Belajar dari Kitab Mazmur

Oleh: C. Dwi Atmadi

Bible with cross shadowBulan September merupakan Bulan Pembelajaran Kitab Suci bagi Gereja Katolik di Indonesia, dan khususnya di Keuskupan Agung Semarang. Setiap bulan September diadakan pendalaman kitab suci tematis, yang bahan-bahannya disediakan oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang. Seluruh umat setiap minggu berkumpul untuk mengenal, membaca, dan mendalami kitab suci, yang menjadi sumber utama hidup iman kepada Allah dalam Yesus Kristus.

Melalui kitab suci, iman umat diteguhkan, harapan umat dikuatkan, dan cinta kasih dipupuk untuk bertumbuh, berbunga dan berbuah dalam kehidupan. Oleh karena itu, pada akhir bulan kerap kali diikuti dengan tindakan aksi dari seluruh proses pembelajaran kitab suci. Aksi tersebut bisa berupa sebuah habitus baru dari pribadi-pribadi umat, maupun juga tindakan kolektif dari seluruh umat khususnya lingkungan

ekarang kita memasuki bulan September. Dan itu berarti kegiatan untuk kembali secara khusus mendalami kitab suci akan menjadi kegiatan bersama seluruh umat. Tema bulan Kitab Suci 2010 ini adalah “BETAPA AGUNG NAMA-MU, YA TUHAN” (Mazmur 8).

Tema ini berlatar belakang fokus pastoral Keuskupan Agung Semarang tahun 2010 ini yaitu tema syukur atas habitus baru. Komisi Kitab Suci mengajak seluruh umat untuk memaknai dan me­ngembang­kan hati penuh syukur ini dengan belajar dari pemazmur. Melalui kitabnya, pemazmur memberikan teladan mengungkap­kan syukur kepada Allah ber­dasar situasi dan kondisi konkrit yang dialami, bahkan dalam situasi-situasi sulit pun, pemazmur juga menunjukkan bahwa Tuhan Hadir, Tuhan menolong.

Kitab Mazmur merupakan buku doa yang dibuat oleh para pemazmur pada jamannya berdasar keadaan konkrit yang mereka alami dalam pergulatan dengan Tuhan. Kitab Mazmur biasa digunakan dalam kasanah liturgi Yahudi, dan biasa­nya dinyanyikan dengan diiringi musik berdawai. Dari istilahnya, kata “mazmur” berasal dari bahasa Ibrani “Mizmor” dan karena pengaruh bahasa Arab, dalam bahasa Indonesia menjadi “Mazmur” yang menunjuk pada nyanyian puji-pujian yang diiringi alat musik berdawai.

Kitab Mazmur dalam liturgi Gereja Katolik banyak digunakan terutama sebagai lagu sesudah bacaan pertama dalam perayaan ekaristi untuk membantu umat merenungkan karya penyelamatan Allah bagi dunia. Nyanyian Mazmur ini menjadi nyanyian tanggapan atas Tuhan yang bersabda dalam bacaan pertama. Dengan kata lain, kitab Mazmur digunakan oleh umat untuk menanggapi Tuhan yang bersabda dengan pujian kepada-Nya dan karya-Nya yang agung.

Pengalaman & Paham Iman di dalam Mazmur

Mazmur sebagai doa adalah ungkapan iman yang berangkat dari pengalaman nyata. Pengalaman dan paham iman macam apakah yang ada di dalam mazmur? Pemazmur di dalam doanya berbicara kepada Allah tetapi juga ber­bicara tentang Tuhan. Segala pergulatan hidup pemazmur, baik dalam suka maupun duka, tidak terlepas dari mata Tuhan Allah. Dia selalu hadir dan tahu apa yang terjadi pada umat-Nya. Allah bukan hanya tahu dan hadir tetapi juga bertindak sebagai Penyelamat.

Untuk itulah pemazmur dengan penuh iman berdoa kepada-Nya. Allah disadari oleh pemazmur sebagai Dia yang hadir dengan karya penciptaan-Nya, karya penyelenggaraan-Nya, dan karya keselamatan-Nya. Dia mewahyukan Diri-Nya dengan berbagai macam cara. Manusia beriman dapat mengenal perwahyuan Allah antara lain lewat ciptaan-Nya dan tindakan-Nya. Meskipun begitu, karena kerapuhannya, manusia sering mengabaikan kehadiran dan perwahyuan Tuhan. Manusia jatuh di dalam dosa dan harus bertobat agar memperoleh rahmat keselamatan. Berhadapan dengan karya-karya Tuhan yang luar biasa, umat beriman layak bersyukur dan memuji-Nya. Meskipun umat harus bergulat dengan berbagai macam persoalan, namun kedekatan dengan Tuhan akan membuat hati tenang dan teguh.

Di dalam mazmur-mazmur kepercayaan, pemazmur mengungkapkan betapa Tuhan menjadi perlindungannya dan kepada-Nya dia berani mengandalkan diri sepenuhnya. Di dalam mazmur-mazmur pujian, iman umat terungkap
lebih jelas. Iman yang diungkapkan bukanlah iman yang teoretis, tetapi iman yang berangkat dari pengalaman hidup nyata, yang dihayati oleh pemazmur secara pribadi (individual, personal) ataupun bersama-sama (kolektif).

Semoga, dengan mendalami dan mengenal kitab Mazmur pada bulan Kitab Suci tahun ini, umat semakin menyelami betapa agung nama Tuhan dan karya-Nya bagi dunia. Selamat! Berkah Dalem

disarikan dari Buku Panduan BKSN KAS 2010