L’Abbe Pierre: EKARISTI adalah Sakramen Kehadiran yang luar biasa

Oleh C. Dwi Atmadi

IMG_8800L’Abbe Pierre atau nama aslinya Henri Groués adalah seorang imam Kapusin. Setelah ditahbiskan menjadi imam tahun 1938 di Lyon Perancis, Pastor Pierre yang pernah terlibat dalam menyelamatkan orang-orang Yahudi ke Swiss, mendirikan sebuah paguyuban ”Emaus: yang mengurus orang-orang miskin dan mengungsi pada tahun 1949.

Dalam permenungannya Pastor Pierre menemukan bahwa Ekaristi adalah suatu peninggalan Yesus yang amat luar biasa. Lewat konsekrasi roti dan anggur menjadi tubuh dan darah-Nya. Bagi mereka yang percaya, Yesus menemukan suatu cara yang luar biasa supaya bisa tetap tinggal di antara kita dengan cara yang tersembunyi.

Dari semua sakramen, dia mengatakan bahwa Ekaristi adalah sakramen per excellence. Maksudnya, Ekaristi merupakan sakramen yang memiliki cara dan karakteristik yang tak tertandingi dalam mempresentasikan kehadiran Yesus. Ekaristi merupakan peninggalan Yesus dan serentak aktualisasi dari kehadiran-Nya di tengah kita. Dia membagikan pengalamannya: ”Hal inilah yang sungguh ’berbicara’ bagiku, yang sungguh menyentuhku dengan cara yang paling terasa.”

Ekaristi: Sakramen Kehadiran

”Ekaristi sungguh merupakan sakramen iman. Di luar iman, ekaristi hanyalah sepotong roti yang tak bermakna. Dengan iman, ekaristi menjadi sangat penting, kata Pastor Pierre. Menurutnya orang-orang kristen memahami ekaristi atas beberapa cara. Orang-orang Katolik percaya bahwa dalam ekaristi Kristus hadir secara riil dan misterius. Secara teologis kita menggunakan istilah dari Santo Thomas Aquino, yaitu transubstantio. Istilah ini berarti bahwa substansi dari roti (berkat kata-kata konsekrasi yang diucapkan imam) ditransformasikan menjadi substansi dari (tubuh) Yesus. Sementara itu orang-orang Protestan memahami ekaristi sebagai simbol. Maksudnya, roti yang dikonsekrasikan bukanlah tubuh Kristus, melainkan simbol dari kehadiran-Nya di tengah kita.

Banyak kali orang kristen disibukkan dengan penelaahan teologis seputar dua pandangan di atas. Kalau bisa dibanding­kan, orang banyak kali sibuk dengan apa yang ada di belakang seseorang dan tidak lagi mengindahkan atau memperhatikan serta merasakan kehadiran itu.

Pastor Abbe sendiri, berhadapan dengan pandangan yang berbeda di atas, berada di tengah-tengah kedua pandangan itu. ”Saya tidak mau berbicara banyak tentang ’transubstantio’ saya lebih suka berbicara tentang KEHADIRAN. Tanpa perlu tahu bagaimana caranya dan tanpa mencari pejelasan rasional, saya percaya bahwa Kristus hadir secara misterius dalam hosti yang dikonsekrasi. Caranya kurang penting”. Begitulah dia membagikan imannya akan Ekaristi.

Melihat pengalaman orang-orang lain, dia mengatakan bahwa ekaristi kadang-kadang membawa kehadiran Yesus yang terasakan bagi orang yang percaya. Inilah kehadiran penuh cinta. Dia sendiri sering merasakan cinta yang besar itu ketika berdoa berjam-jam di depan Sakramen Mahakudus yang ditakhtakan di dalam Gereja. Banyak biaarawan-biarawati mengalami sungguh-sungguh cinta itu.

Sebagai biarawan dia juga merasakan pengalaman itu. ”Saya ingat ketika mengunjungi suatu barak penampungan Tu Duc, Saigon pada tahun 1975. Di situ ada suatu keluarga dan beberapa biarawati. Di depan saya, ibu dari keluarga itu bertanya kepada salah seorang biarawati, bagaimana dia boleh selalu tersenyum walaupun tidak punya suami dan anak-anak. Dan biarawati itu menjawab dengan spontan bahwa hal itu mungkin karena dia tahu bahwa dia dicintai oleh Dia yang dicintainya.” Dari pengalamannya dia menyimpulkan bahwa cinta Yesus secara khusus dapat ”ditangkap” oleh orang-orang beriman dalam ekaristi..

Ekaristi dan Gereja: Kehadiran Ekaristis

Dalam bagian akhir meditasinya, L”Abbe Pierre melihat kaitan erat antara Gereja dan Ekaristi. Menurut beliau, Gereja hanya mungkin bermakna karena Gereja menjaga kehadiran ekaristis itu. Inilah misi fundamental Gereja. komunitas-komunitas kristen yang kecil dan terisolasi serta tersembunyi dapat bertahan selama berabad-abad di negara-negara Asia berkat kehadiran ekaristis itu.***

Dari berbagai sumber