KOMENTATOR: Mempermudah Peran Serta Umat

fokusOleh: C. Dwi Atmadi

Kehadiran komentator atau MC dalam perayaan Ekaristi masih belum lazim. Buku Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) no 105 b menyebutkan tentang komentator sebagai berikut: ”Bila diperlukan, komentator memberikan penjelasan dan petunjuk singkat kepada umat beriman, supaya mereka lebih siap merayakan ekaristi dan memahami dengan lebih baik. Petunjuk-petunjuk itu harus disiapkan, dirumuskan dengan singkat dan jelas. Dalam menjalankan tugas itu komentator berdiri di depan umat, di tempat yang kelihatan, tetapi tidak di mimbar.

Misa pada Hari-hari Raya (Natal, Tri Hari Suci, Paskah) yang banyak dihadiri umat, kemungkinan tidak semuanya Katolik, bila memungkinkan alangkah baiknya ada komentator yang dapat memberikan penjelasan. Arahan komentator yang singkat, jelas, dan komunikatif dapat membantu umat untuk terlibat aktif dalam Perayaan Ekaristi dan memetik manfaat yang lebih besar

Tugas Seorang Komentator

Berikut ini tugas seorang komentator dalam perayaan ekaristi:

– Ritus Pembuka. Seorang komentator tampil di awal misa sebelum Ritus Pembuka dan Lagu Pembuka. Ia mengajak umat siap secara rohani menghadiri Perayaan Ekaristi, sebuah perayaan liturgi yang sarat dengan kekayaan iman, agar umat dapat menghayatinya dengan sungguh-sungguh. Ia menyapa umat yang hadir, lewatucapan selamat datang. Lalu ia menyampaikan tema Perayaab Ekaristi pada hari itu.

– Selama Perayaan. Ketika perayaan ekaristi berlangsung fokus umat pada imam. Diharap komentator tidak menyampaikan sesuatu bila hal itu tidak dianggap penting, kecuali pada saat komuni.

Seorang komentator harus dapat menempatkan  diri, mempunyai kepekaan yang tinggi, konsentrasi dan secara aktif mengikuti Perayaan Ekaristi.

– Ritus Penutup. Komentator menyampaikan pengumuman bila ada sebelum berkat penutup.

Beberapa Hal Praktis

Seorang komentator yang bertugas, sebaiknya diseleksi, mengikuti pelatihan, pembinaan dan pelantikan.

  1. Persiapan

Sebelum bertugas seorang komentator harus mempersiapakan diri sebaik mungkin. Misalnya,

a)   Datang lebih awal agar dapat mempersiapkan diri dan tampil dengan tenang;

b)   Mempersiapkan tema misa yang akan disampaikan;

c)   Berdoa memohon pimpinan Roh Kudus, bukan saja ketika bertugas, tetapi juga saat hidup harian.

2.  Suara

Seorang komentator harus mempunyai artikulasi (pengucapan) dan intonasi (tekanan) yang jelas. Kalimat singkat dan jelas. Memahami tanda baca, pengaturan nafas dan memperhatikan jeda. Punya kepekaan dan ketrampilan menggunakan alat pengeras suara.

3.   Penampilan

Seorang komentator harus memiliki rasa percaya diri, tidak ragu-ragu sehingga ia dapat tampil dengan baik dan penuh keyakinan. Berdiri dengan tegak dan perhatikan bahasa tubuh. Berbusana sopan. Bagi wanita perhatikan penampilan agar rapi, busana tidak mencolok, menjaga kebersihan tubuh dan bersepatu.

4.   Kepekaan

Hal yang sangat penting, seorang komentator diharapkan memiliki kepekaan, sadar akan tugas yang diemban, konsentrasi dan bersemangat melayani dalam menjalankan tugas.

5.   Motivasi

Apa motivasi seorang komentator untuk ikut ambil bagian dalam tata perayaan ekaristi? Ingin dikenal … atau … ? Niat yang tulus akan membantu seorang komentator dalam menjalankan tugasnya dengan baik.

6.   Singkat dan jelas

Supaya dapat menjamin bahwa rumusan kata-kata singkat dan jelas, sebaiknya penjelasan tertulis dan dapat dibacakan (PUMR 105b).

Ketika komentator menyampaikan sesuatu diharapkan agar ia dapat mengadakan kontak dengan umat. Jangan menunduk, sehinga umat merasa sungguh-sungguh disapa..

Seorang komentator yang baik akan mampu menarik perhatian umat untuk siap masuk dalam liturgi Perayaan Ekaristi dengan khusuk..

dari berbagai sumber