Betapa Mulia Nama-Mu di Seluruh Bumi, Ya Tuhan

(Sebuah Pembelajaran memasuki Bulan Kitab Suci 2010)

Oleh: CT. Wahyono Djati Nugroho, Pr

Prolog:

bibleSeperti tahun-tahun berlalu, selama bulan September kita secara khusus mendalami kitab suci. Tema besar yang mau kita bahas dalam rangka bulan kitab suci di KAS ini: ”Betapa Agung Nama-Mu, ya Tuhan”, sebuah pembelajaran dari kitab Mazmur 8. Dengan mendalami mazmur, kita diajak untuk belajar dari pengalaman pemazmur dan secara konkret umat Israel pada waktu itu dalam mengungkapkan imannya dalam sebuah doa.

Mengapa kita perlu berdoa?

Pertanyaan kongkret mestinya mengapa kita perlu berdoa dengan mendaraskan Mazmur? Salah satu alasan adalah, ungkapan doa dalam Mazmur amat sangat kaya. Sebagaimana diungkapkan oleh umat Israel, pemazmur dengan bebas mau mengungkapkan imannya dengan mendaraskan mazmur ini pada pelbagai macam kesempatan. Di saat-saat kita merasa goyah imannya, maka kita bisa berdoa dengan mazmur kepercayaan (Mzm 23), di saat kita merasa sedih dan jauh dari Tuhan akibat perbuatan yang tidak selaras dengan kehendak Tuhan (dosa) maka kita bisa berdoa dengan mendaraskan Mazmur pertobatan (Mzm 51), di saat-saat kita hendak memuji dan meluhurkan Tuhan dalam situasi apapun,kita daraskan Mazmur pujian (Mzm 8), dsb.dsb…..!

Doa berdasarkan Kitab Suci….

Bisa dipahami seumpama makanan, doa yang terinspirasikan dari kitab suci adalah makanan bergizi bagi jiwa. Bahkan bisa dibilang kitab suci merupakan peneguh iman dan sumber hidup rohani. Seorang pemazmur mengata­kan, kitab suci adalah pelita bagi kakiku dan cahaya bagi langkahku.  Dengan berdoa secara teratur, berarti kita memberi makanan bergizi kepada jiwa kita secara teratur pula. Sehingga jiwa kita pun akan  sehat terjaga. Jiwa yang sehat akan memberi ketenangan pada hati dan pikiran. Selanjutnya hati dan pikiran yang tenang-bebas dari rasa gelisah, cemas,dan benci-akan membuat tubuh kita lebih rileks, jauh dari stres, dan lebih menikmati hidup.

Sebaliknya, jiwa yang tidak sehat akan membuat hati dan pikiran kita tidak tenang, resah, galau, stres. Efeknya bisa merembet ke hal-hal lain; kesehatan tubuh, relasi kita dengan orang lain,  keputusan-keputusan yang kita ambil, dan sebagainya.

Maka, baiklah kita menyedia­kan diri, meluangkan waktu, membuka hati, di mana pun dan kapan pun, untuk secara teratur selau membaca kitab suci, karena di dalam ayat-ayat kitab suci itu kita temukan ungkapan iman sebagai sarana untuk berdoa.

Betapa Mulia nama-Mu di seluruh bumi (Mzm 8:10)

Mazmur ini merupakan pujian dan syukur kita akan kebesaran Tuhan yang begitu dahsyat akan karya penciptaan-Nya. ”Apa dan Siapakah manusia itu, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?”

Menyadari keberadaan kita manusia sebagai ciptaan-Nya yang lemah dan rapuh, namun diperhati­kan oleh Tuhan dan diberi kuasa atas seluruh ciptaan-Nya.

Berhadapan dengan misteri keagungan dan kebaikan Allah, teristimewa bertepatan juga dengan pesta ulang tahun pendirian Gereja Paroki kita ST Perawan Maria di Fatima sragen, kita hanya dapat memuji, bersyukur dan berterima kasih atas segala karya-Nya.

Oleh karena itu mari kita tingkatkan rasa memiliki dan dimiliki (sense of handarbeni)terhadap Gereja kita. Semua yang kita lakukan di Gereja kita ini hendaklah kita lakukan demi keagungan dan kemuliaan Tuhan.***

Bumi Sukowati, awal September 2010

teriring salam dan doaku,