Wedangan Patimura 2: “Film 2012 dalam Perspektif Adven”

100_4139Paroki (LENTERA) – Wedangan Patimura 2 edisi Desember 2009 dilaksanakan Minggu (20/12) bertempat di aula SMP Saverius Sragen. Tema yang diambil kali ini adalah “Film 2012 DALAM PERSPEKTIF NATAL” . Tema diangkat untuk menanggapi situasi yang aktual dan hangat di masyarakat. Moderator adalah Sdr. Fajar Riadi dibantu Frater Kurnia mengajak peserta yang hadir untuk berdiskusi dan tukar pendapat.

Sebelum acara dimulai sempat diputar cuplikan film 2012, Sdr. Fajar menyampai­kan sinopsis film yang bercerita tentang munculnya prediksi dari 2 narasumber yakni Pengamatan ilmiah dari ilmuwan India dan Ajaran kuno dari suku Maya. Penyebab Utama ramalan :“Bumi mengalami bencana global sebagai akibat ledakan di Matahari”. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Amerika menggalang kekuatan dengan negara dunia. Mereka membuat bahtera-bahtera modern dari donasi yang diberikan oleh orang kaya di seluruh dunia supaya kelak mereka memperoleh “tempat duduk” jika terjadi bencana. Namun bencana datang/terjadi lebih cepat dari perkiraan yang ada. Dalam kisah ini muncul banyak adegan keputusasaan, ketidakberdayaan, perjuangan tak kenal lelah untuk menyelamatkan keluarga dari seorang penulis buku. Penggunaan uang licik, perjuangan me­nyelamat­kan orang tua.

Peristiwa ini membuktikan reaksi manusia yang begitu beragam atas peristiwa yang sedang terjadi. Mulai dari Tsunami global terjadi sebagai akibat pergeseran kerak bumi ekstrim terjadi pertaruhan hidup yang terjadi yang di luar bahtera berusaha masuk sedang yang di dalam berusaha dan meminta supaya pintu bahtera segera ditutup.

Berdasarkan Analisa Sastra Film ini kaya dengan perspekstif karena memuncul­kan banyak adegan yang dilakukan secara simultan. Aspek efek spesial komputer (badai salju yang menerpa seorang lama di bukit). Perbedaan kadang tidak mempengaruhi respon pada suatu peristiwa yang sama. Model tokoh flat characters dan progressive characters

Berdasarkan analisa Theologis: Ini bukan film Kiamat. Banyak yang masih bertahan yang sangat berbeda dengan prinsip akhir jaman yang tidak ada manusia/makhluk hidup yang bertahan hidup. Kebersamaan dan perhatian lebih penting daripada ambisi dan pekerjaan. Kelebihan tertentu yang dimiliki oleh manusia.Setiap orang memiliki hak hidup dan nilai yang sama. Pentingnya relasi yang baik dengan setiap orang khususnya dengan keluarga sehingga setiap ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bencana global yang menyebabkan ke­musnahan dunia dapat diprediksi (tidak pernah ada yang tau kapan dunia akan berakhir). Pemusnahan bumi tidak akan ada lagi dalam bentuk air karena sudah Tuhan janjikan dan Dia pasti akan menepati (Kejadian 9:12-16). Kesamaan antar agama lebih disoroti selama semua membawa dampak positif. Perbuatan baik dan kemanusiaan adalah segalanya dibanding perbedaan doktrin

Berdasarkan pandangan psikologis Film 2012 yang saat ini marak dan menjadi pembicaraan seluruh orang di dunia khususnya Indonesia juga dapat menimbulkan Efek Psikologis, baik positif maupun negatif.

Beberapa efek Psikologis yang dapat muncul akibat Film 2012 adalah : Ambiguitas Persepsi (muncul banyak persepsi pengacau tentang akhir jaman yang membingungkan). Ambiguitas Nilai Hidup (nilai sosial mana yang harus menjadi landasan sikap). Phobia Bencana (kekhawatiran yang tidak beralasan dan ber­lebihan terhadap kemungkinan muncul­nya Bencana Alam). Phobia Sosial (ketakutan yang berlebihan pada lingkungan dan relasi sosial, menjaga jarak dan bahkan menanam kekayaan sebesar-besarnya). “gampang” menyerah oleh keadaan (ditunjukkan oleh seorang penyiar radio ketika menolak diajak pergi oleh penulis walaupun dia masih punya kesempatan). Selain efek negatif yang muncul, film ini juga menyampaikan sejumlah nilai-nilai Psikologis yang memacu pertumbuhan manusia adalah: Psikologi Komunikasi antar manusia yang bergerak secara efektif. Psikologi Massa. Psikologi Kepemimpinan yang analitis dan obyektif. Kompetisi yang  cerdas, sehat dan jujur. Mengambil kesempatan penuh yang positif dalam situasi genting (Efek motivasi). Keberanian untuk melangkah dan tidak kenal menyerah untuk mencapai impian.

Sedangkan Frater Kurnia pada kesempatan itu menyampai­kan pandangan tentang kiamat dari segi teologi dan kitab Suci. Dipaparkan bahwa dalam Kitab Suci (KSPB), tidak ada satu pun kata “KIAMAT”. Kitab Suci menggunakan istilah “AKHIR ZAMAN”. Kedatangan ANAK MANUSIA yg kedua.

Terminologi Umum: Kiamat: Yaum al Qiyamah (Arab) berarti 1) Kehancuran alam semesta beserta isinya; 2) Hari kebangkitan umat. Akhir zaman: kehancuran alam semesta dan digantikannya dengan zaman baru. Masing-masing tradisi agama mempunyai tekanan pengertiannya sendiri-sendiri.

Akhir Zaman (Eskatologi) dalam Perjanjian Lama: Allah Israel akan menyelamatkan umat-Nya dan menyucikan bumi dari seluruh kejahatan. Sedangkan dalam Perjanjian Baru: Dalam inkarnasi Yesus (kedatangan-Nya yang pertama), pengharapan itu sudah terpenuhi tetapi belum mencapai kepenuhannya.Dalam kedatangan-Nya yang kedua kelak, penyelamatan manusia akan terjadi secara penuh. Penggenapan purna itu masih akan terjadi pada masa datang. Apa yang saat ini baru dinikmati sebagian, nanti pada kedatangan-Nya kembali akan mencapai kepenuhannya. Penggenapan purna itu masih akan terjadi pada masa datang. Apa yang saat ini baru dinikmati sebagian, nanti pada kedatangan-Nya kembali akan mencapai kepenuhannya

Tanggapan atas film 2012 lebih merupakan gambaran akan bencana global. 2012 tidak perlu sampai menggoncang iman. Mengenai 2012, daripada ketakutan mengenai akhir zaman, yang lebih penting adalah melaksanakan pesan Yesus yakni Tuntunan hidup moral yg meyakinkan kepekaan sosial, melestarikan keutuhan ciptaan. (wp2)