Pemantapan Persiapan Hari Pangan Sedunia

Resize of IMG_5612_resizeParoki (LENTERA) – Hari Pangan Sedunia (HPS) adalah gerakan bersama mendunia untuk mengembangkan kesadaran pemerintah dan rakyat akan pangan yang cukup, sehat dan bermutu bagi semua orang. Gereja Katolik melibatkan diri dalam gerakan HPS dengan tujuan menyadarkan umat Katolik akan tanggungjawab solidernya bagi pangan manusia. Gereja mendorong umat untuk membangun kebersamaan gerak dalam memastikan ketersediaan pangan yang bermutu bagi hidup manusia. Gereja menyadari bahwa sikap tindakan bersaudara dalam hal pangan merupakan bagian dalam upaya hidupnya untuk mewartakan kabar gembira di dunia ini. Oleh karena itu seluruh elemen gereja hendaknya memandang HPS sebagai anugerah Tuhan yang patut mendapatkan perhatian serta kepedulian dalam karya pastoral.

Dalam pemantapan persiapan pelaksanaan HPS di Paroki Sragen, Senin (27/9) yang dihadiri oleh seluruh panitia HPS se- Paroki Sragen dengan narasumber Rm. Kirjito, Pr (dari Paroki Sumber,penerima Plant Award tahun 2010) dan timnya.

Pada kesempatan menyampaikan bahwa pentingnya pendampingan bagi petani, mereka menyadari bahwa mereka adalah wong ndeso dan mereka merasa bangga menjadi petani atau buruh tani. Kebanggaan mereka apakah sudah mendapatkan pengakuan /penghargaan dari mereka yang mengaku orang kota? Apakah orang kota pernah peduli, mendampingi, keluh-kesah mereka? Sudahkah orang-orang kota mampu menumbuhkan kepercayaan diri para petani? Bagaimanakah  orang-orang kaya yang di kota mau menjadi sahabat (sedulur) para petani yang miskin? Itulah beberapa pertanyaan yang diajukan Rm. Kirjito, Pr. Dan timnya kepada peserta pemantapan HPS.

Dijelaskan oleh Rm. Kirjito, bahwa orang katolik seharusnya bisa menjadi sahabat atau sedulur bagi petani, karena petani mempunyai kearifan budaya lokal, kebanggaan mereka abalah keja keras, kita harus bisa mengangkat harkat dan martabat mereka. Petani adalah sebuah kebudayaan (berpikir dan berbudaya) dan pada umumnya budaya itu mulai menghilang jika kita tidak ikut melestarikanya, jangan sampai kebudayaan itu hanya menjadi sejarah bagi cucu-cucu kita. Diingatkan lagi bahwa inti HPS adalah ucapan syukur dari umat kepada tuhan, sehingga tidak ada yang salah atau bolih marah dalam seluruh rangkaian kegiatan HPS dimanapun.

Tema HPS untuk Tahun 2010 – 20012 adalah “ Menyelamatkan pangan untuk semua” dan Subtema tahun 2010 adalah “ Membangun dan memelihara sumber pangan” (FY)