Kita pun bisa dan harus bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan orang lain

Oleh: CT. Wahyono Nugroho Djati, Pr

slidejesusDi awal bulan Nopember sering ditandai dengan hari-hari mengenang arwah semua orang beriman sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Melalui media ini kita disadarkan bahwa kita semua pun bisa dan harus bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan orang lain, sebagaimana Kristus jadi pahlawan kita.

Arti sebuah pahlawan

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pe­ngorbanan­nya dalam mem­bela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kata “pahlawan” berasal dari phala-wan (Sansekerta) yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala). Yang berkualitas bagai pahlawan-pahlawan lain di negeri kita. Kata pahlawan sering diasosialisasikan dengan berjuang dalam peperangan. Padahal banyak pahlawan-pahlawan lain di negeri kita. Ada guru yang merupa­kan pahlawan tanpa tanda jasa, ada olahragawan yang mengharumkan nama bangsa,  ada TKI yang menjadi pahlawan devisa. Asal jangan jadi pahlawan kesiangan aja ya…….ini artinya pahlawan yang bangunnya kesiangan…he he he

Menjadi pahlawan diri sendiri dan orang lain

Seseorang dapat disebut sebagai pahlawan apabila dia dengan segenap keikhlasan berkorban berusaha mengubah suatu keadaan menjadi lebih baik. Dari definisi ini, kita melihat ada 2 kata kunci, yang pertama yaitu; keikhlasan berkorban dan kedua merubah keadaan menjadi lebih baik.

Kata kunci pertama keikhlasan berkorban. Pengorbanan seorang pahlawan tidak selalu identik dengan pengorbanan atau nyawa yang dilakukan oleh para pahlawan per­juangan kita, mewujudkan kehidupan  bangsa yang lebih baik yaitu kehidupan yang merdeka. Seorang pelajar yang giat belajar saja sudah dapat disebut sebagai pahlawan, karena dia telah berkorban waktu keluar dari zona kenyamanan dia untuk bersantai-santai dan bermain ke zona ketidaknyamanan, mengerutkan kening, mempelajari setiap pelajaran.

Kata kunci kedua, berkat keikhlasan untuk berkorban itu tentu akan menghasilkan suatu perubahan ke arah yang baik. Seorang pelajar yang giat belajar tersebut juga berusaha mengubah keadaan menjadi lebih baik, karena dengan belajar dengan ilmunya kelak, dia dapat mengubah takdir dirinya, keluarganya, bahkan bangsanya menjadi lebih baik.

Yesus Kristuslah pahlawan yang sejati.

Seperti apakah “Pahlawan“ itu? Banyak definisi mengenai ‘pahlawan‘ mereka adalah orang yang berani membela kebenaran, berani mengorbankan diri, berani membela orang lemah. an. Tetapi jarang orang yang berani menjadi “Pahlawan sejati’, yaitu mereka yang membela siapapun, termasuk musuhnya sendiri.

Nah, lho…….! Ini baru seorang ‘Pahlawan sejati ‘. Siapakah dari anda yang mau membela orang yang pernah menyakiti dan melukai anda? Rasanya tidak akan ada. Hanya Yesus Kristus-lah pahlawan sebenarnya. Dia mati untuk mati semua orang, baik yang memuji maupun yang memusuhi-Nya. Itulah sebabnya Dia disebut Pahlawan sejati. Seorang pahlawan sejati berani menpertaruhkan nyawa-Nya demi keselamatan umat manusia sebagaimana yang diwujudnyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus yang menjadi idola kita.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” ’(Yoh 13:16)