Penyegaran dan Temu Kangen ME-Sra

kkkParoki Sragen (LENTERA) – Bertempat di ruang kegiatan pasturan, Jumat (3/9) diselenggarakan Penyegaran & Temu Kangen pasutri ME (Marriage Encounter) paroki Sragen. Ada yang berbeda dalam pertemuan ME-Sra kali ini, dimana pasutri yang hadir kali ini lebih banyak dari yang diperkirakan, sehingga panitia harus menambah kursi gereja untuk memenuhi ruangan guna menampung para pasutri.

Rupanya antusiasme dari para pasutri ME-Sra (Marriage Encounter Sragen) ini karena kerinduan untuk saling bertemu diantara para pasutri dan kerinduan akan penyegaran relasi suami-isteri yang disampaikan oleh Rm. Paulus Susanto Pr. selaku Romo Pendamping ME Distrik Jogja-Solo_Magelang dan Pasutri Bela-Titik dari Paroki St. Maria Asumpta Pakem, Jogyakarta, dengan mengambil tema “Lima Bahasa Cinta”

Pkl. 16.05 WIB Acara dimulai dengan doa pembukaan, sambutan pembuka dan dilanjutkan dengan penyegaran yang disampaikan oleh Rm. Paulus Susanto Pr. (selaku romo pendamping ME Distrik Jogya-Solo-Magelang) dan didampingi parusti Bela-Titik dari paroki Pakem, Jogyakarta. Tema yang diambil kali ini adalah “LIMA BAHASA CINTA”

Dalam penyegaran ini Romo menyampaikan bahwa setiap orang perlu mengenal adanya LIMA BAHASA CINTA yang terdiri dari : 1) kata-kata peneguhan, 2) saat-saat mengesankan, 3) pemberian hadiah, 4) pelayanan dan 5) sentuhan fisik. Dimana meskipun setiap orang memiliki kelima bahasa cinta tersebut, namun dalam hal “memberi cinta” maupun “menerima cinta” setiap orang memiliki satu bahasa cinta yang dominan.  Acara sempat pula diisi sharing dari pasutri Bela-Titik yang berbagi pengalaman saat belum mengenal bahasa cinta pasangannya,

Dalam akhir penyegaran, Romo menekankan kepada para pasutri bahwa kita harus berusaha mengenal bahasa cinta orang lain (pasangan, anak dan orang lain) agar ungkapan cinta kita kepada orang lain bisa lebih tepat sasaran dan lebih bisa menghargai ungkapan cinta orang lain, sehingga bisa meningkatkan relasi kita dengan pasangan, anak atau orang lain menjadi lebih baik. Sebelum acara diakhiri, panitia sempat mengadakan “survey-kecil” berkaitan dengan kegiatan Komunitas ME di paroki Sragen, peserta juga diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan-masukan berkaitan kegitan-kegitan tersebut.(Nf)