Melayani Dengan Semangat Baru

Renungan Februari

Walau agak terlambat, saya sampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2019. Semoga di tahun yang baru ini kita mengobarkan semangat baru, harapan baru, dan kemungkinan tugas baru atau pelayanan baru bagi kita.

Apa yang dimaksud dengan pelayanan baru? Yang dimaksud pelayanan disini adalah memutuskan diri terlibat dalam melayani kegiatan Pastoral Paroki, seperti sebagai Ketua atau Pengurus Lingkungan, Wilayah, Stasi, Prodiakon, maupun sebagai Pengurus Dewan Paroki, baik sebagai Ketua Bidang, maupun sebagai Team Kerja.

Kita perlu bersyukur saat mendapat tugas baru ini, karena kita diberi kesempatan untuk berjalan di jalan Tuhan untuk menghantarkan kasih dan keselamatan dari Allah kepada sesama kita. Kita jadi saluran rahmat Allah kepada sesama. Apabila kita menjalankan tugas pelayanan ini dengan penuh syukur, tulus ikhlas, kesungguhan hati dan melayani dengan baik, kita yakin bahwa Tuhan akan memberikan berkat dan karunia-Nya, supaya kita bisa melayani dengan baik dan bekerja semaksimal mungkin, karena yang kita lakukan ini demi kemuliaan Allah.

Memang, dalam melayani tugas pelayanan ini, kita akan menghadapi berbagai tantangan atau ujian. Terkadang, kita bisa jenuh karena yang dilakukan itu-itu saja. Bisa juga merasa kelelahan atau terjadi konflik dalam pelayanan karena perbedaan pandangan, perbedaan selera, perbedaan style pada setiap orang. Misalnya ada sebuah contoh yaitu ketika harus menentukan menu konsumsi rapat saja mungkin bisa timbul konflik. Si A ingin menu konsumsi begini, Si B beda lagi. Keduannya ribut-ribut, akhirnya salah seorang ngambek tidak mau menjadi seksi konsumi lagi.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa permasalahan pergumulan hidup, baik itu keluarga, pekerjaan, kesehatan dapat membuat seseorang kehilangan semangat, gairah, kekuatan dalam tugas pelayanannya. Akhirnya tugas pelayanan itu dilakukan hanya asal jadi, yang penting dapat terlaksana dan selesai.

Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati terhadap hal-hal yang bisa membuat kita kehilangan semangat pelayanan ini. Untuk itu, kita harus menyadari bahwa tugas pelayanan ini adalah suatu kesempatan melayani Tuhan. Kita harus sungguh-sungguh melaksanakan tugas ini karena tugas ini adalah suatu kepercayaan yang diberikan kepada kita. Kita harus menghayatinya sebagai tugas yang mulia dan berharga di hadapan Allah. Kita harus mengingat bahwa kita adalah saluran rahmat Allah kepada sesama kita. Kita adalah perpanjangan tangan Tuhan yang memberikan rahmat-Nya kepada manusia. Karena itu kita harus mempunyai semangat baru.

Semangat baru adalah pelayanan yang penuh kekuatan, penuh semangat, penuh daya, penuh energi, penuh gairah, tidak mudah menyerah, tidak cengeng, tidak putus asa. Dalam semangat baru itu kita bekerja di ladang Tuhan dengan tulus ikhlas dan sungguh-sungguh.

Dalam pelayanan yang kita lakukan tersebut, terkadang kita juga merasakan lelah, letih, lesu. Terkadang kita juga merasakan kesal, sedih, putus asa. Di sinilah kita harus menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Kita mengharapkan berkat kasih karunia Tuhan. Dengan kasih karunia Tuhan kita percaya bahwa kita akan mencapai keberhasilan, kebaikan, kedamaian, dan sukacita bagi kehidupan. Rasul Paulus dalam Surat Pertama kepada Jemaat Korintus mengatakan: Tetapi jawab Tuhan kepadaku:”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Korintus 12:9).

Marilah kita menjalankan tugas pelayanan kita masing-masing dengan sungguh-sungguh agar mendatangkan kebaikan pada diri kita, keluarga, komunitas dan seluruh umat se-paroki ini. Kita sebagai manusia pasti penuh dengan harapan, tetapi juga ada kekhawatiran, kegelisahan dan ketakutan. Namun, kita yakin pertolongan Tuhan. Jika kita selalu berusaha bekerja dengan setulus hati pasti Tuhan akan menolong kita. Selamat menjalankan tugas baru dan melayani dengan semangat baru, Semua itu hanya dari Tuhan, oleh Tuhan dan bagi Tuhan, bukan untuk diri kita sendiri. Amin. Berkah Dalem

YLA. Ibnu Sugiarto

Related Posts

  • 81
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 78
      Pembaca LENTERA terkasih, bagaimana kabar anda hari ini ? Semoga semuanya terasa indah dalam naungan dan berkat Tuhan, setiap usaha dan rencana senantiasa berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Nah ngomong ngomong nih, apakah anda suka berjalan-jalan ke tepi pantai, memandang birunya laut dengan ombak putih yang berkejaran disertai sejuknya semilir angin…
    Tags: kita, dan, yang, dengan
  • 75
    ROH TUHAN GERAKKAN MISI Saudara-saudari terkasih, Tahun lalu, kita telah merenungkan dua aspek panggilan Kristiani: seruan “keluar dari diri kita sendiri” untuk mendengarkan panggilan Tuhan, dan pentingnya komunitas gerejawi sebagai tempat istimewa di mana panggilan Tuhan lahir, tumbuh dan berkembang. Sekarang, pada Hari Doa Panggilan Sedunia ke-54 ini, saya ingin merenungkan dimensi misioner panggilan Kristiani.…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, tuhan