Misa Syukur Perayaan 70 Tahun KAS di Sragen

70 tahunParoki Sragen (LENTERA) – Puji Tuhan “Alleluya:, akhirnya Misa Ekaristi dalam rangka Perayaan Syukur 70 tahun Keuskupan Agung Semarang di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen Minggu (27/6) dapat terlaksana, tepatnya dalam bentuk “Conselebran Inkulturatif” yang dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr dan Romo Christo¬phorus Tri Wahyono Djati Nugroho, Pr dengan menggunakan bahasa Indonesia dan hanya sekali, Misa pagi ditiadakan. Hal ini agar umat dapat berkumpul bersama-sama merayakan syukur tersebut.

Petugas liturgi dari Wilayah Sidoharjo, Petugas Koor Gabungan antara Wilayah Sidoharjo dan Tim yang akan bertugas di Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran. Misa diiringi gamelan – karawitan. Petugas Lektor secara khusus diambilkan dari pemenang Lomba Lektor se-Paroki Sragen beberapa waktu lalu dan dipersiapkan secara khusus pula Tim Kerja Lektor Paroki Sragen.

Misa Syukur dipersiapkan dengan latihan sebanyak 2 kali dan dikoordinir oleh Tim Kerja Liturgi Paroki, walaupun tidak sebesar Natal atau Paskah, untuk mempersiapkan segalanya dipandang perlu dibentuk Kepanitiaan Ad Hoc yang melibatkan Bidang 1 Dewan Paroki Sragen: Tim Kerja Sound System, Tim PSE dan Tim Kerja Keamanan dan (Bidang III & IV).

Bahkan untuk mengantisipasi banyaknya umat yang hadir dipasang 2 set kajang dengan plafonnya dan tambahan sewa kursi sebanyak 400 buah. Dengan petugas pengatur umat (among tamu0 sekaligus sebagai kolektan dipercayakan pada lingkungan Mageru, Taman Sari dan Taman Asri, masing-masing 6 orang petugas. Supaya semakin tampak semangat syukur dalam budaya, semua petugas memakai batik, kecuali yang menggunakan jubah (alba).

Persembahan umat berupa hasil bumi seperti: buah aneka sayur, aneka umbi dan koin gerakan peduli kasih yang dihimpun dari tiap-tiap lingkungan yang sudah dihitung-dikemas secara rapi di lingkungan dan dipersembahkan oleh 48 Ketua Lingkungan yang ada di Paroki Sragen.

Tim Dekor secara khusus mempersiapkan tarub dengan jejer 2 tundun pisang, aneka umbi, sayur, buah yang merupakan hasil bumi persembahan umat lingkungan.

Dalam homilinya Romo Djati mengajak dan menekankan pentingnya umat untuk bersyukur dengan berbangga karena menjadi murid Yesus, karena beriman Katolik yang muaranya semakin rela pula berbagi berkat dengan sesama, utamanya kaum Kecil, Lemah, Miskin dan Cacat (KLMC), bahkan beliau mengingatkan dan mengajak umat untuk Gembira, Peduli dan Berbagi yang populer sebagai Tema Pesta Emas Paroki Sragen beberapa tahun lalu.

Hatur terima kasih untuk semua yang telah rela peduli dan terlibat dalam perayaan Misa Ekaristi tersebut. “Sungguh Allah yang telah memulai pekerjaan baik, menyelesai-kan¬nya lewat mereka semua yang peduli dan berbaik hati.(Yust)