Pelantikan Mgr. Pujasumarta sebagai Uskup Agung Semarang

IMG_0141Semarang (LENTERA) – Setelah mengalami kekosongan selama 1 tahun 3 bulan, akhirnya Keuskupan Agung Semarang kini telah memiliki Uskup Agung yang baru. Bapa Suci Paus Benediktus XVI telah menunjuk  Mgr Pujasumarta diangkat menjadi Uskup Agung Semarang pada tanggal 12 November 2010 lalu.

Hari Jumat (7/1) menjadi hari bersejarah bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang (KAS) karena pada hari tersebut Mgr Johannes Pujasumarta Pr dilantik menjadi Uskup Agung Semarang dalam Misa Agung yang dipimpin Kardinal Julius Darmaatmaja SJ yang didampingi Nuntius (Duta Besar Vatikan untuk Indonesia) Mgr Leopoldo Girelli dan Mgr Ig Suharyo bertempat di Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Katedral-Randusari Semarang, mulai pukul 10.00. Misa Pelantikan ini dihadiri oleh para uskup se-Indonesia, para imam se-Keuskupan Agung Semarang dan Keuskupan Bandung serta umat undangan wakil-wakil dari seluruh paroki, dan seluruh umat. Kardinal juga didampingi oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus D Situmorang OFMCap.

Lima belas menit sebelum Misa pelantikan, di ruang kapel pastoran katedral, Mgr Pujasumarta mengucapkan janji setia sebagai Uskup Agung Semarang, di hadapan Duta Besar Vatikan,  Mgr Leopoldo Girelli yang disaksikan oleh Mgr Suharyo Uskup Agung Jakarta. Janji setia ini hanya dihadiri oleh ketiga uskup ini saja.

Dalam perayaan ekaristi ini, upacara pelantikan diawali dengan diperlihatkannya Bulla atau Surat Keputusan pengangkatan Mgr Pujasumarta sebagai Uskup Agung Semarang. Bulla diperlihatkan oleh Duta Besar Vatikan,  Mgr Leopoldo Girelli. Pertama-tama kepada para uskup, selanjutnya kepada seluruh umat. Terakhir kepada Mgr Puja dan diserahkan kepadanya. Terjemahan Bulla dibacakan oleh Rm Pius Riana Prapdi. Usai dibacakan bulla ini sontak seluruh umat menyambutnya dengan tepuk tangan.

Upacara pelantikan dilanjutkan dengan penyerahan Tongkat Gembala Keuskupan Agung Semarang kepada uskup terpilih. Tongkat diserahkan oleh Bapa Kardinal kepada Mgr Puja di depan altar, supaya bisa disaksikan oleh seluruh hadirin. Inilah detik-detik bersejarah bagi keuskupan ini: tangan Mgr Puja menerima tongkat, simbol tahta pemerintahan gereja di Keuskupan Agung Semarang.

Dengan diterimanya tongkat tersebut Mgr Johannes Pujasumarta resmi menjadi Uskup Agung Semarang. Kemudian Mgr Puja berpindah tempat duduk ke Tahta Uskup yang didampingi oleh para uskup keuskupan sufragan dari provinsi gerejani Semarang, yaitu Mgr Vincentius Sutikno (Surabaya), Mgr Julianus Sunarka SJ (Purwokerto), dan Mgr Herman Yosef Pandoyo Putro OCarm (Malang).

Pada kesempatam itu, Ketua KWI, Mgr Situmorang mengatakan, “Keuskupan Agung Semarang merupakan keuskupan yang istimewa!” Pernyataan Uskup Padang ini sangatlah beralasan. Pertama, karena kaum awam di keuskupan ini sejak awal telah menjadi pencetus, penggerak, dan aktivis dari gerakan rohani, kemasyarakatan, serta kebangsaan. “Bahkan beberapa awam di sini telah diangkat menjadi pahlawan nasional,” tuturnya. Mgr Situmorang menambahkan, bahwa kaum rohaniwan dari keuskupan ini telah banyak tersebar di berbagai keuskupan, termasuk luar negeri. Keistimewaan ketiga, yaitu banyak sekali ordo atau kongregasi tumbuh subur di keuskupan ini. Dan keistimewaan terakhir adalah dengan dilantiknya uskup dari Bandung  menjadi uskup Keuskupan Agung Semarang. “Hal ini sulit dimengerti,” ungkapnya.

Dalam sambutan sebelum misa ditutup, Bapa Kardinal  juga menambahkan pernyataan Mgr Situmorang mengenai keistimewaan Semarang. “Keuskupan Agung Semarang telah menjadi ikon bagi peran Kristus sebagai gembala, pengajar, dan pengudus.

Seluruh rangkaian perayaan ini ditutup dengan berkat meriah oleh Mgr Puja. Awalnya berkat disampaikan di depan Altar, selanjutnya beliau turun langsung memberi berkat kepada umat baik kepada umat di dalam gereja, kemudian keluar di depan pintu gerbang gereja untuk memberikan berkat kepada umat yang ada di luar Gereja Katedral. Dalam misa tersebut dibawakan lagu duc in altum yang diambil dari Injil Matius dan juga semboyan Mgr Pujasumarta dalam menjalankan karya penggembalaan yang artinya ’’bertolaklah ke tempat yang lebih dalam’’.

Sehari sebelumnya Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang, Romo Pius Riana Prapdi, Kamis (6/1) mengatakan bahwa pelantikan Uskup Agung Semarang ini merupakan peristiwa bersejarah bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang, karena baru kali pertama terjadi pengisian kekosongan tahta keuskupan dengan cara instalasi (penempatan-red). ’’Kalau tiga uskup sebelumnya dilakukan dengan tahbisan karena yang diangkat mulanya dari imam terus menjadi uskup,’’ kata Romo Prapdi yang didampingi Komunikasi Sosial KAS, Romo Agung di Pastoral Keuskupan Agung Semarang.
Mgr Pujasumarta merupakan putra ketiga dari 9 bersaudara pasangan Hubertus Soekarto Pudjasumarto (alm) dan Agnes Soekarti Pudjosumarto (alm) yang ditahbiskan menjadi imam pada 25 Januari 1977 di Seminari Tinggi St Paulus.
Kakak kandung dari Romo Ismartono SJ kelahiran Surakarta, 27 Desember 1947, yang memiliki nama lengkap Johannes Maria Trilaksyanto Pujasumarta ini ditahbiskan menjadi Uskup Bandung pada 16 Juli 2008. Dan kini beliau telah dilantik menjadi Uskup Agung Semarang tgl 7 Januari 2010. (dn)

Mewakili umat Paroki Sragen, kami mengucapkan Profisiat atas pelantikan Mgr. Pujasumarta menjadi Uskup Agung Semarang. Tuhan Memberkati.