Rekoleksi Lingkungan Plumbungan Indah

Plumbungan Indah (5)

Jenawi (LENTERA)- Lingkungan Ignatius de Loyola Plumbungan Indah mengadakan rekoleksi umat lingkungan di Kawasan Gereja Animasi Santo Julius Jenawi, Minggu, (17/11). Tema yang diangkat adalah “Peningkatan Partisipasi Hidup Menggereja”. OMK Lingkungan Ignatius yang dikoordinir oleh Saudara Widhi menjadi fasilitator dan penggerak kegiatan rekoleksi yang diikuti oleh 153 orang peserta yang terdiri dari elemen PIUD, PIA, PIAR, PIOM, PIOD dan PIUL.

Pada pukul 08.00, sesi pertama dimulaidengan kegiatan pengarahan dan menyanyikan lagu-lagu pujian sehingga peserta semakin hangat dan akrab satu dengan yang lain. Pada sesi kedua, peserta dibagi menjadi kelompok orang tua, dan kelompok anak-remaja.

Bapak Supriwidodo memandu kelompok orang tua mengangkat “Keluarga Mini” yang berdasarkan Ensiklik Familiaris Consortio tentang panggilan keluarga yang merupakan panggilan Gereja, untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan Kasih. Keluarga adalah gereja mini yang memiliki tugas mewartakan kasih Allah melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Gereja maupun masyarakat.

Kelompok remaja dan anak-anak didampingi olehKristin dan Widhi juga mendorong anak remaja berpartisipasi aktif dalam hidup menggereja dengan materi yang disampaikan dengan cerita, gim ringan dan menyanyikan lagu rohani.

Sesi ketiga, Romo Yohanes Ngatmo mengawali materinya dengan menceritakan pengalaman hidup di dalam keluarga. Romo mengajak agar habitus doa dan baca kitab sucidalam keluarga mulai ditegaskan kembali agar orang tua dan anak semakin akrab dengan kebiasaan.

Kebiasaan tersebut sangat relevan untuk membendung gempuran tantangan zaman di era Milenial yang sangat sekular, yang menjauh dari Tuhan. Romo Ngatmo mengajak kelurga untuk mencetak keluarga yang militan dan kompeten. Kegiatan rekoleksi ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Ngatmo.

Related Posts

  • 83
    Segenap umat Katolik yang terkasih, Konferensi Waligereja Indonesia menyelenggarakan sidang tahunan pada tanggal 6-16 November 2017 di Jakarta. Sidang dimulai dengan hari studi yang mengangkat tema Gereja Yang Relevan dan Signifikan: Panggilan Gereja Menyucikan Dunia. Tema tersebut diolah dengan mendengarkan masukan para narasumber, didalami dalam diskusi kelompok, dipaparkan dalam rapat pleno, dan dilengkapi dengan catatan…
    Tags: dan, yang, dengan, di, untuk, dalam, gereja
  • 81
      Ungkapan menjadi Gereja yang relevan dan signifikan sebenarnya bukanlah ungkapan yang baru. Dalam Arah Dasar Gereja Keuskupan Agung Semarang 2010-2015, kalimat ini menjadi semboyan yang kerap didengungkan. Lalu, bagaimana dengan Gereja Santa Perawan Maria di Fatima menghidupinya sampai sekarang. Menilik kembali makna signifikan dan relevan, kita bisa merenungkan sampai sejauh mana Gereja paroki kita memperjuangkannya.…
    Tags: dan, yang, gereja, dalam, dengan
  • 76
    11 Februari 2010 Saudara-saudari terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-18  dirayakan di Basilika Vatikan pada tanggal 11 Februari  dengan liturgi peringatan Bunda Maria dari Lourdes. Selain bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Lembaga Dewan Kepausan untuk Tenaga Pelayanan Kesehatan (DKTPK) alasan lain adalah untuk bersyukur kepada Tuhan atas pelayanan DKTPK selama ini di bidang pastoral pelayanan…
    Tags: yang, dan, untuk, dengan, dalam, di