Bertobat, Tidak Hanya dalam Kata-Kata tetapi Juga dengan…
    Tags: yang, dan, allah, kita, dengan