Temu Koster se-Kevikepan Surakarta

Solo (LENTERA) – Perayaan Ekaristi, baik harian maupun mingguan dan hari raya, tidak dapat terlepas dari peran penting seorang Koster, yang melayani dan mempersiapkan segala keperluan untuk ekaristi. Peran dan tugas seorang Koster adalah luhur dan mulia, tetapi kadangkala disamakan dengan pembantu rumah tangga..

Komisi Liturgi Kevikepan Surakarta, ingin menyapa para koster di Kevikepan Surakarta, dengan mengadakan pertemuan para Koster se-Kevikepan Surakarta, Jumat (23/4) bertempat di Asrama Perawat Rumah Sakit Brayat Minulyo Surakarta. Menanggapi undangan tersebut, hadir 23 orang koster dari 11 Paroki. Acara dikemas dalam suasana santai dan kekeluargan, dengan bernyanyi bersama dan sharing pengalaman yang didampingi oleh Ibu Rosa dan Bp. Ranto.

Dalam sharingnya, para koster mengungkapkan kegembiraan mereka dengan diadakannya pertemuan semacam ini, yang baru pertama kali diadakan untuk para koster gereja. Ada banyak hal yang dimunculkan dalam pertemuan ini, diantaranya adalah pengalaman suka dan duka, serta harapan-harapan ke depan bagi mereka. Karena sering dianggap sebagai pembantu, kadangkala mereka mendapat perlakuan yang tidak layak dari umat yang dilayani, dan itu yang membuat para koster merasa rendah diri, tetapi ada rasa bangga, karena mereka dapat melayani Tuhan dan dikenal oleh banyak orang.

Romo Agustinus Toto Supriyanto Pr, selaku Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Surakarta, dalam kesempatan ini, juga memberikan sharing yang sama, saat mengalami menjadi seorang koster di suatu tempat, beberapa waktu yang lalu. Dengan gaji yang pas-pasan dan harus menanggung beban hidup keluarga serta pendidikan anak-anak, mereka berharap ada yang peduli dan mau memberikan beasiswa bagi anak-anak koster, agar mendapat pendidikan yang layak, sampai SMA atau Perguruan Tinggi. Itulah salah satu harapan yang terungkap dalam pertemuan ini, dan masih ada harapan-harapan sederhana lain yang juga menjadi kerinduan dari para koster, diantaranya keinginan agar pertemuan seperti ini berkelanjutan dengan Pembekalan dan Rekreasi bersama.

Komlit Kevikepan Surakarta berusaha untuk menanggapi aspirasi mereka dan berusaha menyusun jadwal agar dapat mewujudkan harapan- harapan mereka, meskipun belum semuanya dapat terwujud. Perlu dukungan dari para Romo Paroki, Dewan Paroki dan juga seluruh umat, agar tugas pelayanan dan pengabdian hidup para koster dapat sungguh bermakna. Melalui tugas hariannya, para koster menemukan Tuhan dalam diri para Romo dan semua umat yang mereka layani.

Dengan semangat Santo Yusup Pekerja, para koster menanggapi panggilan Tuhan, mengabdi dan melayani dengan kerendahan hati dan sukacita. Berkat Tuhan memampukan kita semua dalam bekerjasama membangun komunitas dan paguyuban umat beriman yang sedang berziarah menuju kehidupan abadi. (Rs).