FKPK Sragen terima kunjungan GASIKA Kediri

Mageru (LENTERA) – Selama 2 hari, FKPK (Forum Komunikasi Pelajar Katolik) Sragen mendapat kunjungan dari GASIKA (Gabungan Siswa- Siswi Katolik) Kediri, Sabtu – Minggu (23-24/5). Kegiatan yang dilaksanakan di SD Santo Fransiskus itu diikuti sekitar 50 orang. Dari GASIKA Kediri sendiri didampingi oleh Frater Tri Wamo dan Ibu Issri tiba di Sragen sekitar pukul 17.00 WIB.

Bertempat di aula SD Santo Fransiskus Sragen, acara diawali dengan acara perkenalan dan pembagian kelompok. Anehnya, nama kelompok terdiri dari Srinthil, Lethong, Gamping, Larahan dan EM4. Panitia memilih nama-nama tersebut karena merupakan bahan untuk membuat pupuk. Setelah berkenalan, tiap kelompok diberi selebaran yang berisi soal-soal tentang matematika dan agama. Di sini tiap kelompok dituntut kreativitas dan kekompakannya dalam mengerjakan soal, sebab hanya diberi waktu 5 menit saja. Tiap peserta terlihat antusias saat berdiskusi, tanpa disadari waktu telah habis. Setelah beberapa saat melakukan penilaian, akhirnya salah satu panitia mengumumkan pemenangnya, dan kelompok yang mendapat juara pertama dipersilahkan untuk mandi terlebih dahulu, kemudian disusul juara berikutnya. Dan yang unik lagi, mandi pun dihitung waktunya, hal ini dilakukan agar tiap peserta belajar untuk tidak memikirkan diri sendiri dan mau peduli dengan peserta dari kelompok lain.

Setelah semua peserta selesai mandi, acara selanjutnya adalah makan malam. Tergambar kebersamaan diantara pelajar dari Kediri dan Sragen. Sekitar pukul 20.00 WIB semua peserta bersama- sama menuju Gereja Paroki Sragen untuk melanjutkan kegiatan di aula SMP Saverius Sragen. Acara ini diisi dengan presentasi baik dari FKPK Sragen maupun dari GASIKA Kediri. Pada kesempatan ini, FKPK mencoba membagi pengalaman dan proses yang telah dilalui bersama mulai dari berdirinya FKPK hingga sekarang, diantaranya menceritakan awal mula berdiri, tujuan, kegiatan yang dilakukan FKPK Sragen, Peserta dari GASIKA terlihat begitu tertarik dengan presentasi dari FKPK. Sampai saat dibukanya season tanya jawab, banyak peserta yang terlihat begitu antusias memberikan pertanyaan, diantaranya kiat- kiat khusus hingga FKPK masih tetap eksis, cara untuk memperoleh dana, usaha agar anggota FKPK tidak terus berkurang.

GASIKA Kediri pun berkesempatan melakukan presentasi. GASIKA merupakan forum yang masih baru berdiri. Untuk mengajak para pelajar Katolik di Kediri agar lebih aktif dalam kehidupan menggereja. Dan yang menjadi kekhawatiran adalah anggota GASIKA semakin berkurang. Dengan alasan inilah, mereka berniat untuk melakukan temu bareng dengan FKPK Sragen.

Malam itu juga dilanjutkan dengan apresiasi. Dari FKPK Sragen sendiri menyanyikan lagu kebanggaan dari FKPK. yaitu Sahabat Kristus, dan GASIKA menampilkan drama kontemporer, yang dapat mengobati rasa lelah dan mengantuk, karena drama yang ditampilkan begitu lucu. Setelah seluruh serangkaian kegiatan pada hari Sabtu (23/5) selesai, sekitar pukul 23.30, kegiatan ditutup dengan ibadat Taize yang dipimpin oleh Frater Tri Warno.

Esok harinya, dilakukan jalan pagi. Di sini tiap kelompok diberi sebuah karung, tiap peserta diwajibkan mengambil daun- daunan di jalan selama rute perjalanan. Ketika sampai di YAPENAS, semua peserta berkumpul untuk melakukan senam pagi yang dipimpin oleh Robert (GASIKA). Setelah selesai, dilanjutkan perjalanan. Sampai di rumah Mas Adven (anggota FKPK), tepatnya daerah Karangmalang, semua peserta sarapan bersama. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembuatan pupuk. Peserta dari GASIKA terlihat senang dan antusias saat praktek membuat pupuk. Bagi mereka, ini adalah pengalaman yang sangat menarik, karena pembuatan pupuk menggunakan campuran bakteri EM4, ini merupakan hal yang masih asing bagi mereka. Dilanjutkan oleh GASIKA yang kali ini menjelaskan cara menanam anggrek yang dimoderatori oleh Frater Tri Wamo. Tidak kalah antusiasnya, dari FKPK pun juga terlihat senang memperhatikan penjelasan dari Frater Tri. Setelah semua selesai, semua kembali ke SD Santo Fransiskus. Dengan wajah lelah, semua peserta kembali dikumpulkan di aula SD Santo Fransiskus. Di sini Mas Dodhi mencoba membuat kesimpulan tentang kegiatan yang telah dilakukan selama pagi itu.

Sekitar pukul 12.00 WIB diadakan Misa dipimpin oleh Rm. FX. Suhanto, Pr. Dengan rasa kebersamaan dan kehangatan semua dapat memaknai proses yang telah dijalani selama 2 hari. Dengan kesederhanaan, dengan segala kekurangan, mereka belajar apa arti kedewasaan, apa arti menghargai orang lain, dan yang terpenting belajar untuk tidak memikirkan diri sendiri. Proses yang singkat ini, tidak hanya berhenti dengan selesainya acara temu bareng tersebut. Seiring dengan selesainya misa, pukul 13.30 WIB, GASIKA Kediri berpamitan untuk pulang kembali ke Kediri. Dengan penuh kerinduan, dengan rasa kebahagian, FKPK mengantar GASIKA sampai di Gereja Paroki Sragen. Dengan waktu yang singkat, FKPK Sragen dan GASIKA Kediri dapat memahami arti kehangatan sebuah Keluarga. (FKPK)

Be the first to comment

Leave a Reply