Menggali Semangat Pahlawan

Oleh: Y. Wakidi

AdisutjiptoSaudara terkasih, sekarang kita memasuki lembaran hidup baru di bulan Nopember. Tanggal 1 Nopember, Gereja memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus disusul tanggal 2 Nopember Peringatan Arwah Orang beriman yang mengajak kita untuk memperingati arwah leluhur kita, mari kita ziarah bersama di makam leluhur sambil bersih-bersih dan mendoakan mereka.

Peringatan Hari Pahlawan, 10 Nopember, kita diajak mengenang para pendahulu kita yang dengan rela me­ngorban­kan jiwa raga untuk meraih cita-cita menuju Indonesia merdeka. Kita juga diingatkan untuk memaknai spiritualitas pahlawan Gereja khususnya di tanah jawa yaitu seperti Uskup Albertus Soegijo­pranoto, Bp. IJ. Kasimo, Ignatius Slamet Rijadi, dan lainnya. Mereka mempunyai spiritualitas dan militansi yang luar biasa, karena berkat jasa beliau, kita dapat menimba banyak hal tentang kepahlawan sejati yang telah dibuat oleh tokoh-tokoh tersebut yang selalu menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu mengupayakan hidup yang baik dengan semangat juang yang tinggi baik sebagai bangsa Indonesia maupun warga gereja.

Para tokoh pahlawan mempunyai kekhasan masing-masing dan juga dapat dikatakan tokoh yang berani, bagai batu karang yang tak akan hancur diterjang badai. Harapan dan cita-cita Mgr. Albertus Soegijopranoto yang mengata­kan “Kita sebagai orang Katolik 100 % dan 100 % warga negara Indonesia adalah salah satu contoh tingginya semangat kepahlawanan. Dan itupula yang kemudian dilestari­kan oleh Gereja se-Indonesia hingga saat ini.

Terbukti yang telah dan sedang kita lakukan saat ini dengan budaya berbagi dan peduli, lebih-lebih terhadap yang kecil, lemah, miskin tersingkir. Banyak aksi sosial yang telah dilaksana­kan oleh Gereja, baik untuk umat Katolik maupun untuk masyarakat umum, seperti: bedah rumah, pelestarian lingkungan, bantuan bencana alam, banjir di Sragen, gempa bumi di Bantul dan saat ini bantuan untuk bencana alam di Merapi, Mentawai dan Wasior.  Ini semua terjadi dan ber­jalan dengan baik atas kerjasama yang baik antar Romo, Dewan paroki dan seluruh umat.

Demikian pula Gereja Katolik, termasuk Gereja Paroki Sragen kita yang kokoh dan kuat berdiri ber­kembang seturut kehendaknya. Itu semua tak luput dari peran dan keterlibatan Romo Paroki, Dewan Paroki, pamong lingkungan/ wilayah, katekis, prodiakon, para suster dan umat seluruhnya  yang menyatu dalam persaudaraan sejati ***