Dipilihkan atau Pilih Sendiri ?

Logo Pemilu-2019_

Sobat Muda yang terkasih di dalam Kristus, dalam hidup kita akan banyak pilihan-pilihan. Apalagi ketika kita sudah semakin dewasa. Pilihan-pilihan akan semakin terbentang di hadapan kita. Setiap pilihan yang kita pilih memiliki konsekuensi masing-masing. Setiap pilihan akan melekat hak dan kewajiban yang harus kita tanggun, semuanya tetap terikat pada konsekuesi. Pada hakekatnya tidak ada pilihan yang tidak tanpa konsekuensi

Sebagai contoh, ada di antara sobat muda yang memilih pasangan dan sudah lama menjalani ‘masa orientasi’ (untuk menyebut kata pacaran. Red). Sudah terlanjur cinta dan sayang tetapi, ketika akan melanjutkan ke jenjang yang lebih lanjut harus terbentur pada beberapa hal. Tidak ada restu orang tua karena adanya perbedaan pandangan hidup, keyakinan, dan macam-macam perihal yang membuat hubungan itu tidak dapat dilanjutkan.

Jika Sobat Muda di hadapkan pada kasus demikian bagaimana? Apakah akan memilih pasangan kita tetapi mengabaikan perintah orang tua, atau memilih pilihan orang tua, tetapi harus merasakan sakit. Jadi, sebelum hal itu terjadi, pilihan awal menentukan masa depan selanjutnya. Eh… kok kesannya curhat ya…? Namun, itu banyak terjadi lho. Kalau demikian, carilah teman untuk berbagai pengalaman. Tentunya dengan teman yang tepat dan memberikan masukan yang bijaksana, sehingga pilihan yang kita ambil bukan karena dipengaruhi emosi semata melainkan menggunakan juga pemikiran yang rasional.

Berbicara tentang pilihan, dalam Pemilu tahun 2019 ini, kita dihadapkan pada pilihan. Kalau calon Presiden hanya ada dua pasang saja dan itu jelas. Namun ketika melihat calon anggota legislatif (wakil rakyat) kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Ada 16 partai peserta pemilu (kalau di Propinsi Aceh ditambah 4 partai lokal), semua. Apakah sobat muda sudah kenal dengan calon legislatif, atau justru sama sekali tidak tahu. Pilihan kita akan menentukan masa depan bangsa ini. Jika belum kenal silakan sobat muda mencari tahu, mencari informasi. Mengikuti berbagai macam diskusi supaya bisa memperoleh banyak informasi.

Yang paling penting diserukan Mgr. Robertus Rubyatmoko adalah bagaimana kita menjadi pemilih yang beriman, cerdas, dan bijaksana sebagai perwujudan rasa cinta Tanah Air Indonesia. Pemilih yang beriman berarti memilih dengan benar-benar bebas, berdasarkan hati nurani. Pemilih yang cerdas berarti menggunakan hak pilihnya dengan pertimbangan rasional berdasarkan analisa yang tepat dan penuh perhitungan. Pemilih yang bijaksana yaitu pemilih yang tidak mudah diombang-ambingkan dengan berbagai macam godaan money politics, janji manis, dan kabar-kabar bohong.

Mungkin waktunya tidak cukup panjang untuk menentukan pilihan kita di dalam Pemilu. Pilihan kita haruslah bertujuan untuk memilih orang-orang yang punya hati untuk membangun negara ini secara tulus. Kita harus mendukung orang-orang yang berani mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-undang Dasar 45, dan Bhineka Tunggal Ika.

Mengapa harus memilih orang yang punya kriteria demikian karena negara kita adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, budaya, dan bahasa. Indonesia tidak dapat menjadi Indonesia tanpa Suku Batak, suku Asmat, suku Jawa. Indonesia dilahirkan sebagai negara yang memiliki ‘kekayaan’ suku bangsa, bahasa, adat istiadat, kebudayaan. Dengan adanya Pancasila sebagai dasar negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan, negara yang Indonesia yang kaya masih dapat bertahan sampai sekarang. Indonesia tidak dapat hidup dengan hanya satu suku, atau satu golongan saja. Indonesia pada haketnya berbeda-beda tetapi satu jua.

Ingat Sobat Muda tanggal 17 April, bagi yang sudah berusia 17 tahun dan memiliki hak pilih silakan menggunakannya di TPS setempat. Gunakan hak pilih Sobat Muda untuk memilih calon presiden dan calonwakil presiden. DPR pusat, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten, dan DPD. Jangan sia-siakan suara Sobat Muda. Masa depan Indonesia ada dittangan Sobat Muda. Jangan menjadi Golongan Putih (Golput)

Widjanarka Doy

Related Posts

  • 76
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 74
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, di
  • 69
    Sejak awal mula Tuhan menciptakan manusia di dalam kasih-Nya dan Ia merencanakan agar kita dapat kembali bersatu dengan-Nya di dalam kasih-Nya. Jika pasangan saja mempunyai keinginan untuk selalu bersama, Tuhan yang kasihnya lebih sempurna daripada manusia menginginkan kebersamaan yang sempurna di dalam Surga. Surga di sini maksudnya adalah kebersamaan yang kekal dengan Tuhan (lih. Yoh…
    Tags: kita, di, yang, dan, dengan