Misa Novena VII Gua Maria Mojosongo

Mojosongo, Solo (LENTERA) – Jaringan KODOK Paroki  Sragen, Minggu (26/9) mendapat tugas Misa Novena VII di Gua Maria Mojosongo. Kali ini petugas komplit mulai dari Romo, Misdinar, Prodiakon, Lektor, Koor, semuanya dari Sragen. Sragen dan mengusung iringan kroncong. Maka pembawa acara mengatakan: tugas dari Sragen sangat gayeng dan meriah dengan misa lagu-lagu bernuansa kroncong. Tepuk tangan sebagai sambutan umat yang menghadiri misa tercurah saat itu.

Dalam homilinya, Rm. Christophorus Tri Wahyono Djati Nugroho, Pr mengatakan bahwa kita diharapkan mengembangkan dan menumbuhkan paguyuban-paguyuban umat beriman di Keuskupan Agung Semarang. Ada sementara umat yang bernovena sambil nilang-niling siapa tahu dapat jodoh dari pertemuan dengan umat dari tempat lain yang kebetulan ikut misa tersebut. ’Nyambi golek jodho’ Itu baik-baik saja. Tetapi yang terutama tentu semakin berkembangnya paguyuban-paguyuban umat beriman.

Umat yang ikut Misa novena itu tidak terlalu banyak, tidak seperti Misa malam Jum’at Pertama. Mungkin karena dilaksanakan pada hari Minggu siang jam 10.00 WIB. Umumnya umat sudah mengikuti misa pada hari Sabtu sore atau Minggu pagi. Mungkin umat yang hadir akan lebih banyak bila dilaksanakan  malam hari. Semoga pengalaman bertugas di Gua Maria Mojosongo ini membuat umat Paroki Sragen merasa lebih dicintai Tuhan dan semakin terbuka untuk melayani sesama.  (atmadi)