Sarasehan & Misa Pelajar Katolik Se-Kabupaten Sragen

misa pelajarParoki Sragen (LENTERA) – Perhatian terhadap kaum muda harus selalu ada. Bentuk-bentuk pendampingan terus dilakukan karena merekalah yang penerus cita-cita bangsa. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya adalah perhatian kepada insan pendidikan dan untuk mengawali tahun pelajaran baru, diselenggarakan Sarasehan Guru dan Siswa Katolik se-Kabupaten Sragen, Sabtu (24/7) bertempat di Gereja Santa Perawan Maria di Fatima Sragen.

Acara ini diadakan bekerjasama dengan Komisi Pendidikan Kevikepan Surakarta dan merupakan ungkapan syukur serta mohon berkat untuk pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar yang akan dijalani. Sekaligus untuk mengakrabkan para pelajar Katolik antar sekolah se-kabupaten Sragen, baik itu Sekolah Yayasan maupun Sekolah Negeri dan juga untuk menyapa insan pendidikan yang ada di luar wilayah kota.

Kurang lebih 350 siswa dan 55 guru Katolik dari SD, SMP, SMA, SMK yang ada di Sragen. Para mahasiswa yang berasal dari Sragen pun juga hadir di acara ini.

Open Ceremonial diisioleh pelajar SMP dan SMK saverius yang melantunkan lagu-lagu rohani dengan cukup menarik. Tampilan mereka sungguh mengantar para pelajar maupun guru untuk saling sapa. Pembawa Acara pun menyapa anak-anak sebagai bentuk sapaan yang barangkali jarang kita lakukan. Nuansa tradisional dan klasik ditunjukkan oleh siswa-siswi SD Santo Fransiskus Sragen yang menampilkan Seni Kulintang dan Angklung, menambah rasa bangga akan budaya bangsa, mengingatkan para peserta untuk menjaga kelestarian budaya dan seni negara kita..

Inti acara berupa Visualisasi oleh FKPK dan OMK Sragen tentang pengalaman siswa-siswi dalam menghadapi Ujian Nasional. Sarasehan ditutup dengan refleksi bersama yang dipandu oleh Mas leo, salah satu dari banyak pemerhati remaja dan anak-anak. Refleksi ini dilakukan agar para siswa tetap setia pada kejujuran, tidak curang dan selalu berserah kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan dalam setiap tindakan, memiliki kerinduan dalam setiap kegiatan Gereja. Baik di lingkup sekolah dengan memberikan pendampingan kepada siswa-siswi Katolik, maupun di lingkungan, wilayah atau paroki.

Seluruh rangkaian acara ini dipersembah­kan dalam Misa syukur yang dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr. Lewat acara ini, ternyata ada beberapa kerinduan dari parta pendamping siswa yang menginginkan diadakannya acara bersama lagi, misalnya Natalan bersama pelajar. Harapan terdekat agar Misa Pelajar seperti ini tetap selalu diikuti oleh siswa maupun guru setiap bulannya, yaitu tiap hari Jumat ketiga atau sesuai pengumuman di Gereja.

Semoga Tuhan selalu menyertai perjalanan kita semua sebagai insane pendidikn paroki sragen. Terima aksih atas dukungan semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini. (Just)