Jangan Kita Lewatkan Masa Istimewa Ini

Oleh: Rm. Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr

romoisPara pembaca Lentera yang terkasih, tanpa terasa kita sudah memasuki kembali masa Prapaskah. Masa yang sangat khusus dan  mempunyai banyak makna bagi kita. Masa Prapaskah bisa kita maknai sebagai masa pertobatan atau masa “Retret Agung”. Masa Prapaskah juga bisa kita jalani sebagai kesempatan yang amat baik untuk mendalami dan mempribadikan keutamaan kristiani serta kesempatan untuk mencari dan menemukan campur tangan Allah dalam hidup kita.

Secara lebih luas masa Prapaskah juga bisa kita pandang sebagai kesempatan untuk memperdalam iman, meneguhkan harapan dan mengobarkan kasih. Begitu kaya makna dan manfaat masa Prapaskah bagi kita, maka perlulah kita persiapkan dan kita jalani dengan sepenuh hati. Kita tentu juga yakin bahwa siapa pun yang menjalankan masa Prapaskah dengan semestinya pasti akan mendapatkan buah-buah pertobatan yang  berguna bagi hidupnya.

Kita ketahui juga bahwa setiap masa Prapaskah mempunyai tema tertentu untuk direnungkan. Tema yang diangkat selalu disesuaikan dengan fokus pastoral tahun yang bersangkutan. Demikian juga dengan masa Prapaskah tahun ini. ”Bersyukur dengan Bertobat dan Berbagi Berkat” merupakan tema masa Prapaskah tahun ini yang mengarah pada fokus pastoral tahun ini yakni Tahun Syukur atas Habitus Baru. Tema tersebut sangatlah relevan dengan gerak langkah kita semua sebagai umat Allah Paroki St. Perawan Maria di Fatima di Sragen. Tahun ini kita juga telah menentukan visi Paroki yang didasarkan pada spiritualitas pelindung paroki yaitu St. Perawan Maria yang menampakkan diri di Fatima: Umat Alah Paroki Santa Perawan Maria di Fatima di Sragen semakin setia sebagai murid Yesus dalam pewartaan untuk membangun sikap dan semangat tobat bagi umat beriman seturut ajakan Bunda Maria di Fatima. Visi ini dijabarkan dalam tujuan yang akan dicapai pada tahun ini: Tumbuhnya sikap dan semangat tobat bagi umat beriman, sehingga mewujudkan pembaharuan hidup beriman bagi umat Paroki Sragen dengan meneladan Bunda Maria di Fatima.

Semangat tobat menjadi kata kunci dari visi dan tujuan Paroki kita. Maka sangat bolehlah kalau masa Prapaskah tahun ini (dan tentu tahun-tahun berikutnya) menjadi masa yang sangat penting bagi kita. Sebab cita-cita dan tujuan kita sebagai umat Allah di Paroki Sragen ini terwujud dalam membangun sikap dan semangat tobat. Kedua hal inilah yang juga kita upayakan selama kita menjalani masa Prapaskah. Terwujudnya sikap dan semangat tobat akan mendorong kita semua untuk semakin mencintai Allah dan sesama.

Kita boleh berharap, semoga semakin banyak di antara kita yang  tergerak untuk mendekat diri kepada Allah baik dengan tekun dan rajin melaksanakan ibadat maupun dengan berdevosi serta berdoa secara pribadi. Kedekatan dengan Allah kita yakini akan mendorong setiap pribadi untuk peduli kepada sesama. Dan dengan demikian kita pun bisa mewujudkan diri sebagai murid Yesus yang semakin setia.

Para pembaca Lentera yang terkasih, dengan kita  menjalani masa Prapaskah secara lebih sungguh, maka  jati diri kita sebagai murid Kristus akan semakin nampak dan terpancar dalam hidup sehari-hari kita.  Oleh karena itu janganlah kita lewatkan masa Prapaskah, masa istimewa ini.***