Bertobat, Terlibat dan Berbuah Berkat

Umat Katolik saat ini memasuki masa Prapaskah dimana seluruh umat melaksanakan puasa dan pantang selama 40 hari. Masa puasa dan pantang diawali pada perayaan Rabu Abu, jatuh pada tanggal 26 Febuari 2020 dan kita semua akan menerima abu didahi sebagai lambang pertobatan.

Dalam masa Prapaskah umat hendaknya membangun sikap hidup dalam tobat dan mati raga, agar kita semua pantas dan layak serta siap merayakan misteri Paskah yakni Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus Kristus. Adapun tema APP 2020 Keuskupan Agung Semarang adalah “Bertobat, Terlibat dan Berbuah Berkat”.

Sebagai orang Katolik akan melakukan puasa dan pantang selama 40 hari, seperti halnya Tuhan Yesus juga berpuasa selama 40 hari 40 malam di padang gurun sebelum memulai pewartaanNya ( Mat 4:2). Yang menjadi pertanyaan kita yakni apakah puasa dan pantang dijalankan dengan baik atau sekedar melaksanakan kewajiban? Ada yang berpendapat bahwa puasa yang kita lakukan sekarang ini banyak yang semu, sekedar melakukan kewajiban, supaya diperhatikan orang, atau supaya mendapat pujian, dsb.

Pada umumnya orang mengira kalau kita berpuasa dan pantang, Tuhan pasti akan memberi pujian dan anugerah; padahal yang semestinya adalah kita melaksanakan puasa dan pantang agar kita bisa membangun sikap pertobatan, karena dengan bertobat dan mati raga, kita diharapkan semakin dekat atau berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan dengan penuh syukur, tulus, iklas, rendah hati dan penuh cinta kasih.

Puasa tidak hanya mengekang hawa nafsu dan amarah tetapi kita harus betul – betul bisa membuka hati untuk semakin peduli kepada sesama kita yang membutuhkan. Yang sering kita jumpai kita ini kadang hanya mementingkan hal – hal yang lahiriah; namun Tuhan melihat apa yang ada dalam hati orang dan tentu saja Tuhan tidak bisa ditipu dengan cara apa saja.

Bagi Tuhan, puasa itu harus disertai dengan tindakan yang nyata yaitu bisa melepaskan penderitaan sesama, meringankan beban orang lain dan mau berbagi kepada saudara saudari kita terutama yang KLMTD.

Tuhan mengingatkan kepada kita tentang puasa yang semu “ Dengan caramu berpuasa sekarang ini, suaramu tidak akan didengar ditempat tinggi “ (Yesaya 58 : 4). Puasa dan pantang harus benar – benar merupakan bentuk dan wujud pertobatan, membaharui hidup dari manusia lama menjadi manusia baru.

Masa Prapaskah menjadi kesempatan untuk menyangkal diri, memanggul salib, mempersembahkan korban dan terlebih mengikuti jejak Yesus Kristus, yang senantiasa rendah hati, tidak memegahkan diri dan selalu berani berkorban dan mau melayani dengantulus hati. Semua itu kalau dilaksankan dengan sungguh – sungguh tentunya akan berbuiah berkat. Sehingga kita semua layak untuk dihadapanNya.

Ibu Tri Warso

Related Posts

  • 89
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit…
    Tags: yang, dan, kita
  • 87
      Pembaca LENTERA terkasih, bagaimana kabar anda hari ini ? Semoga semuanya terasa indah dalam naungan dan berkat Tuhan, setiap usaha dan rencana senantiasa berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Nah ngomong ngomong nih, apakah anda suka berjalan-jalan ke tepi pantai, memandang birunya laut dengan ombak putih yang…
    Tags: kita, dan, yang, dengan
  • 84
    PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) DAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) Tahun2016 "HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT, YAITU KRISTUS, TUHAN, DI KOTA DAUD" (Lukas 2:ll)   Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia, Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk…
    Tags: kita, dan, yang