“Dialah Immanuel yang berarti Allah Menyertai Kita”

Oleh : Rm. Maternus Minarto, Pr.

kkkkkBerkah Dalem, saudari-saudara terkasih, perayaan Natal dan tahun baru selalu menjadi waktu yang dinanti-nantikan oleh banyak orang. Juga selalu membawa harapan akan segala sesuatu yang baik untuk masa mendatang. Bagi semua orang Kristiani yang di seluruh penjuru dunia yang jumlahnya sekitar 1,8 miliard Natal mesti mempunyai arti yang sangat khusus. Bukan karena memperingati peristiwa dua ribu tahun yang lalu namun nuansa kegembiraan itu dialami oleh banyak orang.

Salah satu survey di daratan Eropa menunjukkan bahwa perputaran roda ekonomi dalam satu tahun 70 % berada di sekitar hari Natal dan yang 30 % lainnya dipakai dalam sebelas bulan yang lain.

Kebiasaan mengungkapkan kegembiraan, saling memberi hadiah menjadi ciri khas dalam suasana ini. Adanya Santa Claus (Sinterclas) yakni kebiasaan saling memberikan hadiah menjadi sesuatu yang banyak ditemui di mana-mana. Peristiwa ini sebagai ungkapan kegembiraan karena matahari yang telah bersinarkembali(22 Desember adalah saat di mana matahari paling jauh di selatan bumi kita ini). Kelahiran kembali matahari, yang muncul kembali itulah yang dirayakan “Dies Natalis Solis Invictus” kelahiran matahari yang tak terkalahkan. Kehadiran iman Kristiani bahkan menjadi agama resmi di Roma, perayan/pesta rakyat atas kemenangan matahari itu mendapat arti baru yakni hadirnya cahaya baru yang tak terkalahkan yakni Kristus, Allah Putra yang diutus ke dunia untuk menyelamatkan dunia, mengalahkan kuasa kegelapan.

Tentang kelahiran Kristus sendiri  ada berbagai tradisi yang merayaknnya dengan waktu yang berbeda seperti Perayaan Epifani atau 6 Januari ketika orang-orang Majus dari Timur datang mencari Yesus yang kelahiranNya telah ditunjukkan oleh bintang yang mereka ikuti. Namun dengan diakuinya Iman Kristiani sebagai agama resmi di Kekaisaran Roma pada abad ke 4, Gereja menggabungkan pelbagai tradisi tersebut dan menggunakan tanggal 25 Desember sebagai hari Kelahiran Kristus Sang Matahari yang tak terkalahkan “Dies Natalis Solis Invictus”.

Injil Mateus menyampaikan berita tentang kelahiran Kristus sebagai pemenuhan Janji Allah melalui para nabi: “Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan ia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita.” (Mat 1: 22-23). Sedangkan penginjil Lukas menyusun berita tentang kelahiran Yesus berdasarkan situasi sosial politik maupun kehidupan religius saat itu: Zaman Herodes raja Yudea, Zakaria seorang imam dari rombongan Abia yang beristrikan Elisabeth dari keturunan Harun, saat Kaisar Agustus mengeluarkan perintah agar semua orang di seluruh dunia didaftar, waktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria, ketika para gembala menjaga kawanan dombanya di padang (lih. Luk 1 dan 2).

Dari berbagai tradisi baik Kristiani seperti yang diberitakan dalam Injil maupun perayaan kegembiraan secara umum itulah maka Hari Natal menjadi perayaan yang besar dan melibatkan begitu banyak orang. Secara iman, perayaan ini merupakan kegembiraan besar karena karena harapan akan pemenuhan janji Allah telah terpenuhi. Kegembiraan itu diungkapkan dengan Kidung Magnificat oleh bunda Mari(Luk 1:46-56), nyanyian Pujian Zakaria(Luk 1: 67-80),Warta Malaikat (Luk 2:8-20), Nyanyian pujian Simeon (Luk 2:29-32),Sukacita orang-orang Majus (Mat 2:10-11). Sedangkan secara umum kita merayakannya dengan pakaian yang warna-warni, meriah dengan saling menyapa dengan ucapan selamat, pemberian hadiah, dan segala acara yang memperlihakan kegembiraan.

“Hari ini” adalah Natal seperti diberitakan oleh oara malaikat: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud” (Luk 2:11). Jadi memang bukan tanggal 25 Desember-nya yang pokok, namun kesadaran dan keyakinan kita akan kehadiran Sang Juruselamat, Kristus, Mesias, Matahari yang tak terkalahkan, yang membuat orang saling meperhatikan satu sama lain dalam cinta kasih, saling membagikan kebahagiaan yang datang dari Tuhan itulah yang menandai Hari Raya Natal. Hari ini adalah hari Tuhan di mana kita patut bersukaria menyambut kedatanganNya. Bagi Anda semua, selamat merayakan Hari Natal baik secara rohani maupun melalui perayaan yang nampak meriah dalam kebersamaan kita, namun terlebih harapan ssya adalah agar saudara-saudara kita yang saat ini dalam keprihatinan karena berbagai bencana yang dialami boleh mengalami Natal juga, yakni kegembiraan atas sapaan Tuhan melalui uluran tangan Anda. Kita ingat nyanyian Natal bahasa Jawa “Wus miyos Gusti Sang Timur?”  Dalam nyanyian ini ada penggalan kalimat “heh pangon aja prihatin, Sang Pamarta yekti wus cepak, buwangen rasa rudatin, wus enggakl den samya marak.” Mari kita membantu mereka yang sedang prihatin agar segera pulih karena yakin akan kehadiran pembawa warta gembira kehadiran Tuhan, juga agar dengan penuh semangat segera menyambut kehadiranNya. Amin

Boas festas do Natal 2010 e felis anno novo 2011

Sugeng Wiyosan Dalem Gusti 2010 lan Warsa enggal 2011

Haksolok tan Maromak hela ho ita, haksolok tinan foun 2011

Selamat Natal 2010 dan Tahun Baru 2011

Sragen, Desember 2010