Caritas Germany di KARINA KAS Posko Sragen

kkkParoki (LENTERA) – Pada hari Kamis (14/10) sekitar pukul 10.00 WIB, pak Mike dan mas Yudha dari Caritas Germany berkunjung ke Sragen. Ada dua agenda dalam kunjungan ini, yang pertama audiensi di paroki  (sekretariat Karina Sragen). Agenda yang kedua akan melaksanakan monitoring evaluasi Program Pengurangan Resiko Bencana Oleh Masyarakat (PRBOM) di dusun Joho Pandak, pertemuan dilaksanakan di sekretariat paguyuban Sayuk Rukun. Paguyuban ini terbentuk saat melaksanakan Kajian Resiko Bencana Partisipatif (KRBP) yang berlangsung sejak bulan Mei.

Sebelum acara sharing dimulai, pertemuan dibuka dengan doa oleh pak Tono (Tim Kerja PSE). Banyak hal yang ditanyakan dari Caritas Germany seputar banjir 2007 dan juga  kesiapsiagaan tim Karina di Sragen serta paroki, jika terjadi bencana serupa, kita meski tidak berharap. Karina ada di Sragen seminggu setelah banjir, waktu itu baru memberi bantuan saja dan baru terbentuk struktur organisasi pada akhir tahun 2008, itu yang disampaikan pak Tono. Dari mbah Jum, waktu banjir 2007 posko, sempat ngutang ke toko-toko untuk membantu para pengungsi.

Dari tim SAR Himalawu, kami sudah bekerja selama 32 tahun dalam pekerjaan kemanusiaan dan dalam bertugas, kami kadang dapat makan dari teman-teman Karina, meski relawan tetapi kami juga manusia yang butuh makan. Serentak semua tertawa dengan apa yang diungkapkan pak Widodo, tetapi itu menjadi sesuatu yang penting bagi kami sebagai pekerja kemanusiaan, bahwa kami juga harus memperhatikan hal-hal semacam itu.

Pak Warno sebagai wakil dari PMI juga menyampaikan, ada program Anak Sekolah Siaga Bencana yang bertujuan menyiapkan anak usia sekolah dasar untuk lebih siap menghadapi bencana dan peduli terhadap lingkungan.

Romo Issri  menyampaikan, ada program koin peduli yang saat ini dilaksanakan oleh dewan paroki Sragen dan dikumpulkan setiap 3 bulan sekali, sebagai wujud wajah sosial gereja yang peduli dengan masyarakat yang membutuhkan (KLMTD). Setelah makan siang, pertemuan ditutup dengan doa oleh mas Yudha dan berkat dari romo.

Selanjutnya rombongan berangkat ke Joho untuk melaksanakan monitoring evaluasi program. Pembawaan pak Mike yang santai inilah yang membuat masyarakat cukup senang dan tidak grogi saat ditanya dalam sharing. Ada hal yang cukup penting dalam sharing ini, tindakan masyarakat saat banjir waktu itu dan perasaan serta peningkatan masyarakat selama ada pendampingan dari Karina.

Acara dilanjutkan melihat Ranggon (tempat untuk menyimpan barang-barang dan tempat mengungsi sementara bila terjadi banjir). Serta simulasi di sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu dari drum, yang dilakukan bersama warga, Karina dan Caritas Germany. Ada yang menjadi korbannya juga, tetapi karena air sungai besar, maka simulasi ini tidak dilakukan terlalu lama. Simulasi ini menjadi penutup dari serangkaian acara yang sudah diagendakan.

Sekitar pukul 16.00 WIB rombongan mohon pamit untuk pulang. Terimakasih untuk semua pihak yang mendukung acara ini. Semoga kunjungan ini menjadi motivasi bagi tim Karina di Sragen, seperti yang disampaikan romo Issri. (boganx)