Novena VI Ngrawoh : Kesehatan Jiwa dengan kesehatan fisik harus seimbang

Novena 6

Ngrawoh (LENTERA) – “Umat Allah KAS Terlibat dalam Pemenuhan Kesehatan Demi Membangun Kesejahteraan Umum dalam Masyarakat Multikultural”, adalah tema Perayaan Novena ke-6 Taman Doa Ngrawoh. Perayaan Ekaristi yang dilaksanakan pada Malam Jumat Wage, Kamis (1/8).

Petugas liturgi pada novena tersebut adalah Wilayah Gondang, petugas paduan suara orang muda Katolik Paroki Sragen. Romo Aloysius Yuli Dwianto, MSF, memimpin Perayaan Ekaristi pada novena tersebut. Ada sekitar 300 orang mengikuti Novena tersebut.

Dalam homilinya Romo Yuli mengatakan bahwa kesehatan menjadi sesuatu yang penting pada masa sekarang tidak seorangpun dapat melakukan sesuatu jika terserang sakit. Faktanya, banyak rumah sakit baru dengan fasilitas memadahi dibangun, dan tidak ada yang sepi. Romo Yuli menyampaikan bahwa tawaran akan alat dan fasilitas kesehatan semakin beragam, mulai dari terapi, operasi kecantikan, fitness center.

Romo menjelaskan bahwa menurut WHO kesehatan adalah keadaan fisik, mental, dan sosial yang sejahtera, bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan. Definisi WHO dengan kehendak Tuhan senanda. Tuhan tidak menginginkan manusia sakit, hal tersebut dapat dilihat dari Kitab Suci di mana Yesus banyak memberikan mukjizat kesembuhan. Romo menekankan bahwa kesehatan fisik memang perlu, tetapi apakah kesehatan fisik itu yang paling penting? Antara kesehatan fisik dengan kesehatan jiwa harus seimbangan. Kesehatan jiwa didapatkan dengan cara memohon pengampunan dosa, serta memiliki jiwa yang mengampuni sesama.

“Kesehatan tubuh dan kesehatan jiwa harus seimbang. Kesehatan jiwa didapatkan dengan mengusahakan hati yang gembira, bersyukur, berdamai dengan orang lain, dan yang paling penting menciptakan komunitas yang saling mengampuni, serta petobatan. Gereja membuka dirinya agar anak-anaknya bertobat,” pesan Romo Yuli. Selepas Perayaan Ekaristi, diadakan adorasi Ekasisti di Kapel Adorasi hingga pukul dua belas malam.

Related Posts

  • 66
    (23 Oktober 2016) GEREJA MISIONER, SAKSI KERAHIMAN Saudara dan saudari terkasih, Yubileum Agung Kerahiman, yang sedang kita rayakan, memberikan cahaya terang bagi Hari Minggu Misi Sedunia 2016: Ia mengajak kita untuk merenungkan misi ad gentes sebagai misi besar melalui karya kerahiman, baik rohani dan jasmani. Pada Hari Minggu Misi Sedunia ini, kita semua diundang untuk…
    Tags: dan, yang, dengan
  • 60
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan
  • 55
      Ungkapan menjadi Gereja yang relevan dan signifikan sebenarnya bukanlah ungkapan yang baru. Dalam Arah Dasar Gereja Keuskupan Agung Semarang 2010-2015, kalimat ini menjadi semboyan yang kerap didengungkan. Lalu, bagaimana dengan Gereja Santa Perawan Maria di Fatima menghidupinya sampai sekarang. Menilik kembali makna signifikan dan relevan, kita bisa merenungkan sampai sejauh mana Gereja paroki kita memperjuangkannya.…
    Tags: dan, yang, dengan