Misa Imlek 2562 Paroki Sragen

imlekParoki Sragen (LENTERA) – Untuk yang ke-4 kalinya Gereja Katolik Sragen merayakan Ekaristi Imlek. Minggu (06/02) Umat berduyun-duyun datang ke Gereja Paroki sragen dengan mayoritas memakai baju merah untuk mengikuti Misa Imlek yang dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr-sebagai tanda syukur atas kelimpahan yang telah Tuhan anugrahkan sepanjang tahun 2010 lalu. Seperti yang telah kita ketahui Tahun Baru Imlek dirayakan sebagai simbol ungkapan syukur. Di negara asalnya yaitu Cina, Imlek sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu; merupakan tradisi para petani akan datangnya musim semi, musim tanam yang baru. Bergantinya musim ini kemudian dirayakan dengan meriah sebagai representasi akan pengharapan datangnya hal-hal yang baik.

Dalam homilinya Romo Issri menjelaskan bahwa tahun 2011 ini kita memasuki tahun dengan lambang shio kelinci menurut penanggalan Cina. Sesuai karakternya, kelinci adalah hewan yang cinta damai, tenang dan cekatan. Tentunya hal ini jadi pengharapan yang baik untuk kita semua sebagai umat ciptaanNya agar semakin hidup rukun dan damai seperti karakteristik kelinci. Dalam kesempatan ini pula rama berbicara mengenai Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2011-2015 (Ardas KAS) yang memfokuskan akan keterlibatan awam sebagai anggota Gereja. Hendaknya kaum awam sebagai umat Allah semakin berkembang, mampu berperan untuk memberdayakan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Maka sesuai dengan tema misa “Menjadi Garam dan Terang Masyarakat”, rama menegaskan harapan Gereja agar anggota jemaatnya mampu menjadi pribadi-pribadi yang menggarami dan menerangi sesama serta alam ciptaanNya.

Meski misa kali ini dilaksanakan dengan sederhana, tetapi seperti sudah menjadi tradisi misa Imlek di Gereja Paroki Sragen, anak-anak saat pemberkatan dibagikan angpao. Angpao sendiri merupaka lambang berkat dan doa. Tidak kurang dari 350 amplop habis dibagikan. Sungguh luar biasa berkat kasihNya karena begitu banyak pihak yang telah merelakan waktu, tenaga, pikiran dan materi demi berlangsungnya misa sehingga bisa berjalan dengan lancar dan meriah.

Dengan semangat pengharapan akan terjadinya hal-hal baik dalam tradisi Imlek, maka layaklah jika ucapan-ucapan khas Imlek ini selalu terdengar karena berisi doa dan pengharapan bagi kehidupan kita semua. Xin Nian Kuai Le (semoga tahun baru membawa banyak kebahagiaan), Xen Ti Jian Kang (semoga kita diberkahi dengan rahmat kesehatan, Wan Shi Ru Yi (semoga segala persoalan dan hambatan dapat dilalu dengan lancar), Gong Xi Fa Cai (semoga tahun yang baru memberikan banyak rejeki). Selamat Tahun Baru Imlek 2562. Berkah dalem… (Ellen andaka)