Surat Gembala Uskup Keuskupan Agung Semarang pada Pekan Doa Sedunia KE-111

PDS

PANGGILAN GEREJA MENEGAKKAN KEADILAN
DEMI KETERTIBAN DAN KEDAMAIAN UMAT MANUSIA
(“Semata-mata keadilan, itulah yang harus kau kejar”, bdk. Ulangan 16:18-20)

 

Saudari-Saudara, umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih.
Pekan Doa Sedunia (PDS) kembali hadir untuk kita. PDS yang dirintis secara ekumenis oleh Dewan Kepausan untuk Kesatuan Umat Kristiani (Katolik) bersama Komisi Iman dan Hukum Dewan Gereja-Gereja Sedunia (Kristen Protestan) sejak 1908 kini telah genap berusia 111 tahun. Gerakan doa bersama ini dilaksanakan untuk kesatuan umat kristiani di seluruh dunia.

Tema yang diangkat oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) untuk tahun 2019 ini adalah “Semata-mata keadilan, itulah yang harus kau kejar”. Tema tersebut didasarkan pada Kitab Ulangan 16:18-20, yang intinya mengajak kita semua, khususnya para penegak hukum, untuk menjalankan tugas dan panggilan kemasyarakatan secara baik dan benar sesuai ketentuan hukum yang berlaku, yakni dengan tidak memperalat dan mempermainkan hukum, memutarbalikkan keadilan dan kebenaran, memandang bulu, serta menerima suap.

Permenungan atas tema PDS 2019 ini sekaligus menjadi undangan bagi kita semua untuk konsisten menghayati panggilan dengan ambil bagian dalam penegakkan hukum demi terwujudnya keadilan, ketertiban dan kedamaian umat manusia. Kepastian hukum menjadi prasyarat penting bagi tegaknya keadilan demi terwujudnya kesejahteraan umum (bonum commune).

Saudari-Saudara, umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih.
Di keuskupan kita tercinta ini, PDS menjadi sebuah gerakan umat yang diserukan dan dilaksanakan sejak tahun 2010. Pemrakarsanya adalah Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK). Peristiwa ini dirayakan dalam dua bentuk kegiatan utama. Pertama, selama satu pekan (tanggal 18-25 Januari) umat katolik di Paroki-paroki, Stasi-stasi, dan Komunitas-komunitas diajak mendaraskan doa dan merenungkan bahan-bahan PDS yang disiapkan oleh Komisi HAK-KAS. Kedua, diselenggarakan Ibadat Ekumene yang melibatkan para Imam, Pendeta dan umat beriman, baik dari Gereja Katolik maupun Gereja-gereja Kristen. Kegiatan bersama lintas Gereja ini dari waktu ke waktu semakin dilibati oleh banyak umat Katolik dan Kristen. Semoga PDS ini terus menggerakkan umat sehingga doa Yesus “supaya mereka semua menjadi satu” (“ut omnes unum sint” – Yoh 17:21) kian nyata.

Kita berharap bahwa pelaksanaan gerakan PDS ini menjadi upaya nyata Gereja Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dalam mewujudkan kesejahteraan umum di tengah masyarakat yang beragam budayanya. Kesejahteraan umum yang isinya adalah “keseluruhan kondisi-kondisi hidup kemasyarakatan, yang memungkinkan baik kelompok-kelompok maupun anggota-anggota perorangan, untuk secara lebih penuh dan lebih lancar mencapai kesempurnaan mereka sendiri” (GS 26) harus diperjuangkan bersama oleh seluruh Gereja.

Selain gerakan doa bersama, segi lain yang menopang terwujudnya kesejahteraan umum adalah kehidupan politik yang baik. Dalam pesannya kepada seluruh pemimpin dunia pada Hari Perdamaian Sedunia (1 Januari 2019), Bapa Suci Fransiskus menyatakan bahwa politik yang baik adalah pelayanan bagi perdamaian. Sri Paus menegaskan bahwa politik adalah tanggung jawab semua warga negara, khususnya mereka yang diberi mandat “untuk melindungi dan memerintah.” Politik merupakan salah satu ungkapan yang paling mulia akan amal kasih dan akan masa depan bangsa.

Secara konkret, politik dapat kita laksanakan melalui partisipasi aktif dalam pemilihan umum (Pemilu) nanti, yakni dengan menggunakan hak suara kita secara cerdas, bijak, dan tepat. Aja golput yaaa ….!!!! Marilah kita rayakan pesta demokrasi nanti dengan memilih Presiden dan Wakil Presiden yang sungguh-sungguh merakyat, mau bekerja untuk rakyat, dan nyata memperjuangkan keadilan demi kesejahteraan rakyatnya. Pada kesempatan yang sama, kita memilih pula para wakil rakyat yang bersedia dan dapat mendengarkan serta menyalurkan aspirasi rakyat demi kesejahteraan bersama.

Saudari-Saudara, umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih.
Selain melalui aktivitas politik, keadilan demi kesejahteraan umum juga dapat kita gapai ketika semua warga masyarakat memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kebutuhan sesamanya. Ketika semua warga masyarakat, yang berbeda agama maupun kepercayaannya, mau srawung dan membuka diri, serta rela melibatkan diri dalam pemenuhan kebutuhan sesama, maka keadilan demi kesejahteraan umum akan mencapai perwujudannya yang paling konkret. Dalam hal ini kita mendapatkan teladan yang sangat konkret dalam diri Ibu Maria, sebagaimana kita simak dalam Injil hari ini (Yohanes 2:1-11). Sebagai warga masyarakat, Ibu Maria sungguh-sungguh hadir dan terlibat dalam dinamika hidup bersama di lingkungannya. Ketika saudaranya punya “gawé”, yakni perhelatan perkawinan, Ibu Maria hadir dan terlibat. Hal ini nampak sekali ketika yang punya “gawé” kekurangan anggur, dengan cepat Ibu Maria ambil inisiatif mengatasi situasi dengan meminta pertolongan pada Yesus, Puteranya. Kerelaan Ibu Maria untuk terlibat dan membuka diri, serta kepekaannya terhadap kebutuhan sesama, telah menyelamatkan keluarga tersebut dari rasa malu terhadap tamu-tamunya.

Maka pada kesempatan ini pula saya mengajak Saudari-saudara semua untuk semakin melibatkan diri dan melibati kehidupan bersama di tengah masyarakat. Dengan cara inilah kehadiran kita akan diakui oleh masyarakat dan kiprah kita pun dirasakan manfaatnya bagi keadilan demi kesejahteraan bersama. Secara khusus, saya mendorong orang muda katolik di KAS agar tanpa henti berupaya masuk dalam arena srawung dengan orang lain di lingkungan masing-masing, hingga jati diri dan hakikat kita sebagai “garam” dan “terang” dunia menjadi semakin nyata (bdk. Matius 5:13-16).

Mengakhiri Surat Gembala ini, perkenankan saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan seluruh umat pada kegiatan “Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda KAS” yang dilaksanakan sejak Maret 2018 hingga mencapai puncaknya pada tanggal 26-28 Oktober 2018 yang lalu. Peristiwa iman dan sosial tersebut semakin meneguhkan ketika para tokoh lintas agama dan kepercayaan hadir serta memberi dukungan penuh. Momentum tersebut diharapkan semakin menyemangati kita semua, khususnya orang-orang muda, untuk terus srawung membangun dan mengembangkan persaudaraan sejati lintas agama. Srawung harus dimulai dari dalam hati kita masing-masing, yang pada gilirannya mendorong orang untuk berjumpa dengan sesamanya dalam bingkai pikir yang baik dan benar memaknai persaudaraan guna mewujudkan kesejahteraan bersama.

Marilah kita memasuki hari-hari doa dalam Pekan Doa Sedunia bagi kesatuan umat Kristiani. Kita wujudkan hidup yang rukun dan bersaudara sehingga tahun 2019 ini menjadi tahun penuh berkah bagi semua.

.
Semarang, 8 Desember 2018
Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Maria Immaculata)

† Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup Agung KAS

Related Posts

  • 81
    Saudari-saudara terkasih, Pada bulan Oktober yang akan datang, Sidang Umum Biasa ke-15 dari Sinode Para Uskup akan membahas tema kaum muda dan secara khusus hubungan antara kaum muda, iman, dan panggilan. Dalam sidang itu, kita akan memiliki kesempatan untuk merenungkan lebih mendalam, di pusat hidup kita, panggilan kepada sukacita yang Allah anugerahkan kepada kita dan…
    Tags: kita, dan, yang, untuk, dalam
  • 76
    “JANGAN TAKUT, AKU BESERTAMU: KOMUNIKASIKAN HARAPAN DAN IMAN” Akses yang mudah dan terbuka pada media komunikasi—berkat kemajuan teknologi—memungkinkan banyak orang berbagi berita secara langsung dan menyebarkannya secara luas.Berita yang disebarkan ini bisa baik atau buruk, benar atau salah (hoax). Umat Kristen awal membandingkan pikiran manusia seperti mesin penggiling; terserah si pekerja mau menggiling apa: entah…
    Tags: yang, dan, kita, ini, dalam
  • 76
    "Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu!" (Kol. 3:15a) Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat dan Raja Damai. Perayaan ini mengajak kita untuk menyimak kembali pesan utamanya. Karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah telah mengutus Putra-Nya ke dunia (bdk. Yoh 3:16). Putra-Nya itu mengosongkan diri sehabis-habisnya dan menjadi…
    Tags: kita, dan, yang, dalam, untuk