Setia Menjadi Murid Kristus (Pamitan dari Frater Kurnia)

frater kurniaOleh: Fr. Antonius Abas Kurnia Andrianto

Beberapa batang pohon mangga di halaman Gereja sudah mulai berbunga. Beberapa saat lagi, tentu pohon-pohon itu akan dihiasi dengan buah-buah mangga yang lezat. Melihat batang-batang pohon mangga itu, membuatku teringat kembali pada awal perjalanan masa TOPku di Paroki Sragen; dan saat ini ternyata semusim pohon mangga telah berlalu dan pohon-pohon itu sudah siap untuk berbuah kembali.

Perjalanan TOPku di Paroki Sragen sudah selesai. Saat ini, aku telah kembali memasuki bilikku di Seminari Tinggi St. Paulus untuk melanjutkan proses formatio di tempat ini. Tentu sebagaimana pohon-pohon mangga itu, aku pun berharap agar perjalanan yang telah aku lakukan selama satu tahun di Paroki Sragen, akhirnya dapat menghasilkan buah yang lezat, baik bagi diriku sendiri maupun bagi orang-orang yang ada di sekitarku.

Panggilan: Relasi Personal dengan Allah

Merefleksikan panggilan untuk menjadi imam yang sedang saya geluti ini, saya merenungkan bahwa panggilan imamat bukanlah semata-mata urusan pelayanan kepada umat. Hidup sebagai imam juga bukan hanya semata-mata menjalankan tugas pastoral belaka, tetapi penghayatan hidup imamat pertama-tama adalah penghayatan hidup pribadi dalam hubungannya dengan Kristus. Pertama-tama, aku dipanggil untuk masuk ke dalam hubungan pribadi dengan Kristus, dengan cara hidup sebagai seorang (calon) imam. Dari hubungan pribadi dengan Kristus inilah mengalir perutusan dari Tuhan; dan karya perutusan yang sedang dijalani pun akhirnya juga harus sampai dan mengarah pada semakin dekatnya hubungan pribadi dengan Kristus.

Ketika merefleksikan teks Yoh 21,15-19 tentang “Gembalakanlah domba-domba-Ku”, saya mere-nungkan bahwa pertama-tama Simon diajak untuk masuk ke dalam hubungan pribadi dengan Kristus. “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”. Saya merefleksikan bahwa hidup panggilan yang sedang saya jalani ini pun harus bersumber dan mengarah pada relasi personal dengan Tuhan, yaitu dipanggil untuk mengasihi Tuhan. “Apakah engkau mengasihi Aku?”. Mengasihi Tuhan berarti saya diajak untuk masuk ke dalam relasi pribadi dengan Kristus, menyatukan pikiran dan hati dengan Kristus. Barulah setelah itu, muncul sebuah perutusan: Tuhan berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku”.

Dalam menjalani panggilan sampai dengan masa TOP di paroki Sragen, saya merasa bahwa saya semakin bahagia di dalam jalan panggilan imamat. Saya merasa bergembira di dalam menjalani hari-hari dan tugas-tugas sebagai seorang imam. Dan saya pun ingin melanjutkan dan tetap berada dalam jalan panggilan yang sedang saya geluti ini. Jalan hidup sebagai imam adalah jalan yang saya rasakan lebih membantu saya untuk semakin dekat dan mengasihi Tuhan. Akhirnya, semoga kesetiaan yang berkenan kepada Bapa dan ditemukan dalam diri Putera-Nya, ditemukan pula dalam diri kami, imam dan calon-calon imam.

Terima kasih saya haturkan kepada Rm. Issri dan Rm. Djati, kelompok doa Legio Mariae, Padre Pio, Misdinar, OMK, dan seluruh umat di Paroki Sragen, atas segala dukungan yang diberikan selama ini. Mohon maaf atas segala kelalaian dan mohon doa Anda sekalian untuk kelancaran studi yang akan saya jalani. †Berkah Dalem†

Wallpaper 2 kurniaDoa untuk Para Imam dan Calon Imam

Tuhan terkasih, aku berdoa pada-Mu: lindungilah para imam dan calon imam, karena mereka itu milik-Mu.

Hidup mereka terbakar luluh di hadapan altar-Mu yang suci.

Lindungilah mereka sebab mereka berada di tengah dunia meskipun mereka bukan dari dunia.

Masukkan mereka dalam lubuk hati-Mu bila nikmat duniawi menggoda dan memikat.

Lindungilah mereka dan hiburlah dalam saat-saat kesepian dan susah derita, bila pengorbanan mereka bagi jiwa-jiwa nampak sia-sia.

Lindungilah mereka dan ingatlah, ya Tuhan, tak seorangpun selain Dikau yang menjadi miliknya.

Tapi mereka tetap memiliki hati insani dengan segala kerapuhannya.

Lindungilah mereka seperti hosti tanpa noda.

Semoga tiap hari, tiap pikiran, kata, dan perbuatannya aman terjaga.

Sudilah, ya Tuhan terkasih, memberkatinya.

Amin.