Frater Kurnia
Frater Antonius Abas Kurnia Andrianto
Bagaikan Bejana Siap Dibentuk…..
Nama : Fr. Antonius Abas Kurnia Andrianto
TTL : Kulon Progo, 25 Januari 1985
Paroki Asal : St. Theresia Lisieux Boro
Riwayat Pendidikan :
1990 – 1996 : SD Pangudi Luhur I Boro
1996 – 1999 : SMP Pangudi Luhur I Boro
1999 – 2003 : Seminari Menengah St.Petrus Canisius Mertoyudan
2003 – 2004 : Tahun Orientasi Rohani (TOR) Seminari Sanjaya Jangli, Semarang
2004 – 2008 : Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta
(Studi S1 Teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti Yogyakarta)
2008 – 2009 : Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang
2009 – : Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki St. Perawan Maria di Fatima Sragen
Hidup manusia semata-mata adalah anugerah Allah. Manusia lahir, hidup, tumbuh, dan berkembang semuanya itu semata-mata karena berkat kasih perlindungan Allah. Manusia dapat mengusahakan kesehatan dengan berolahraga, mengatur pola makan, mengatur pola hidup dan gaya hidup, tetapi sehat itu sendiri adalah suatu anugerah. Sama halnya dengan seorang insomnia yang kesulitan untuk tidur, ia tidak dapat menciptakan tidur. Namun, ia dapat melakukan sesuatu. Ia dapat berbaring dan memejamkan mata dengan harapan bahwa tidur itu akan dianugerahkan kepadanya. Menyadari hal ini, manusia semakin dibantu untuk sadar bahwa di dalam hidupnya dan segala apa yang terjadi di dalamnya, di satu sisi semua itu adalah anugerah Allah yang diberikan secara cuma-cuma dan di sisi lain adalah usaha manusia untuk menanggapi tawaran kasih Allah itu.
Selama 1 tahun ke depan, per 15 Juli 2009 s.d 15 Juli 2010, di Paroki St. Perawan Maria di Fatima Sragen akan tinggal seorang frater, calon imam Diosesan Keuskupan Agung Semarang, yaitu Frater ANTONIUS ABAS KURNIA ANDRIANTO. Nama yang diberikan oleh orangtuanya itu mengingatkan frater ini untuk senantiasa menyadari kasih karunia Allah yang selalu menyertai dan mendampingi dalam keseluruhan hidupnya. Kesadaran akan kasih setia Allah inilah yang akhirnya membawanya untuk senantiasa mengusahakan hidup dan hati yang penuh syukur. Hidup yang penuh syukur, yang dijalani dengan kesabaran, ketekunan, dan kesetiaan itulah yang membawa, mengantar, dan mengawal hari-hari hidup frater ini hingga tiba di Paroki Sragen.
Hidup adalah karunia Allah yang harus dijalani dengan setia. Kesetiaan itu pulalah satu-satunya harta terbaik yang ingin dipersembahkan Fr. Kurnia kepada Tuhan dengan pilihan hidup sebagai seorang imam. Mengambil semangat (spiritualitas) dari para samurai , frater ini berniat untuk hidup bagi Tuhan dan Gereja dengan semangat kesetiaan dan totalitas, kendati kadang juga tersandung dan terjatuh.
Menjadi sebuah harapan yang indah bagi Fr. Kurnia bahwa pada saatnya nanti, Tuhan mengizinkannya untuk menjadi imam, mampu menjadi berkat dan pengantara berkat Tuhan bagi orang-orang yang dilayaninya, serta mampu menghidupi imamat sebagai sebuah anugerah yang akan dijunjung dan dihormatinya sepanjang hidupnya. Berdasar harapan itu, Fr. Kurnia memohon kepada seluruh umat Paroki St. Perawan Maria di Fatima Sragen untuk mendukung dan membantunya selama menjalani tugas belajar berpastoral selama 1 tahun di tempat ini.
Fr. Kurnia menyadari bahwa masih ada banyak hal dari dirinya yang perlu untuk diolah, dikembangkan, dan dimatangkan kembali, baik mengenai kehidupan pribadi maupun kehidupan rohaninya, sebelum akhirnya dengan berani dan mantap melanjutkan studi Teologi di Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan. Oleh sebab itu, sebagaimana bejana yang siap dibentuk, Fr. Kurnia pun bersedia untuk ditempa dan diasah, lagi dan lagi, hingga akhirnya matang dan siap untuk hidup bagi Tuhan dan hidup bersama Tuhan; untuk bekerja bagi Tuhan dan bekerja bersama Tuhan. Mohon dukungan doa dari seluruh umat bagi niat dan usaha Fr. Kurnia ini.*** (AKA)


Comments
No Comments
Leave a reply
You must be logged in to post a comment.