Pertemuan Orangtua Misdinar dengan Pendamping

ceto2Paroki Sragen (LENTERA) – Acara “Temu Orangtua Misdinar” mendapat sambutan yang antusias dari segenap orangtua misdinar. Acara yang diselenggarakan di Aula SMP Saverius pada hari Minggu (07/02) itu dihadiri sekitar 70 orang yang terdiri dari orangtua misdinar, misdinar, dan 3 orang pendamping. Hadir pula dalam acara pertemuan ini para romo Paroki Sragen, yaitu Rm. Issri dan Rm. Djati.

Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam dari pkl. 10:00 – 12:00 itu, berisi mengenai sosialisasi program Tim Kerja Misdinar 2010 – 2012, masukan dari Romo Paroki, dan tanggapan dari para orangtua misdinar. Melalui pertemuan ini, diharapkan orangtua mempunyai perhatian untuk mau mendukung putra-putrinya dalam kegiatan bermisdinar. Sosialisasi program yang akan dilakukan pendamping ini pun sangat berguna untuk menggugah keterlibatan orangtua di dalam kegiatan misdinar maupun dalam pendampingan para misdinar.

Dalam kesempatan ini, ada banyak masukan maupun sharing peneguhan dari para orangtua misdinar. Usulan-usulan itu antara lain, misdinar diharapkan mempunyai buku pegangan untuk menulis kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan, pembagian tugas yang merata untuk masing-masing misdinar, pengenalan Kitab Suci yang semakin baik bagi para misdinar, keaktifan dan ketekunan misdinar di segala tempat, dll. Rm. Djati sendiri mengusulkan supaya dalam misa harian pun ada misdinar yang membantu melayani romo. Hal ini paling tidak akan membantu misdinar untuk semakin terbiasa dengan kegiatan menggereja.

Selaku Pastor kepala paroki, Rm. Issri menegaskan betapa pentingnya kelompok misdinar di dalam pengembangan Gereja ke depan. Banyak orang yang saat ini aktif di dalam kegiatan menggereja, entah sebagai anggota Dewan Harian, Ketua Lingkungan, Prodiakon, dll, biasanya dulunya sudah aktif dalam kegiatan misdinar. Demikian pula banyak orang yang menjalani panggilan khusus sebagai imam, biarawan, dan biarawati biasanya panggilan itu juga bermula dari keaktifan mereka dalam kegiatan misdinar. Oleh sebab itu, Rm. Issri menegaskan supaya orangtua, pendamping, dan misdinar sendiri untuk tetap mempunyai semangat yang besar di dalam kegiatan ini. Semoga, dengan adanya pertemuan orangtua misdinar ini, semua pihak akhirnya mempunyai hati untuk perkembangan Gereja di masa mendatang.*** (kur)