Refleksi Visitasi Bunda Maria

Visitasi

Romo Medardus Sapta Margana, Pr bertanya kepada beberapa kaum muda tentang kesan apa yang timbul selama kegiatan Visitasi Bunda Maria yang dilakukan di lingkungan selama kurang lebih 40 hari. Tanggapan yang muncul kemudian menghasilkan beberapa refleksi dan pengalaman iman dari perwakilan kaum muda. Berikut ini beberapa refleksi yang berhasil dihimpun.

Gisela (Kedawung) : Dalam visitasi bunda maria kemarin suatu kehormatan untuk kami di lingkungan Stasi Yohanes Rasul Kedawung, karena kami bisa merasakan kehadiran Bunda Maria di tengah-tengah kami. Dengan diadakannya doa bersama dan refleksi bersama, hati kami semakin digerakkan akan kerinduan Bunda Maria. Semoga kedepannya kami bisa merasakan kembali Visitasi Bunda Maria, tentunya dengan kegiatan yang berbeda dan lebih menarik bagi kaum muda sehingga keterlibatanya semakin banyak.

Cristiana Riska (Plumbungan Indah): Perjumpaan Maria yang sederhana sangat menyentuh banyak pribadi-pribadi. Kami merasa tersapa oleh kehadiran ibu Tuhan. Kami datang membawa hati dan pikiran yang tertuju kepada Yesus. Bunda Maria layaknya seorang ibu yang mendengarkan segala keluh kesah kami. Bunda Maria merangkul putra-putrinya yang punya beban hidup, dan meringankan beban tersebut dengan penyertaanya.

Bonifasius Bima (Margo Asri): Karena Lingkungan Margo Asri terjadi pemekaran wilayah, maka untuk visitasi terbagi menjadi 2 wilayah yaitu wilayah Petrus (Margoasri bagian Selatan) dan Paulus (Margoasri bagian Utara). Saya yang masuk di Lingkungan Paulus. Karena Lingkungan Paulus OMK nya masih tidur, saya memutuskan bergabung dengan Omk Petrus dengan segala konsekuensinya. Namun, atas kecintaan saya dengan Bunda Maria, saya juga ikut ambil bagian di Lingkungan Paulus. kesan saya selama berdevosi dengan Bunda Maria adalah ketenangan hati. Pengalaman visitasi tersebut semakin meneguhkan iman. Dalam perjumpaan dengan Bunda Maria tersebut, saya bisa sedikit demi sedikit berdamai dengan diri sendiri terimakasih Bunda telah menyelamatkan hatiku.

Refleksinya, tiada orang benar tanpa masa gelapnya. Orang yang bersalah sekalipun tidak akan selamanya berada di jalan yang salah. Sekarang saya sudah mencapai titik jenuh dengan kefanaan duniawi yang membuat saya kehilangan arah. Kini sudah saatnya kembali ke jalan yang seharusnya, terimakasih buat semua orang yang turut berperan untuk membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik

Rosalinda (Gumantar): Kesanku saat visitasi bunda Maria itu aku merasa sangat beruntung. Aku merasa Bunda Maria datang menjumpai diriku, meskipun hanya berupa patung. Dengan memandang patung Bunda Maria, Aku bisa benar-benar merasakan kehadiran Bunda Maria di hadapanku.

Dengan adanya visitasi ini aku semakin sadar bahwa bunda Maria itu selalu hadir dan menyapa seluruh anak-anaknya di manapun berada. Visitasi itu semakin menunjukkan bagaimana Bunda Maria sangat mengasihi dan selalu menyertai anak-anaknya.

Agatha Disa (Krapyak Timur): Saya merasa sangat senang saat mengetahui bahwa Visitasi Bunda Maria di lingkungan saya bertempat di rumah saya sendiri. Saya tidak sabar melihat Patung Bunda Maria itu diletakkan di rumah saya dan akan banyak umat berkunjung untuk berdoa. Saat patung sudah sampai, jujur saja saya merasa Bunda Maria memang benar-benar datang dan hadir di dalam keluarga saya.

Elizabet Widya P (Banyuning): Ketika Bunda Maria hadir, rasanya hati dipenuhi dengan daya Roh Kudus. Rasanya menjadi orang yang penuh dengan kekurangan dan kesalahan. Saat bersama Bunda Maria, keinginan untuk melakukan pertobatan, menjadi pribadi yang lebih baik muncul.

Vincentius (Gumantar): Tentunya saya merasa begitu damai dan tenang karena Bunda Allah sendiri yang mengunjungi kami di lingkungan. Saat menyambutnya tentu saya turut merasa bangga karena boleh memiliki iman Katolik di mana boleh merasakan dan disapaa oleh Ibu Allah kita sendiri

Cristin (Taman Asri): Tentunya ada kebahagiaan tersendiri ketika Ibu Allah yang sendiri mengunjungi kita. Damai dan ketenangan dalam batin pun juga turut dirasakan, terlebih rasa berdosa dan penyesalan atas dosa selama ini. Banyak melalui perbuatan yang seringkali menyakiti hati Yesus.

Related Posts

  • 65
    Visitasi Bunda Maria merupakan tradisi Paroki Sragen dalam perayaan HUT Paroki Sragen yang berlindung pada Santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Sudah selama enam tahun, lebih tepatnya pada tahun 2013, saat ulang tahun ke-56, kegiatan Visitasi Bunda Maria dilakukan di Paroki Santa Perawan Maria di Fatima di Sragen. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk cinta bakti…
    Tags: maria, yang, bunda, di, visitasi
  • 61
    Danan, Wonogiri (LENTERA) – Pada bulan Mei, umat Katolik mengkhususkan bulan tersebut untuk melakukan devosi kepada Bunda Maria. Orang Muda Katolik Stasi Sidoharjo yang berlindung pada Bunda Maria Asumta memberikan hormat baktinya kepada Bunda Maria dengan berziarah ke Gua Maria Ratu Kenya Wonogiri, Kamis (11/5). Gua Maria yang masuk dalam wilayah administasi Paroki Danan dikunjungi…
    Tags: maria, yang, di, dengan, dan, bunda
  • 59
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, dengan, di