Makna Pelayanan Sosial sebagai Murid Kristus

Oleh: Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr

konnSaudara-saudari pembaca LENTERA yang terkasih, pada tanggal 27 Juni yang lalu telah dikumpulkan koin dari seluruh umat dari Gerakan Koin Peduli Kasih dengan nominal 9 jutaan rupiah. Jumlah yang cukup banyak.  Gerakan pengumpulan koin ini akan terus berlanjut dan setiap tiga bulan sekali hasil dari lingkungan dikumpulkan dari paroki. Andai setiap tiga bulan terkumpul koin dengan jumlah rata-rata tiga bulan terkumpul koin dengan jumlah rata-rata empat jutaan saja (semoga lebih), paroki kita (Sragen) akan mempunyai dana sosial yang cukup besar jumlahnya. Dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk mendukung pelayanan bagi saudara-saudari yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel (KLMTD).

Gerakan Peduli Kasih merupakansalah satu dari wujud pelayanan kita kepada mereka yang KLMTD. Gerakan ini akan sangat mendukung berbagai kegiatan sosial yang dilakukan di paroki kita. Dana yang terkumpul dari Gerakan ini akan digunakan untuk membantu saudara-saudari kita yang KLMTD baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun yang terkena bencana alam. Berbagai pelayanan di bidang-bidang tersebut telah kita lakukan setiap tahunnya. Semua bisa terlaksana dengan baik dan sesuai tujuan. Hal ini tentunya karena adanya kesadaran seluruh umat untuk peduli kepada sesamanya yang KLMTD.

Para pembaca yang terkasih, pelayanan dan perhatian kepada mereka yang KLMTD bagi kita bukanlah hanya sekedar tindakan sosial belaka. Kita melakukan semua itu sebagai perwujudan iman kita kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan ajaran kasih kepada kita. Ajaran kasih Tuhan itulah yang mendasari setiap tindakan peduli kita. Ajaran kasih Tuhan itulah yang mendasari setiap tindakan peduli kita kepada sesama. Dan dengan melaksanakan ajaran kasih Tuhan kita mewujudkan jatidiri kita sebagai murid-Nya. “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yoh 13:35).

Berkaitan dengan perintah Tuhan untuk saling mengasihi ini, Gereja dengan berbagai macama cara berusaha agar warnanya selalu ingat dan melaksanakannya. Gereja menghendaki agar warganya memahami dan melaksanakan ajaran kasih Tuhan sesuai dengan situasi jaman yang terjadi. Sebab diyakini bahwa ajaran kasih Tuhan adalah jawaban atas berbagai persoalan yang terjadi pada setiap jaman. Gereja menerjemahkan ajaran tersebut dalam konteks jamannya, sehingga ajaran kasih Tuhan selalu aktual dan relevan bagi setiap warganya bahkan bagi seluruh manusia. Hal ini dilakukan oleh para Bapa Suci dengan mengeluarkan ensiklik yang kemudian dikenal dengan sebutan Ajaran Sosial Gereja (ASG).

Saudara-saudari terkasih, setiap bulan Agustus kita menjalani bulan Ajaran Sosial Gereja (ASG). Bulan ASG ini dicanangkan tentunya mempunyai tujuan yang sama dengan dikeluarkan ASG oleh para Bapa Suci. Ajaran Sosial Gereja dikemukakan untuk mengingatkan dan mendorong umat Katolik terhadap situasi dunia yang masih jauh keadaannya dari keselamatan yang direncanakan Tuhan. Ada ketegangan yang begitu besar antara iman akan kerajaan Allah (syalom/damai sejahtera) dengan realita kehidupan dunia yang sarat dengan berbagai masalah (chaos/kacau balau).

Kesenjangan antara kaya-miskin semakin lebar karena ketidakadilan dan ketamakan. ASG diharapkan mendorong umat Katolik untuk berjuang melawan ketidakadilan dan ketamakan tersebut. Perhatian dan kepedulian kepada KLMTD menurut saya bisa kita tempatkan sebagai tanggapan real terhadap ASG. Adanya perhatian dan kepedulian terhadap KLMTD dalam kapasitasnya akan mengurangi kesenjangan yang ada, atau setidak-tidaknya menempatkan sesama yang KLMTD sebagai manusia yang diciptakan secitra dengan Allah. Dengan demikian tumbuhlah kesadaran akan kesetaraan martabat diantara manusia.

Para pembaca yang terkasih, dari uraian singkat ini semakin bisa kita sadari bahwa kegiatan sosial yang kita lakukan selama ini tidaklah hanya sekedar menunjukkan rasa sosial yang kita lakukan selama ini tidaklah hanya sekedar menunjukkan rasa sosial diri kita, namun mempunyai makna yang sungguh dalam: melaksanakan ajaran kasih Tuhan demi terwujudnya Kerajaan Allah. Selain itu pelayanan kemasyarakatan yang kita laksanakan selama ini adalah juga tanggapan kita terhadap Ajaran Sosial Gereja yang mengajak kita untuk bergerak melawan ketidakadilan dan ketamakan yang mengakibatkan banyak orang hidup dalam kemiskinan. Semoga dengan kesadaran akan makna ini menjadikan kita semua semakin bersemangat dan serius dalam memberikan perhatian kepada sesama yang KLMTD. Lebih-lebih kita mesti selalu ingat bahwa sikap kita kepada sesama menentukan keselamatn hidup kita juga, sebagaimana Tuhan bersabda, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”(Mat 25:40). Berkah Dalem !***