Rekreasi Misdinar Paroki Sragen ke Candi Cetho

cetoParoki Sragen (LENTERA) – Perjalanan misdinar untuk berekreasi ke Candi Cetho (31/01) diguyur oleh hujan deras. Kendati demikian, hujan yang mengguyur di sepanjang lereng Lawu itu tidak melemahkan semangat misdinar untuk tetap melanjutkan perjalanan. Rekreasi misdinar ini diikuti oleh 34 misdinar, 2 pendamping, dan beberapa partisipan lain yang terdiri dari beberapa orangtua misdinar dan kelompok Padua Bikers. Turut serta pula dalam rombongan ini adalah Rm. Issri dan Fr. Kurnia. Mereka semua berangkat bersama dari Gereja Paroki Sragen sekitar pkl. 09:30 WIB.

Acara rekreasi misdinar ini dilakukan sebagai sebuah bentuk penyegaran setelah pada bulan sebelumnya para misdinar bertugas selama perayaan Natal 2009. “Hampir setiap tahun kami selalu mengajak anak-anak untuk jalan-jalan ke Cetho”, tutur Greg Sapari, mantan pendamping misdinar yang juga turut serta dalam rombongan. Candi Cetho yang merupakan candi peninggalan kerajaan Majapahit dan dibangun pada sekitar abad ke-14 ini memang menjadi alternatif utama bagi misdinar Paroki Sragen untuk berekreasi. Selain karena lokasinya yang relatif dekat, pemandangan alam yang ada di sepanjang perjalanan juga sudah merupakan suatu bentuk rekreasi tersendiri.

Hujan turun makin deras ketika rombongan misdinar sampai di area Candi Cetho. Anak-anak pun segera naik dan mencari tempat berteduh di salah satu pendapa yang merupakan bagian dari candi. Dipandu oleh Bpk. Eman dan Ibu Agus Sudaryanti sebagai pendamping, para misdinar diajak untuk bermain dan bergembira bersama. Dalam kesempatan itu, Rm. Issri juga memberikan evaluasi mengenai tugas misdinar yang telah mereka lakukan selama ini dan mengingatkan para misdinar akan tugas-tugas mereka selanjutnya, khususnya selama Pekan Suci dan Paskah.

Untunglah bahwa pada hari itu hujan tidak turun sepanjang hari. Setelah waktu makan siang, hujan telah benar-benar berhenti. Anak-anak pun diberi kesempatan untuk berjalan-jalan melihat area candi dalam cuaca yang cerah. Menjelang pkl. 14:30, anak-anak misdinar sudah kembali berkumpul dan bersiap untuk pulang ke Paroki Sragen. Wajah-wajah gembira pun terpancar dari para misdinar yang nampaknya tidak pernah mempunyai rasa lelah itu.*** (kur)