Engkaulah Sahabatku

tangan-yesus

“Sahabat itu seperti bintang. Dia memang tidak selalu kelihatan, tetapi dia selalu ada untukmu”.
Kita beradadalam masa Adven; masa di mana kita mempersiapkan diri dengan penuh harapan akan kelahiran Sang Juru Selamat. Dialah Yesus Kristus. Dialah Sang Sahabat yang selalu ada untuk kita manusia. kehadiranNya membawa warta keselamatan, bahkan Dia sendirilah keselamatan itu sendiri. Dialah yang mengumpulkan manusia dalam kesatuan kasih Allah. Dia sendiri adalah Allah yang menyapa manusia (Yoh 1:1).

Kehadiran Yesus Kristus menjadikan umat manusia mengenal Allah. Dan, Yesus yang memperkenalkan Allah itu menyapa kita sebagai sahabat-Nya (Yoh 15:14). Artinya, dari pihak Allah, Dia berkenan memandang manusia sebagai “sesamaNya” (Bdk. Kej 1: 26-27)

Menjadi amat jelas bagi kita bahwa Allah berkenan memilih manusia sebagai sahabat-Nya. Dia berkenan mengangkat kita sebagai yang dikasihi, yang dirindukan dan yang berkenan kepada-Nya. Pertanyaaan kita adalah: apakah kita bisa dan sanggup menjadi sahabat Allah? Apakah kita selalu ada bagi Allah?

Banyak kegiatan yang dapat kita lakukan sebagai ungkapan ataupun perwujudan bahwa kita setia dalam persahabatan dengan Dia. Dalam hal kerohanian kita banyak berdoa, berkumpul dan beribadat, mengadakan Ekaristi, doa rosario, pendalaman-pendalaman. Dengan tekun dan penuh semangat, kita membuatnya. Kita juga mengupayakan penyucian diri dengan melakukan rekonsiliasi atau sakramen tobat. Kita bersyukur semuanya menjadi persembahan kepadaNya. Kita bisa membuat semuanya itu yang merupakan persembahan yang harum dan berkenan kepadaNya.

Banyak hal pula yang kita lakukan kepada saudara-saudara kita yang belum beruntung, atau sedang dalam penderitaan atau perjuangan. Kita melakukan bedah rumah. Kita menyumbang air bersih kepada saudara-saudara yang berada di daerah kekeringan. Kita secara kelompok ataupun pribadi mengadakan kunjungan ke Rumah Sakit. Kita mengadakan lawatan ke Lembaga Pemasyarakatan. Kita mengadakan bakti sosial. Kita membagi-bagikan sembako. Kita mengadakan pengobatan gratis. Kita bersama masyarakat kampung mengadakan bersih-bersih lingkungan. Dan masih banyak hal kita buat sebagai bentuk perwujudan iman kita sebagai sahabat-sahabat Yesus (bdk. Mat 10: 42).

Sekali lagi kita bersyukur atas semua itu. Roh Kudus berkenan menggerakkan kita untuk melayani saudara-saudara kita yang memerlukan. Kita selalu ada untukMu. Marilah kita melanjutkan semuanya itu. Bahkan, marilah kita menggandeng siapapun untuk semakin menjumpai Dia yang nyata bagi kita, yakni pada diri mereka yang kita layani dengan penuh kasihi.

Ada sekilas kata yang terucap dalam hati si miskin, “ Aku tidak punya sesuatu untuk kusumbangkan demi kehidupan bersama ini. Adanya, aku ini selalu merepotkan saja. Hidupku selalu ditopang orang lain. Setiap aku menerima uluran kasih teman-temanku, hatiku hancur. Seakan bukan kasih yang aku terima. Aku merasa terhina. Seakan-akan teman-teman memandangku dengan kasihan. Aku malu!!!” Maka dia pun mulai pelan-pelan mundur, menjauh dari segala kegiatan bersama. Sampai saatnya, suatu hari ada yang berkunjung ke rumahnya. Mereka bertemu. Seperti biasanya mereka mulai bicara, ngrumpi dan cerita sana-sini. Dan, sampailah mereka pada masalah yang pribadi. Teman itu bertanya kenapa dia tidak muncul lagi dalam kegiatan. Mulailah ia mengungkapkan seluruh rasa rendah diri, minder dan rasa malu yang menyelimuti perasaannya. Dia merasa tidak berdaya. Dia semacam lumpuh dalam kesempurnaan raganya.

Teman itu mendengarkan dengan sabar dan penuh perhatian. Pada akhirnya teman itu berbisik: “Sobatku, kita ini sama-sama berjuang. Harta-kekayaan ataupun ketidak-berdayaan itu adalah ujian bagi kita. Semua akan berlalu. Imanlah yang akan diperhitungkan Tuhan. Ayo kita bangkit. Kita mempunyai kaki untuk berdiri dan bergerak. Kita mempunyai tangan untuk menolong. Kita mempunyai bibir untuk berbagi suka cita dengan tersenyum. Kita mempunyai hati dan pikiran untuk mengubah hidup kita. Kekayaan inilah yang mungkin akan dicatat oleh Tuhan”.

Demikianlah sahabat-sahabat Yesus Kristus. Mari kita saling membangkitkan semangat hidup yang sungguh membawa pembaharuan. Menjadi sahabat yang saling percaya dan juga saling terpercaya. Sahabat selalu ada, walaupun kadang tidak terlihat.

 

.

Yohanes Ngatmo, Pr

Related Posts

  • 100
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 100
    PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) DAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) Tahun2016 "HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT, YAITU KRISTUS, TUHAN, DI KOTA DAUD" (Lukas 2:ll)   Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia, Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita.…
    Tags: kita, dan, yang
  • 95
    Salam jumpa , Berkah Dalem ! “ Sejatinya setiap manusia diciptakan serupa dengan citra Allah sendiri, masing masing dianugerahi talenta , kemampuan serta kelebihan . Perbedaannya adalah terletak pada pribadi masing masing, bagaimana kearifan dan kebijaksanaan kita dalam menggunakan dan menggandakan talenta tersebut sehingga mampu menghasilkan buah, mendatangkan kebahagiaan dan bisa menjadi berkat untuk diri…
    Tags: kita, yang, dan