Pelatihan Mengolah Sumber Pangan Lokal

WhatsApp Image 2018-10-01 at 07.38.52

Paroki Sragen (LENTERA) – Tim Kerja Mitra Perempuan Dewan Paroki Sragen bekerjasama dengan Panitia HUT 61 Paroki Sragen mengadakan Pelatihan Mengolah Sumber Pangan Lokal dengan bahan dasar olahan ikan lele dan daun singkong di Aula SMP Saverius Sragen, Minggu (30/09)

Pada pukul 09.00 hingga 12.30, kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati HUT ke-61 Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kepada ibu-ibu dan remaja putri lingkungan dalam mengolah sumber pangan lokal dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Harapannya, dengan ketrampilan mengolah makanan tersebut, ibu-ibu dan remaja putri dapat membuat mencukupi kebutuhan hariannya dan meningkatkan ekonomi keluarga.

Acara Pelatihan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa pembuka, Laporan Ketua Penyelenggara serta sambutan Romo Paroki yang diwakili oleh Ketua Bidang IV Dewan Paroki Sragen yang sekaligus membuka acara pelatihan.

Pelatihan ini yang dihadiri 80 orang yang merupakan perwakilan dari lingkungan-lingkungan yang ada di Paroki Sragen. Narasumber kegiatan tersebut adalah anggota PKK Kabupaten Sragen & UKM Lele Johan Sragen. Materi pelatihan meliputi cara mengolah sumber pangan lokal dengan membuat nugget, stik daun singkong dan keripik kulit lele . Narasumber mengajak para peserta praktek langsung berlatih bersama. Selama mengikuti pelatihan, para peserta sangat antusias, khususnya dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar sesuai program yang telah dibuat oleh penyelenggara. Setelah olahan selesai, hasil langsung diberikan kepada peserta dengan tujuanagar tahu rasa dan hasilnya.(TMP)

Related Posts

  • 61
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, dengan, di, dalam
  • 59
      Ungkapan menjadi Gereja yang relevan dan signifikan sebenarnya bukanlah ungkapan yang baru. Dalam Arah Dasar Gereja Keuskupan Agung Semarang 2010-2015, kalimat ini menjadi semboyan yang kerap didengungkan. Lalu, bagaimana dengan Gereja Santa Perawan Maria di Fatima menghidupinya sampai sekarang. Menilik kembali makna signifikan dan relevan, kita bisa merenungkan sampai sejauh mana Gereja paroki kita memperjuangkannya.…
    Tags: dan, yang, dalam, dengan
  • 59
    Segenap umat Katolik yang terkasih, Konferensi Waligereja Indonesia menyelenggarakan sidang tahunan pada tanggal 6-16 November 2017 di Jakarta. Sidang dimulai dengan hari studi yang mengangkat tema Gereja Yang Relevan dan Signifikan: Panggilan Gereja Menyucikan Dunia. Tema tersebut diolah dengan mendengarkan masukan para narasumber, didalami dalam diskusi kelompok, dipaparkan dalam rapat pleno, dan dilengkapi dengan catatan…
    Tags: dan, yang, dengan, di, dalam