Pelatihan Pangrukti Layon

PANGRUKTILAYON 008Paroki Sragen (LENTERA) – Tim Kerja Pangrukti Layon, Minggu (3/10) mengadakan Pelatihan Pangrukti Layon. Kegiatan ini merupakan Program Kerja Dewan Paroki Sragen Bidang III (Tim Kerja Pelayanan Kemasyarakatan dan Tim Kerja Pralenan) yang sebenarnya dijadwalkan bulan Juli, namun ternyata baru terlaksana pada bulan Oktober.

Tujuan pelatihan ini diadakan supaya Tim Kerja Pangrukti Layon lingkungan mampu memberikan pelayanan pangrukti layanan sendiri di lingkungannya masing-masing. Pelatihan ini dihadiri 70 orang, dari perwakilan lingkungan-lingkungan di Paroki Sragen, ada juga diantaranya umat Kristen dari Gereja Baptis Mojosari, Gereja Kristen Adven Hari Ketujuh Mojo Wetan. Narasumber pelatihan pangrukti Layon ini adalah Ibu Titik Surani beserta suaminya Bp. Slamet dari Rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Mengawali pelatihan, Romo L. Issri menyampaikan cuplikan Injil yang men­ceritakan tentang pemakaman Yesus serta para wanita yang ngrukti jenazah Yesus. Narasumber menjelaskan bahwa Ngrukti Layon adalah tugas pelayanan yang mulia, dikerjakan dengan tulus sepenuh hati seperti ngrukti Yesus sendiri, hal itu juga ditemui saat kita melaksanakan Ngrukti Layon.

Pelatihan berlangsung baik dan menyenangkan karena selain teori dan praktek langsung yang diperagalan langsung, ada hal-hal baru yang disampai­kan. Tidak ketinggalan ada juga acara tanya jawab mengenai kesulitan-kesulitan yang ditemui saat melaksanakan ngrukti layon

Diakhir acara, berhubung waktu yang terbatas, namun sekiranya masih banyak pertanyaan atau belum puas dengan yang disampaikan tentang pangrukti layon bisa menghubungi Ibu Titik di nomer 085868088802 atau kalau ke Yogya singgah ke rumah mereka, yang merupakan tetangga kampung asal Romo FX. Sukendar. Bu Titik juga mengungkapkan rasa bangga dan bahagia karena para peserta mengikuti pelatihan dengan tekun dari awal sampai selesai (TK Pangrukti Layon)