Transformasi Adalah Perlu, Selanjutnya?

Tahun baru, perhatian pastoral yang baru pula
Pada akhir tahun 2019 lalu, lewat Surat Gembalanya, Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyapa kita dan menyemangati kita untuk memberi perhatian secara lebih pada soal umat Katolik yang bertransormasi. Bapak Uskup salanjutnya memberikan arahan demikian, “. . . . hadirnya tahun baru 2020 merupakan rahmat Tuhan. Ini merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk melangkah dan bekerja demi kebaikan hidup bersama. Secara khusus kita diajak untuk memasuki tahun baru ini dengan mewujudkan fokus pastoral KAS: Umat Katolik yang Transformatif” . .. . . saya mengajak dan mendorong Anda semua untuk menjadi pribadi yang transformatif, pribadi yang berdaya ubah, demi terwujudnya peradaban kasih di Indonesia tercinta ini.”

Dua hal sebagai kesatuan
Dua hal perhatian sebagai kesatuan perhatian kita adalah: umat Katolik dan transformasi. Kita mencoba mencermatinya dari awal: Umat Katolik. Siapa dan mengapa? Umat Katolik adalah setiap pribadi dan kita semua yang telah dibaptis secara Katolik atau telah diterima di dalam Gereja Katolik. Hukum Gereja menyebutkan:“Kaum beriman kristiani ialah mereka yang, karena melalui baptis diinkorporasi pada Kristus, dibentuk menjadi umat Allah dan karena itu dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas imami, kenabian dan rajawi Kristus, dan sesuai dengan kedudukan masing-masing, dipanggil untuk menjalankan perutusan yang dipercayakan Allah kepada Gereja untuk dilaksanakan di dunia. (kan. 204).

Dikatakan bahwa kita diinkorporasikan, atau dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus; yang olehnya kita menjadi anak-anak Allah, menjadi ahli waris hidup surgawi. Sebagaimana Tuhan Yesus diurapi dengan Roh Kudus, kitapun yang dibaptis diurapi untuk selanjutnya dilibatkan dalam tri-tugas Kristus Yesus: menjadi imam (menguduskan), menjadi nabi (mewartakan) , dan menjadi raja (memimpin, mempersatukan) lihat 2 Petrus 1:4. Selain dipersatukan dengan Tuhan Yesus, orang yang dibaptis pun dipersatukan dengan Gereja. Dengan persekutuan ini kita menjadi anggota Gereja dan terlibat atau ambil bagian lam tugas-perutusan Gereja di dunia, yakni turut mewartakan Injil kepada segala makhluk. (Mark. 16:15).

Persatuan Kristus dengan aku, adanya persatuan pribadi atau individual ini tidak terlepas dengan upaya menyatukan aku dengan GerejaNYA. Menyatu dengan Gereja artinya, aku mesti terlibat dalam kasih-persaudaraan antar warga Gereja yang terbangun secara terus-menerus; selanjutnya dipanggil untuk turut mengemban perutusan, yang juga ditanggung oleh Tuhan Yesus. Dia datang atau dilahirkan (ingat dengan perayaan Natal yang baru saja berlalu), Ia datang ke dunia untuk menjadi Penebus, menyelamatkan manusia; agar kasih dan penyelamatan Allah Bapa menjangkau semua orang.

Apa itu umat Katolik bertransformasi?
Fokus pastoral dibuat bukan untuk menggantikan fokus pastoral tahun sebelumnya, tetapi untuk memperluas jangkauan pastoral sesuai dengan kebutuhan dan situasi pastoral. Apa yang menjadi fokus pastoral tahun-tahun sebelumnya tetap dilanjutkan, namun ditambahkan fokus pastoral yang baru, kiranya masih ingat bahwa perhatian pokok umat KAS tahun 2019: Umat Allah KAS mewujudkan kesejahteraan umum dalam masyarakat multikultural. Bandingkan fokus pelayanan Gereja KAS, dengan yang dipilih untuk tahun 2020 ini, yakni umat yang bertransformasi. Gerak keluar, turut mewujudkan kesejahteraan umum, andaikan itu telah terlaksana, di tahun 2020 ini dilanjutkan. Gerak yang dilanjutkan dan disebut sebagai lebih luas adalah di tahun ini pengolahan aspek hidup pribadi atau internal (mulai) digarap. Pengolahan hidup internal ini diistilahkan dengan transformasi. Apa itu?

Ditilik dari akar katanya, trans-formasi berasal dari kata dasar’trans’ &‘form’. Trans: melintasi dari satu sisi ke sisi lainnya (across), atau melampaui (beyond). Form: bentuk. Dalam perkara ini kata transformai dimaksudkan sebagai perubahan bentuk yang lebih dari ataumelampaui perubahan bungkus luar saja. Kalau kata tersebut ditujukan bagi hidup rohani, dan lebih khusus yakni hidup kristiani, maka dalam hal ini bertransformasi berarti dalam bimbingan Roh Kudus, seseorang mengupayakan perubahan dari kehidupan yang bertentangan dengan Allah (kehidupan dalam dosa) ke dalam kehidupan yang harmonis (berdamai) dengan Allah sesuai dengan tujuan Allah atas hidup seseorang. Perubahan dalam hal ini dimaksudkan sebagai perubahan yang berdampak positif bagi kehidupan pribadi dan bagi masyarakat luas (dkl. Menjadi berkat bagi masyarakat luas). Bahasa ringkasnya, bertransformasi berarti berubah dengan berbenah supaya berbuah berkah.

Sebagai contoh, adalah apa yang dialami tokoh Kitab Suci, misalnya Zakeus (Lukas 10: 1-15); demikian pula tokoh Paulus. Dari dalam diri para tokoh itu, terjadi terlebih dahulu per-ubahan (atau lebih terpat disebut pertobatan di hadapan Tuhan Yesus). Selanjutnya contoh perubahan yang terjadi langkah bersama adalah pengalaman Gereja Katolik sendiri, selama dan setelah menyelenggarakan Konsili Vatikan ke-2 tahun 1963-1965. Di dalamnya kentara sekali bagaimana “transformasi” yang dimaksud juga mengandung unsur mengubah, menjadikan lebih baik lingkungan sekitarnya (lingkungan Gereja dan Masyarakat) melalui keterlibatan dalam aneka macam bentuk. Mengapa bertransformasi? Transformasi yang dikehendaki KAS bukanlah ajakan, panggilan dan tugas tetapi menjadi hakekat dan jatidiri Gereja, yang siap diperbarui dalam hidup dan dalam perutusannya agar semakin menunjukkan sakramentalitasnya. Artinya dia / Gereja (dalam kuasa Tuhan Yesus) dimampukan turut menjadi menjadi tanda dan sarana penyelamatan bagi semua manusia. Jadi, bertransformasi itu memang perlu. Selanjutnya?
Secara lebih nyata
Demi mencapai tujuan tersebut umat katolik mesti menampakkan jati dirinya “menjadi pribadi yang transformatif”, umat Katolik dapat menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa berubah hingga berbuah berkah yangmelimpah. Hal ini ditempuh dengan senantiasa berbenah: melakukan yang baik dan yang lebih baik. Dalam lingkup praktis dapat diupayakan hal-hal berikut ini:
1. Umat Katolik semakin mendalam, tangguh, dan misioner iman dan hidupnya. Kalau yang no. 1 ini masih kurang jelas, ya lihat nomer berikut ini.
2. Semakin aktifnya setiap keluarga untuk menghidupi tradisi –tradisi Kristiani (berdoa, berdevosi, beribadat, berkumpul, membaca kitab suci).
3. Semakin guyubnya lingkungan yang ditandai dengan banyaknya umat lingkungan yang terlibat dalam aneka kegiatan lingkungan.
4. Semakin majunya paroki karena banyaknya umat yang terlibat secara aktif da nkreatif-inovatif dalam aneka pelayanan dan kebutuhan pastoral paroki.
5. Semakin berkembang penggembalaan Gereja dalam bidang liturgi, pewartaan, paguyuban, dan pelayanan.

Sragen, 10 Januari 2020
M Sapta Margana

Related Posts

  • 86
    Peristiwa hadirnya Tahun Baru 2020 merupakan rahmat dari Tuhan. Ini merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk melangkah dan bekerja demi kebaikan hidup bersama. Secara khusus kita diajak untuk memasuki Tahun Baru ini dengan mewujudkan fokus pastoral KAS: “Umat Katolik yang Transformatif”. Dengan “Umat Katolik” dimaksudkan setiap pribadi dan kita semua…
    Tags: dan, yang, menjadi, dengan, ini, dalam, kita, untuk, katolik, gereja
  • 81
    “Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu:berilah dirimu didamaikan dengan Allah” (2 Kor 5:20). Saudara-saudari terkasih, Pada tahun ini, sekali lagi Tuhan menganugerahi kepada kita saat yang penuh rahmat untuk mempersiapkan diri merayakan misteri agung wafat dan kebangkitan Yesus dengan hati yang dibarui. Dialah batu penjuru hidup Kristiani baik pribadi maupun…
    Tags: yang, kita, dan, dalam, dengan, untuk, ini
  • 79
    SURAT GEMBALA KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG HARI MINGGU HAK 2018 Dibacakan atau diterangkan pada Sabtu – Minggu, 20 – 21 Januari 2018 “Menghadirkan Gereja Yang Inklusif, Inovatif danTransformatif demi Terwujudnya Peradaban Kasih bagi Masyarakat yang Sejahtera, Bermartabat dan Beriman melalui Dialog Interreligius dan Ekumenis” Saudari-saudaraku yang terkasih. Salam sejahtera dan berkah Dalem. Kita semua…
    Tags: dan, yang, dalam, untuk, kita, dengan, ini, umat