Peringati Hari Orang Sakit Se-Dunia ke -18, Tim Paroki Sragen kunjungi pasien di Rumah Sakit & 5 Puskesmas

ceto3Paroki Sragen (LENTERA) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia tanggal 11 Februari selalu diisi dengan kegiatan sosial yakni dengan mengunjungi para pasien yang sedang menderita sakit dan dirawat di Rumah Sakit maupun di Puskesmas. Untuk tahun ini mereka yang dikunjungi oleh Tim Paroki Sragen adalah para pasien yang ada di RSU Mardi Lestari Sragen dan para pasien di 5 Puskemas Kecamatan (Jenar, Tangen, Sukodono, Gesi dan Mondokan) serta mereka yang sakit dan dirawat di rumah.

Dewan Paroki Gereja Katolik Sragen yang terdiri dari Tim Kerja Kesehatan, Tim Kerja Kemanusiaan, Tim Kerja Kerasulan Doa, Persekutuan Doa Padre Pio dan Legio Maria pada Kamis pagi (11/2) sudah berkumpul di Gereja Katolik Sragen. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing rombongan langsung bertolak menuju Puskesmas dan Rumah Sakit yang ditunjuk sesuai dengan tujuan masing-masing. Tugas mereka sama yakni mengunjungi para pasien, memberikan bingkisan kasih, memberi semangat dan mendoakan kesembuhan mereka yang sakit dan dirawat di Puskemas maupun Rumah Sakit.

Ibu Cahyono, salah satu koordinator kegiatan ini mengatakan, berdasarkan data yang masuk, setidaknya ada sekitar 200 orang sakit yang dikunjungi pada hari itu. Pasien itu tersebar di RSU Mardi Lestari Sragen (20 orang), Puskesmas Jenar (13 orang), Puskesmas Tangen (28 orang); Puskemas Sukodono (15 orang); Puskesmas Gesi (4 orang); Puskesmas Mondokan (14 orang), serta orang-orang sakit yang dirawat di rumah sekitar 20 orang lebih (data orang sakit di rumah didapat dari PD. Padreo dan Legio Maria). Masing-masing pasien yang dikunjungi akan diberikan bingkisan kasih yang berupa roti dan minuman kesehatan. Ada sekitar 200 paket yang dipersiapkan oleh panitia.

Romo Paroki Sragen, Rm. Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr bersama rombongannya pun pagi itu juga mengunjungi para pasien yang dirawat di RSU Mardi Lestari Sragen. Kamar demi kamar, rombongan masuk mengunjungi para pasien, menyapa serta memotivasi mereka dan juga mendoakan kesembuhan mereka. Nampak wajah-wajah ceria mereka yang dikunjungi, tidak hanya mereka yang sakit tapi juga keluarga yang menunggu mereka. Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih atas sapaan kunjungan dan perhatian yang telah diberikan. Suasana hangat dan kekeluargaan selalu muncul saat masing-masing pasien mendapat kunjungan.

Kunjungan dan aktivitas yang sama juga dilakukan oleh masing-masing tim yang disebar di tiap –tiap Puskemas yang dikunjungi. Siang hari semua rombongan telah selesai melaksanakan tugas dan berkumpul lagi di Gereja. Kemudian mereka kembali melanjutkan kunjungan ke orang-orang sakit yang dirawat di rumah.

Romo Issri mengungkapkan bahwa Paroki Sragen melaksanakan kegiatan Hari Orang Sakit Sedunia ini sebagai perwujudan perhatian Gereja kepada mereka yang “menderita”. Semangat dasar melakukan kegiatan ini adalah kehidupan Yesus sendiri yang selalu memperhatikan mereka yang menderita, secara khusus yang sakit. Perhatian kepada yang sakit juga merupakan tanggapan atas tugas perutusan Yesus kepada Gereja. Tujuan kegiatan ini lebih sebagai harapan dan semangat untuk selalu berserah diri kepada Tuhan.(dn)