Koor & Pengrawit Paroki Sragen di Candi Ganjuran

ganjuranGanjuran (LENTERA) – Kamis (1/7) Paroki Sragen mendapat kesempatan tugas liturgi sebagai petugas Koor dan pengrawit pada Misa Malam Jumat Pertama di Candi Hati Kudus Yesus Ganjuran, Bantul. Rombongan Paroki Sragen yang datang bertugas ada lebih dari 80 orang yakni sebagai pengrawit dan koor. Ini untuk pertama kalinya Paroki Sragen bertugas di Candi Hati Kudus Yesus Ganjuran.

Dengan penuh antusias, para petugas dari Sragen melaksanakan tugas istimewa ini. Tentunya banyak pengalaman baru didapat dari tugas ini. Misa dengan iringan gending berbahasa Jawa memang bukan hal baru di Sragen. Akan tetapi untuk misa pada Malam Jum’at Pertama di Candi Ganjuran baru pertama kalinya. Setelah Misa ada Adorasi dan prosesi Sakramen Mahakudus mengelilingi Candi Hati Kudus Yesus sebanyak tiga kali.

Doa yang hanya ada di Ganjuran pada misa malem Jum’at pertama adalah doa umat Hati Kudus Yesus se-Nusantara. Doa ini sedemikian panjang untuk mendoakan segala macam ujub permohonan dan ungkapan syukur. Doa ini dipimpin oleh Romo Gregorius Utomo, Pr yang pada saat itu merayakan Ulang Tahun imamat yang ke 47. Misa dipersembahkan oleh 4 konselebran diantaranya adalah Romo L. Issri Purnomo Murtyanto, Pr, yang adalah Romo Paroki Sragen. Konselebran utama adalah Rm Ari dari Paroki Kelor Gunungkidul, Yogyakarta.

Dalam khotbahnya, Romo Ari menjelaskan bahwa pertobatan butuh keberanian untuk melangkah. Ada proses, biar orang merasa dicintai. Jangan sampai orang merasa tidak dihargai. Cinta Tuhan kepada satu domba yang hilang sungguh besar, melebihi 99 domba yang lain yang  sudah mengikuti jalan Tuhan. Tanpa pengalaman merasa dicintai, orang tidak akan tersentuh. Maka sebagai gembala, Romo Ari tidak mau berbuat asal jalan, sak karepé dhéwé. Tetapi sungguh berusaha ngemban dhawuh Dalem Gusti. Karena merasa sudah dicintai oleh Tuhan lebih dulu, ia ingin membalas kasih Tuhan itu dengan memberi pelayanan yang lebih baik. Setiap saat koreksi diri. Apakah aku sudah seperti yang dikehendaki Tuhan.

Semoga pengalaman bertugas di Ganjuran ini membuat umat Paroki Sragen merasa lebih dicintai Tuhan dan semakin terbuka untuk melayani sesama. (Atmadi)