HARI KOMUNIKASI SE-DUNIA KE-53 : “Kami adalah sesama anggota: dari Komunitas Maya ke Komunitas Nyata”

KOMSOS

Hari Komunikasi Sedunia berawal disebut dengan istilah Inter Mirifica atau dekrit tentang upaya-upaya komunikasi sosial adalah salah satu dekrit dari konsili Vatikan II yang diresmikan 4 Desember 1963 oleh Paus Paulus VI, setelah disetujui oleh para Bapa Konsili. Inter Mirifica (dalam bahasa Inggris, Among the Wounderful) “di antara yang mengagumkan” diartikan diantara penemuan-penemuan teknologi yang mengagumkan.

“Komunikasi Sosial” memiliki keuntungan karena konotasinya yang luas, dimana seluruh komunikasi adalah bersifat sosial, sebab mempermudah dan mempercepat komunikasi informasi ke seluruh dunia. Hingga kini kita mengetahui dokumen-dokemen Gereja Katolik untuk Media Massa di sebut dengan istilah “Komunikasi Sosial”.

Hari Komunikasi Dunia ke-53 tahun 2019 terinspirasi dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus bab 4:25 “Kami adalah sesama anggota: dari Komunitas Maya ke Komunitas Nyata” menjadi tema yang dipilih Paus Fransiskus. Tema ini menggarisbawahi pentingnya menambahkan kembali arti luas dari komunikasi yang bertumpu pada sosok pribadi, ditambah dengan nilai interaksi yang dipahami sebagai dialog dan kesempatan untuk bertemu dengan orang lain. Tema ini menjadi sarana panggilan untuk berefleksi tentang keadaan dan sifat hubungan yang dibangun oleh manusia masa kini melalui jejaring internet. Sifat hubungan tersebut dimulai dari gagasan berkomunitas sebagai jaringan antar manusia dalam keutuhannya.

Vatikan juga menyoroti beberapa tren yang berlaku dalam jejaring sosial justru kembali menanyakan kepada setiap kita tentang pertanyaan mendasar: Sejauh mana kita dapat berbicara tentang komunitas nyata dalam menghadapi logika yang mencirikan beberapa komunitas di media sosial? Di mana dalam metafora dunia web, ia menawarkan sosok komunitas solidaritas yang dibangun berdasarkan pada aksi mendengarkan atau pada tataran dialog yang merujuk pada penggunaan bahasa secara bertanggung jawab.

Bapa Suci dalam pesan pertamanya untuk Hari Komunikasi Dunia tahun 2014 menyerukan agar internet menjadi ‘lingkungan yang kaya dalam kemanusiaan: jejaring yang bukan hanya terdiri dari kabel, melainkan dari kumpulan individu’.

Pilihan tema untuk Komunikasi Sosial Dunia ke-53 tahun 2019 ini menegaskan kembali perhatian Paus Fransiskus terhadap lingkungan komunikasi baru dan untuk jaringan sosial, di mana Paus hadir secara langsung dalam wujud akun Twitter @Pontifex dan akun instagram @Franciscus.

Paus Fransiskus mengungkapkan dampak media sosial yang mengubah generasi muda menjadi Anti-sosial. Narsisme dan perpecahan masyarakat diperbesar secara online yang menyebabkan ‘berkembangnya ujaran kebencian’. Paus Fransiskus dalam pesannya dalam Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2019 mengingatkan kaum muda tentang bahaya menjalani kehidupan mereka secara online.

“Kita perlu mengenali bagaimana jejaring sosial, di satu sisi, membantu kita untuk terhubung, menemukan kembali, dan membantu satu sama lain. Tetapi di sisi lain, memberikan kesempatan manipulasi data pribadi, yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan politik atau ekonomi, tanpa karena menghormati orang dan hak-haknya,” ‘katanya

Paus Fransiskus melihat generasi muda sebagai orang-orang yang paling terpapar pada ilusi bahwa jejaring sosial dapat sepenuhnya memuaskan mereka pada tingkat relasional. Ada fenomena berbahaya ketika kaum muda menjadi “Anti-sosial” yang berisiko mengasingkan diri sepenuhnya dari masyarakat.

Paus Fransiskus menyarankan agar internet bisa menjadi hal yang baik, jika digunakan dengan cara yang benar. Cara yang benar termasuk untuk dialog, untuk pertemuan, untuk membuat tersenyum dan menyampaikan ekspresi kelembutan. “Ini adalah jaringan yang kita inginkan, jaringan yang diciptakan bukan untuk menjebak, tetapi untuk membebaskan, untuk melindungi orang-orang yang bebas,” ujarnya.

Point-Point yang di anggap inti pada pesan Paus Fransiskus ini untuk Hari Komunikasi Sosial Dunia yang ke 53 ini:

• “Merefleksikan kembali arti penting mengenai keberadaan kita yang tercipta melalui relasi”. “Jejaring sosial membantu terhubung, tetapi dapat pula dimanfaatkan secara keliru untuk manipulasi data”. ” Komunitas dan persekutuan akan semakin kuat jika menghidupi semangat denga corak kohesif (melekat satu dengan yang lain) dan suportif (saling memberi dukungan dan semangat)”.

• Sadar bahwa komunitas dan jejaring sosial di dunia maya mampu menunjukan kohesi dan solidaritas, sering kali kita juga jatuh pada pembentukan komunitas dan jejaring sosial yang tidak lebih dari sekedar kelompok-kelompok individu dengan ikatan yang lemah”. “Allah adalah kasih. Kasih hadir dalam setiap persekutuan antarmanusia yang menyadari peranya dalam berkomunikasi”. “Kita adalah pribadi yang insani (manusiawi) apabila kita mengakui orang lain sebagai sahabat perjalanan dalam peziarah hidup bersama”..

• Berkarya dengan memanfaatkan internet. menikmati perjumpaan insani dengan kesantunan, kebahagiaan, solidaritas, dan kelemah lembutan. Hadirkan kasih dalam jejaring sosial daring sebagaimana Gereja sendiri adalah sebuah jejaring yang diikat dan diteguhkan melalui Ekaristi”.

Dn.Marlist

Related Posts

  • 81
    Saudari-saudara terkasih, Pada bulan Oktober yang akan datang, Sidang Umum Biasa ke-15 dari Sinode Para Uskup akan membahas tema kaum muda dan secara khusus hubungan antara kaum muda, iman, dan panggilan. Dalam sidang itu, kita akan memiliki kesempatan untuk merenungkan lebih mendalam, di pusat hidup kita, panggilan kepada sukacita yang Allah anugerahkan kepada kita dan…
    Tags: kita, dan, yang, untuk, dalam
  • 81
    KITA ADALAH SESAMA:  BERAWAL DARI KOMUNITAS JEJARING SOSIAL MENUJU KOMUNITAS INSANI Saudara dan Saudari yang terkasih, Sejak adanya internet, Gereja selalu berupaya mendorong pemanfaatannya untuk melayani perjumpaan dan membangun solidaritas antarpribadi. Saya sekali lagi ingin mengajak Anda untuk merenungkan fondasi dan makna mendasar tentang keberadaan kita yang terbentuk melalui relasi. Dalam konteks komunikasi dewasa ini yang…
    Tags: yang, dan, kita, untuk, dari, dalam, di, jejaring
  • 75
    "Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu!" (Kol. 3:15a) Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat dan Raja Damai. Perayaan ini mengajak kita untuk menyimak kembali pesan utamanya. Karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah telah mengutus Putra-Nya ke dunia (bdk. Yoh 3:16). Putra-Nya itu mengosongkan diri sehabis-habisnya dan menjadi…
    Tags: kita, dan, yang, dalam, untuk