Memaknai Perjalanan 70 tahun KAS

semutOleh: V. Sri Murdowo

“ Selayaknya patut kita renungkan bahwa:

– Panenan adalah anugerah melimpah dari Allah
– Panenan adalah panggilan untuk mewujudkan persaudaraan yang sejati
– Panenan adalah sebuah perutusan yang menjadi tanda dan sarana untuk mencapai keselarasan di tengah hiruk pikuk dunia

Saudara terkasih, menjadi bagian dari umat KAS (Keuskupan Agung Semarang) yang menggelar Pesta Rakyat dengan mengusung pawai atau gelar budaya yang mengangkat kehidupan para petani atau ‘wong ndeso’ sungguh merupakan sebuah peziarahan iman yang sarat makna dan terasa tiada duanya. Inilah kesan pesan yang sungguh menyentuh dan menggugah inspirasi batin selagi kita masing-masing disibukkan dengan aneka ragam permasalahan yang kompleks. Itulah gambaran konkret yang terjadi di tengah “Lautan manusia” pada hari Minggu, 27 Juni 2010 di halaman Museum Misi Muntilan, Magelang.

Nah, sejauh yang penulis lihat, rangkaian Perayaan Syukur 70 tahun benar-benar dikemas apik, indah, tertata rapi, penuh greget, sekaligus menjadi sebuah ajang kreatifitas dan kawula muda yang berani menyuguhkan sesuatu yang beda!

Ada cerita tentang krisis air (karena global warning) yang diperankan “Punokawan”, ada jathilan suguhan teatrikal, paduan suara yang kompak, di latar belakangi oleh wayang dari jerami, gunungan, tata panggung dan deko¬rasi altar yang didominasi warna putih serta balutan puspa aneka warna, semuanya terlihat sangat hidup dan menyatu. Kehadiran Bapa Uskup dari berbagai kota, juga Kapolda Jateng benar-benar membuat kebahagiaan perayaan kali ini terasa lengkap dan hangat, sehangat minuman energen yang dibagikan kepada umat secara cuma-cuma, ditambah dengan pembagian benih-benih tanaman, seperti pepaya, sengon dan masih banyak lagi. Lewat acara berbagi berkat tersebut kita diajak untuk ikut berperan aktif dalam meluaskan kerajaan Allah dilandasi rasa kasih dan kepedulian kepada sesama! Ungkapan “TUMETES TOYA WENING DADIYA DUMELING SAWAH AKING.” Benar-benar harus kita hayati dan kembangkan dalam kehidupan kita.

Saudara-saudari terkasih, khususnya para wanita. Pesta Syukur 70 tahun KAS memang telah usai, Namun satu hal yang harus tetap kita ingat, yaitu bagaimana proses dan perkembangann yang terjadi dalam 70 tahun KAS tersebut, termasuk tonggak sejarah yang telah dibangun oleh para tokoh religius seperti Romo Van Lith, bapak Barnabas Sarikromo / para baptisan pertama di Sendangsono, Mgr. Albertus Soegijapranata, Kardinal Justinus Darmoyuwono serta para tokoh seperti Kardinal Yulius Darmaatmadja serta Mgr. Ignatius Suharyo. Terlebih kita ikut bangga kepada beliau Romo Pius Riana Prapdi, Pr yang dulu pernah berkarya di Paroki Sragen, saat ini menjabat sebagai Administrator Diosesan KAS.

Lalu pertanyaan yang timbul adalah siapa yang akan terpilih menjadi uskup baru dalam Keuskupan Agung Semarang? Kita doakan dan serahkan semuanya kepada kuasa Allah, karena sejatinya Allah yang akan menentukan dan memilih “Sang Gembala”. Jika saatnya telah tiba. Untuk itu marilah kita satukan hati untuk TERLIBAT BERBAGI BERKAT. Selalu giat dalam doa dan karya sesuai talenta kita masing-masing.

Dan sebagai wanita, apapun bisa kita upayakan untuk selalu menjadi garam dan terang dunia. Tak perlu berangan muluk-muluk yang terpenting lakukanlah mulai dari hal-hal kecil dan mulailah sejak saat ini juga ! Amin !
Profisiat 70 tahun KAS & Tuhan memberkati !*