OMK masa kini dan masa depan Gereja

Rekoleksi OMK Sragen

Selamat jumpa Sobat Muda Katolik. Pada Pojok Kaum Muda kali ini kami akan menceritakan tentang pengalaman kegiatan Rekoleksi OMK di Wisma Wijaya Kusuma, Kopeng, Salatiga, pada 23- 25 Agustus kemarin. Frater Yohanes Kristi Andayanto, pendamping kegiatan rekoleksi, membuka rekoleksi dengan bertanya “Siapa Orang Muda Katolik? Siapa mereka?

OMK bukan mereka yang selalu menjaga keamanan di parkiran, tetapi OMK adalah mereka yang berada pada barisan terdepan dalam menentukan wajah Gereja di masa depan. Tentu perlu adanya aksi nyata dan program untuk membentuk kaum muda yang militan dalam menentukan wajah Gereja kedepannya, bukan? ” Selain Frater Kristi, Romo Yohanes Ngatmo terjun langsung untuk mendampingi kaum muda. Hal tersebut layaknya penyertaan seorang gembala yang turut serta mendampingi pertumbuhan anak-anaknya.

“Diopeni lan Ngopeni” adalah tema yang dipilih oleh panitia Rekoleksi OMK 2019. Dalam Bahasa Indonesia tema terebut berarti “Dirawat dan Merawat”. Dari tema tersebut terdapat harapan yaitu agar kita anak-anak yang selama ini selalu ‘diopeni’ oleh Kristus, saat ini ikut ambil bagian ‘ngopeni’ Gereja-Nya. Nah, sudahkah kaum muda saat ini mau untuk “ngopeni” Gereja-Nya?

Sesi pertama rekoleksi diawali dengan sesi “disposisi batin” di mana kaum muda mengenali perasaan-perasaan yang muncul, menatanya, dan kemudian mengarahkan akal, pikiran, dan budi untuk siap berdinamika dan berproses dalam rekoleksi selama 2 hari.

Dalam sesi diskusi, kaum muda merenungkan beberapa pertanyaan, yaitu: kontribusi apa yang sudah kita (OMK) berikan untuk Gereja selama ini? Tantangan apa yang ditemui oleh OMK dalam berkontribusi untuk Gereja selama ini? Apa Langkah konkret yang akan dilakukan setiap pribadi untuk OMK dan Gereja Paroki Sragen?” Peserta rekoleksi berdiskusi di dalam kelompok kecil tentang pertanyaan di atas, kemudian mengutarakan hasil diskusinya kepada kelompok yang lain. Di akhir sesi, Romo Yohanes Ngatmo memberikan renungan peneguhan dengan memunculkan pertanyaan “Mengapa kamu Katolik?” Pertanyaan sederhana tersebut sangat sederhana, tetapi begitu dalam refleksinya. Romo Ngatmo menutup sesi dengan pernyataan: “Di tangan kalianlah masa depan Paroki Sragen”. Pernyataan tersebut terukir di dalam benak kaum muda yang mendengarnya.

Pada sesi kedua, kaum muda diajak untuk semakin guyub dan mengenal satu sama lain melalui kegiatan outbound yang dibagi dalam 6 pos permainan,yang memiliki tujuan dan makna di dalamnya. Dari sesi permainan tersebut, kaum muda berproses untuk mengumpulkan bekal sedikit demi sedikit untuk menjalankan tugasnya menjadi penentu wajah Gereja di masa depan. Frater Yohanes Krist yang turut mendampingi proses dan dinamika selama rekoleksi selalu menegaskan bahwa: “Srawung jangan kasih kendor!” Selain itu Frater Krist juga mengatakan bahwa rasa kepedulian terhadap sesama harus selalu dibangun melalui persahabatan.

Pada malam harinya, terdapat sesi “Emaus” di mana peserta berkelompok dengan anggota 2 orang. Seperti apa yang terjadi dalam Kisah Perjalanan ke Emaus di dalam Injil Lukas (Luk 24: 13-33), peserta saling bercerita tentang pengalaman iman Katolik, serta saling mengungkapkan rencana konkret apa yang akan dilakukan sebagai OMK.

Di tengah dinginnya Kopeng malam itu, sesi puncak rekoleksi ditutup dengan kegiatan api unggun dan pentas seni dari tiap-tiap kelompok. Ada kelompok yang menampilkan drama musikal, menyanyi, dan musikalisasi puisi. Kehangatan makin tercipta malam itu ketika saat membaca sebuah puisi tentang Gereja dan OMK, kelompok pentas seni yang menyanyikan sebuah lagu yang menceritakan tentang Paroki Sragen dan OMK. Lagu tersebut sebuah karya dari Asep dan Aji.

Seperti tujuan awal diadakannya Rekoleksi OMK 2019, yaitu adanya regenerasi pengurus maka di hari ketiga diadakan pemilihan formatur OMK yang nantinya akan merumuskan kepengurusan OMK Periode 2019-2022. Formatur yang terpilih yaitu: Kirana Nandhito (Agnes teguhan), Stevanus Desta (Agnes Teguhan), Nikolas Sukma Gustria (Ign. Loyola PI), Bonifasius Christyan S C (Markus Widoro), dan Christina Putri Aroma Ndraha (Lucia Taman Sari).

Formatur juga memiliki tugas yang berat yaitu semakin dapat menjaring teman-teman kaum muda lainnya untuk dapat terlibat aktif di kegiatan Gereja dengan memberikan talenta yang sudah Tuhan percayakan. Selanjutnya Rekoleksi di tutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Ngatmo. Kiranya dengan adanya Rekoleksi OMK 2019 ini Orang Muda.

Kami juga menunggu keterlibatan Sobat Muda untuk bergabung dalam aneka kegiatan menggereja. Semoga semakin banyak kaum muda yang terlibat, karena Gereja membutuhkan Sobat Muda. Kita adalah Orang Muda Katolik yang membuat Gereja semakin hidup, dan kita adalah terang dalam perkembangan gereja di masa kini dan masa depan Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen.

Christina Putri Aroma Ndraha

Related Posts

  • 79
    Segenap umat Katolik yang terkasih, Konferensi Waligereja Indonesia menyelenggarakan sidang tahunan pada tanggal 6-16 November 2017 di Jakarta. Sidang dimulai dengan hari studi yang mengangkat tema Gereja Yang Relevan dan Signifikan: Panggilan Gereja Menyucikan Dunia. Tema tersebut diolah dengan mendengarkan masukan para narasumber, didalami dalam diskusi kelompok, dipaparkan dalam rapat pleno, dan dilengkapi dengan catatan…
    Tags: dan, yang, dengan, di, untuk, dalam, gereja
  • 72
      Ungkapan menjadi Gereja yang relevan dan signifikan sebenarnya bukanlah ungkapan yang baru. Dalam Arah Dasar Gereja Keuskupan Agung Semarang 2010-2015, kalimat ini menjadi semboyan yang kerap didengungkan. Lalu, bagaimana dengan Gereja Santa Perawan Maria di Fatima menghidupinya sampai sekarang. Menilik kembali makna signifikan dan relevan, kita bisa merenungkan sampai sejauh mana Gereja paroki kita memperjuangkannya.…
    Tags: dan, yang, gereja, dalam, dengan
  • 72
    11 Februari 2010 Saudara-saudari terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-18  dirayakan di Basilika Vatikan pada tanggal 11 Februari  dengan liturgi peringatan Bunda Maria dari Lourdes. Selain bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Lembaga Dewan Kepausan untuk Tenaga Pelayanan Kesehatan (DKTPK) alasan lain adalah untuk bersyukur kepada Tuhan atas pelayanan DKTPK selama ini di bidang pastoral pelayanan…
    Tags: yang, dan, untuk, dengan, dalam, di