Surat Gembala Uskup Agung Semarang: Perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke 73

sghutri73

“Mensyukuri Karya Penyelamatan Tuhan dan Buah-buah Kerja sebagai Prestasi Bangsa”

.Dibacakan/diterangkan pada
Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga; Sabtu-Minggu, 11 – 12 Agustus 2018

.

Saudari-Saudara, umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih.

Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Kita diajak bersyukur atas karunia keselamatan yang kita terima dan yang sudah lebih dahulu dialami serta disyukuri oleh Bunda Maria, Bunda kita. Ungkapan syukur itu dinyatakan dalam pujian yang dibuka dengan kalimat “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru
Selamatku” (Luk 1:46-47).

Dengan penuh sukacita Bunda Maria mengidungkan “Magnificat”, yaitu pujian bagi Tuhan yang menyelamatkan. Allah telah membuat hidup manusia menjadi berarti. Iamenjadikan bermakna penderitaan yang dialami oleh manusia. Ia tidak segansegan mengangkat harkat dan martabat manusia. Tuhan sungguh menyayangi orang-orang kecil dan membuat mereka menjadi besar di mata orang lain.

Allah memberkati Bunda Maria secara luar biasa karena dia telah “percaya bahwa firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana” (Luk 1:45). Kepercayaan itu pula yang menjadi dasar dan kekuatan ketika di kemudian waktu Bunda Maria harus menghadapi dan mengalami banyak apa cobaan dalam perjalanannya sebagai Ibu Tuhan. Ia harus melahirkan anaknya di sebuah kandang hewan di Betlehem karena tidak ada tempat bagi mereka; bersama Yusuf, suaminya, ia harus melarikan kanak Yesus ke Mesir; dan sebagai puncaknya, ia harus menyaksikan kematian Anak tunggalnya di kayu salib akibat keputusan “pengadilan” yang tidak adil. Selama mengalami pencobaan-pencobaan itu, Bunda Maria tetap setia dan percaya. Kita bersyukur karena rahmat yang diberikan kepada Bunda Maria, juga dilimpahkan kepada kita, anak-anaknya.

Rahmat itu kian melimpah ketika kita juga didapati-Nya setia dan percaya. Karya rahmat itu tetap berlangsung hingga hari ini, sebab Bunda Maria mengatakan bahwa “rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia” (Luk 1:50).

.

Saudari-Saudara, putra-putri Kristus yang terkasih,

Pada kesempatan yang istimewa ini, kita berdoa bagi para pahlawan bangsa yang telah gugur guna memperjuangkan dan membela kemerdekaan Indonesia. Semoga mereka dianugerahi kemerdekaan sejati di surga. Kita juga pantas bersyukur atas karya Allah bagi bangsa kita, Bangsa Indonesia, yang terus dilimpahi berkat hingga usia kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Pemerintah Indonesia mengajak kita, warganya, mensyukuri buah-buah kerja kita sebagai prestasi bangsa. Dengan tema perayaan HUT Kemerdekaan ke-73 “Kerja kita: Prestasi bangsa”, mau dinyatakan bahwa kemajuan pembangunan bangsa ini bukan semata-mata hasil usaha pemerintah sendiri, tetapi karya seluruh anak bangsa. Keberhasilan pembangunan ini adalah buah kerja keras kita sebagai bangsa, dan karena itu pantas disebut prestasi bangsa.

Dalam pengakuan bahwa keberhasilan pembangunan ini adalah buah kerja seluruh komponen bangsa tersirat suatu ajakan untuk terus bekerjasama demi Indonesia yang lebih baik dan maju. Caranya adalah dengan menciptakan suasana hidup bersama sebagai bangsa yang didasari oleh persaudaraan sejati. Kita terus menghidupi dan mengembangkan semangat “bhinneka tunggal ika”, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Perayaan akan kemajemukan ini kita alaskan pada fondasi hidup Bangsa, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kesatuan yang didasarkan pada empat konsensus kebangsan para bapa pendiri bangsa (the founding fathers) akan menjadi kesaksian nyata bagi bangsa-bangsa lain, khususnya bagi negaranegara di daratan Asia yang akan menyelenggarakan kegiatan bersama empat tahunan dalam “Asian Games Jakarta Palembang 2018” yang mengambil tema “Energy of Asia”. Energi atau daya dari persaudaraan sejati yang dihayati bangsa Indonesia akan menjadi kekuatan pemersatu bagi Asia untuk perdamaian dunia.

.

Saudari-Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,

Saya tidak mungkin mengakhiri surat gembala ini tanpa menyinggung tentang pesta demokrasi, yang ditandai dengan penyelenggaraan Pilkada Serentak di tahun 2018 yang sudah kita lalui bersama dengan baik, serta Pemilu Presiden dan Legislatif di tahun 2019 mendatang. Kesempatan tersebut hendaknya kita jadikan momentum/kesempatan pendewasaan dan pemantapan hidup berdemokrasi di negara kita ini.

Semua umat Katolik yang sudah mempunyai hak pilih hendaknya menggunakan haknya sebagai perwujudan iman dan tanggungjawab sebagai warga negara. Karena itu, hendaknya semua secara cermat mengikuti tahapan-tahapan Pemilu dan memastikan bahwa dirinya terdaftar sebagai pemilih. Bagi Saudari-saudara yang karena kompetensinya terpanggil untuk menjadi calon legislatif hendaknya menjalani tahapan kontestasi secara baik dan benar dengan memperhatikan berbagai ketentuan yang disyaratkan. Untuk menyambut Pilpres dan Pileg 2019 masih akan disampaikan Surat Gembala khusus pada saatnya.

.

Saudari-saudara yang terkasih dalam Kristus,

Marilah kita menyambut peristiwa kebangsaan ini dengan penuh rasa syukur bersama warga masyarakat di tempat kita masingmasing. Jadikanlah kesempatan ini untuk semakin mewujudkan srawung demi hidup bersama yang lebih bersaudara dalam kebhinneka-tunggal-ikaan. Hal tersebut telah dinyatakan dalam Ardas yang memuat cita-cita Gereja KAS untuk semakin inklusif (terbuka, merangkul), serta cita-cita RIKAS dalam upaya mewujudkan peradaban kasih di Indonesia.

Berkat Tuhan melimpah kepada Saudari-saudara semua, dan lebih khusus bagi bangsa kita. Merdeka!!!

.

Semarang, 05 Agustus 2018

+ Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang

Related Posts

  • 80
    “Diutus Menjadi Garam dan Terang Bagi Masyarakat” Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2016     Saudara-saudariku yang terkasih Memasuki tahun 2016, umat Allah KAS telah memiliki ARDAS VII untuk periode 2016-2020. Dalam semangat ARDAS yang baru ini, kita ingin menapaki peziarahan iman, dengan bergotong royong memperjuangkan Peradaban Kasih melalui hidup bersama yang sejahtera, bermartabat…
    Tags: dan, yang, kita, dalam
  • 79
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 78
    “JANGAN TAKUT, AKU BESERTAMU: KOMUNIKASIKAN HARAPAN DAN IMAN” Akses yang mudah dan terbuka pada media komunikasi—berkat kemajuan teknologi—memungkinkan banyak orang berbagi berita secara langsung dan menyebarkannya secara luas.Berita yang disebarkan ini bisa baik atau buruk, benar atau salah (hoax). Umat Kristen awal membandingkan pikiran manusia seperti mesin penggiling; terserah si pekerja mau menggiling apa: entah…
    Tags: yang, dan, kita, ini, dalam