Pendampingan KARINA SRAGEN : Kajian Resiko Bencana Partisipatif

Pandak (LENTERA) – Tim Pengurangan Resiko Bencana KARINA Posko Sragen sejak September 2009 melakukan wesurvey di daerah bantaran sungai, diawali dari daerah Gawan, Tenggak, Sribit, Pandak, sampai Mlale Jenar. Kuesioner juga diberikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai dan juga perangkat desa daerah tersebut. Tujuan dari kegiatan tersebut guna mencari daerah mana yang paling terdampak akibat banjir yang terjadi dari tahun 2007/2008 dan 2009. Setelah mendengar keterangan masyarakat dan dari hasil dari kuesioner, maka tim memilih desa Joho Pandak Sidoharjo Sragen, karena dampak yang dialami dari banjir cukup parah. Maka tim sepakat melakukan pendampingan program pengurangan resiko bencana oleh masyarakat (PRBOM) di daerah tersebut.

Januari 2010, tim mengadakan sosiali­sasi dengan masyarakat Joho, bertempat di rumah ibu Sudarti yang juga lurah desa Pandak. Banyak hal y­ang di sampaikan masyarakat akibat banjir; rumah yang terendam lebih dari 1 meter, ternak, perabot rumah yang hanyut dan lain sebagainya. Masyarakat dengan senang, dan bersedia bekerjasama dengan tim dalam program PRBOM di daerah  mereka.

Bulan februari 2010 dimulailah Kajian Resiko Bencana Partisipatif di desa Joho Pandak, dengan cara melakukan pendekatan masyarakat, mengenal lebih jauh sejarah desa, dan apa yang dilakukan masyarakat waktu banjir. Setelah kurang lebih 3 bulan, sudah cukup informasi dari masyarakat, lewat pak RT, tim mulai mengajak masyarakat untuk mengadakan pertemuan rutin.

Pertemuan I dimulai dengan Kajian Ancaman, masyarakat diajak untuk mencari ancaman-ancaman apa yang ada di daerah Joho. Dengan menggunakan alat pohon ancaman dan tabel skoring, muncul banyak ancaman yang didapat, tetapi karena  banjir yang selama ini pernah dialami masyarakat menimbulkan dampak yang cukup besar, maka masyarakat sepakat banjir menjadi rangking I, diteruskan dengan menggali penyebab dan juga dampak dari banjir. Kajian kerentanan, kapasitas, diagram Venn, dan pemetaan juga sudah dilakukan. Siapa saja yang rentan, kapasitas apa saja yang ada, orang dan lembaga apa saja yang berperan, yang ada di daerah Joho.

Senin (31/5) masyarakat diajak membuat peta wilayah, yang terdapat gambar sungai yang menjadi ancaman, rumah-rumah orang yang rentan, posko pengungsian, jalur evakuasi yang menjadi kapasitas. Setiap kajian terdapat reko­mendasi yang semua ide muncul dari masyarakat. Dalam melakukan kajian, masyarakat difasilitasi tim fasilitator pengurangan resiko bencana Karina Sragen, yang beberapa waktu lalu sudah melakukan pelatihan. Hasil-hasil rekomendasi tersebut akan dikaji kembali dalam pertemuan konsolidasi bulan Juni, selanjutnya akan ada rencana aksi yang akan dilakukan oleh masyarakat..(Bog)