Misa Malam Natal Paroki Sragen

167331_1592019992644_1000220680_31290529_3371669_nParoki Sragen (LENTERA) – Misa Malam Natal, Jumat (24/12) di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo Murtynato, Pr diawali dengan prosesi dari Sakristi menuju altar diiringi paduan suara. Sungguh membuat suasana Natal amat sakral. Apalagi  didukung dengan kehadiran ± 2000 umat yang hadir dan cuaca yang cerah, suasana Natal meriah namun khidmat.

Sesampainya di altar dan pendupaan, dilanjutkan dengan warta sukacita Natal. Dengan perarakan bayi Yesus oleh Maria & Yosef menuju ke palungan dan diiringi lagu Malam Kudus kemudian dilanjutkan doa kepada Yesus yang terbaring dalam palungan. Sungguh membuat suasana Natal betul-betul terasa.

Dalam homilinya Romo Issri me­nyampai­kan sebuah lagu yang saat ini baru populer dan menggugah semangat nasionalisme yaitu Garuda di Dadaku yang terinspirasi dari Timnas Sepakbola yang sedang berlaga di Piala AFF. Garuda yang selama ini menghilang seakan lahir kembali. Semangat persaudaraan dan kesatuan yang selama ini memudar seakan dibangkitkan kembali lewat syair lagu tersebut dan hal ini memang sungguh baik. Begitu pula dengan Natal yang kita rayakan saat ini. Natal adalah kelahiran dan kehadiran Yesus di dunia untuk membawa pembaharuan bagi dunia ini menuju kepada keselamatan yang berdasarkan kasih. Kehadiran Yesus dalam hidup ini membawa terang bagi para bangsa. Maka sudah layak dan sepantasnya kalau kita datang kepada Sang Terang Sejati, agar berkenan tinggal di hati kita, tinggal di dada kita. Menyinari setiap langkah kita, supaya hidup kita selalu dibimbing oleh Sang Terang Sejati menuju kepada keselamatan abadi dengan hidup rukun penuh kasih, rela berbagi dan peduli terhadap yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir.

Sebelum berkat penutup Romo mengajak umat yang hadir untuk menyanyi­kan lagu yang sama dengan Garuda didadaku tapi syairnya diganti: Jesus Christ di dadaku, Jesus Christ kebanggaanku, kuakan selalu setia kepada-Mu….(BS)