Tahun 2020: Menjadi Pribadi Yang Transformatif

tranformatiff

Peristiwa hadirnya Tahun Baru 2020 merupakan rahmat dari Tuhan. Ini merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk melangkah dan bekerja demi kebaikan hidup bersama. Secara khusus kita diajak untuk memasuki Tahun Baru ini dengan mewujudkan fokus pastoral KAS: “Umat Katolik yang Transformatif”. Dengan “Umat Katolik” dimaksudkan setiap pribadi dan kita semua yang telah dibaptis secara katolik atau telah diterima di dalam Gereja katolik (bdk. kanon 204 Kitab Hukum Kanonik [KHK]). Berkat pembaptisan itu kita menerima rahmat istimewa, yaitu:

Dipersatukan dengan Kristus. Dengan persatuan/persekutuan ini kita menjadi anak-anak Allah, ahli waris Allah, karena pengampunan dan penebusan oleh Yesus Kristus, serta dilibatkan dalam tiga tugas Kristus sebagai Imam [menguduskan], Nabi [mewartakan], dan Raja [memimpin] (lih. Rom 8,17; 1Kor 6,19; 2Kor 5,17; 2 Ptr 1,4. (Bdk. Katekismus Gereja Katolik [KGK] 1263 & 1265).

Dipersatukan dengan Gereja. Dengan persatuan/persekutuan ini kita menjadi anggota Gereja dan terlibat atau berpartisipasi dalam perutusan Gereja di dunia, yakni mewartakan Injil Sukacita kepada segala makhluk (lih. Mrk 16,15; Ef 4,25. Bdk. KGK 1267).

Rahmat istimewa tersebut bersifat personal – individual (pribadi) dan sekaligus komunal – eklesial (kegerejaan). Baik secara personal/pribadi maupun komunal/bersama, kita dipanggil untuk semakin kuat bersatu dengan Kristus dan Gereja-Nya. Tentu saja gerak kedalam (ad intra) ini membawa serta panggilan untuk bergerak keluar (ad extra), yang tidak lain adalah perutusan mewartakan Injil kepada segala makhluk (missio).

Mengenai hal ini, Dekret Konsili Vatikan II tentang Perutusan Gereja (Ad Gentes) menyatakan: “Dalam situasi zaman sekarang, yang menimbulkan keadaan serba baru umat manusia, Gereja – garam dunia dan terang dunia [lih. Mat 5,13-14] – dipanggil secara lebih mendesak untuk menyelamatkan dan membarui semua ciptaan, supaya segala sesuatu dibarui dalam Kristus, dan supaya dalam Dia orang-orang merupakan satu keluarga dan satu Umat Allah” (AG 1). Demikian menjadi jelas bahwa tujuan perutusan Umat Katolik mewartakan Injil tidak lain supaya kasih dan keselamatan Allah dalam dan melalui Yesus Kristus menjangkau semua orang, lintas batas.

Demi mencapai tujuan tersebut umat katolik mesti menampakkan jati dirinya “menjadi pribadi yang transformatif”. Istilah “transformatif” ini sudah dimunculkan dalam Tema Ardas KAS 2016-2020: “Membangun Gereja yang insklusif, inovatif, dan transformatif demi terwujudnya peradaban kasih di Indonesia”.

Apa yang dimaksudkan “menjadi pribadi yang transformatif”? Yang dimaksudkan adalah bagaimana Umat Katolik dapat menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa berubah hingga berbuah berkah yangmelimpah. Hal ini ditempuh dengan senantiasa berbenah: melakukan yang baik dan yang lebih baik. Maka “menjadi pribadi yang transformatif” tidak lain berarti menjadi pribadi yang senantiasa berubah dengan berbenah hingga berbuah berkah.

Belajar dari Zakheus dalam Lukas 19,1-10 dan dari Paulus dalam Galatia 2,15-21, dapatlah kita katakan bahwa pribadi yang transformatif adalah dia yang terbuka untuk perubahan: siap untuk diubah, siap untuk berubah, dan siap untuk mengubah. Zakheus dan Paulus adalah contohnya. Perjumpaan mereka dengan Yesus telah mengubah diri dan orientasi/arah hidup mereka. Zakheus yang tadinya tamak dengan harta, berubah menjadi pribadi yang murah hati dengan membagi-bagikan miliknya kepada yang berkekurangan. Paulus (Saulus) yang tadinya anti Kristus dan penganiaya jemaat, berubah menjadi pengikut Kristus dan bahkan menjadi pengajar iman akan Yesus Kristus.

Dari pengalaman kedua tokoh kita ini nampak bahwa perubahan kedalam diri (transformatio ad intra) membawa serta perubahan keluar kepada orang lain dan lingkungannya (transformatio ad extra). Transformasi ini akan terjadi juga dalam diri kita manakala perjumpaan dan iman kita kepada Yesus Kristus berdaya ubah terhadap orang lain dan lingkungan kita masing-masing. Salah satu wujud konkret terjadinya perubahan tersebut adalah terciptanya kehidupan bersama yang diwarnai oleh persaudaraan, dimana masing-masing menjadi sahabat bagi semua. Keadaan ini sangat sesuai dengan harapan yang terungkap dalam Deklarasi Persaudaraan yang telah disepakati oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed Al-Tayeb, di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019.

Saya mengajak dan mendorong Anda semua untuk menjadi pribadi yang transformatif, pribadi yang selalu berubah dan berdaya ubah, demi terwujudnya peradaban kasih di Indonesia tercinta ini.

Dikutip dari Pesan Kegembalaan Uskup Keuskupan Agung Semarang
Menutup Tahun 2019 dan Menyambut Tahun Baru 2020

Related Posts

  • 86
    Tahun baru, perhatian pastoral yang baru pula Pada akhir tahun 2019 lalu, lewat Surat Gembalanya, Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyapa kita dan menyemangati kita untuk memberi perhatian secara lebih pada soal umat Katolik yang bertransormasi. Bapak Uskup salanjutnya memberikan arahan demikian, “. . . . hadirnya tahun baru 2020 merupakan rahmat Tuhan. Ini merupakan suatu kesempatan…
    Tags: yang, dan, dengan, dalam, menjadi, ini, gereja, untuk, katolik, kita
  • 79
    Dibacakan/diterangkan hari Sabtu-Minggu, 21-22 Januari 2017 “Menghadirkan Gereja Yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif dalam Masyarakat Multikultural” Saudari-saudaraku yang terkasih, Kita semua bersyukur memasuki tahun kedua Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang (ARDAS KAS) 2016-2020. Tema pelayanan pastoral tahun 2017 adalah “Menjadi Gereja yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif yang Hidup Bergairah dalam Masyarakat Multikultural”. Tema ini berbingkai…
    Tags: yang, dan, dalam, kita, kristus, dengan, untuk
  • 78
    ROH TUHAN GERAKKAN MISI Saudara-saudari terkasih, Tahun lalu, kita telah merenungkan dua aspek panggilan Kristiani: seruan “keluar dari diri kita sendiri” untuk mendengarkan panggilan Tuhan, dan pentingnya komunitas gerejawi sebagai tempat istimewa di mana panggilan Tuhan lahir, tumbuh dan berkembang. Sekarang, pada Hari Doa Panggilan Sedunia ke-54 ini, saya ingin merenungkan dimensi misioner panggilan Kristiani.…
    Tags: dan, yang, kita, untuk, dengan, ini