Everyday Is Valentine: To Love (Sebuah Pemaknaan di Hari Kasih Sayang)

Oleh: Rm. CT.  Wahyono Djati Nugroho, Pr

Dan bila aku berdiri…tegar..

sampai hari ini Bukan karena kuat dan hebatku…semua karena cinta

Ada apa dengan cinta?

imagesSebuah cuplikan ungkapan hati seperti di yang tertulis di atas tadi, mengingatkan kita semua akan dahsyat­nya CINTA di atas segala-galanya. Menjawab soal di atas, yang pasti cinta menjadi dasar untuk melakukan aktivitas hidup keseharian kita. Manusia yang dicipta karena cinta tak dapat hidup tanpa cinta. Entah ia mencintai Allah atau mencintai dirinya sendiri dan dunianya. Bahkan seperti ungkapan hati di atas, ketegaran hidup sampai hari ini senantiasa bukan karena kuat dan hebatku, melainkan karena daya cinta yang ada padaku berasal dari Sang sumber cinta itu sendiri.

Antara Cinta dan Valentine’s Day

Sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan menjadi tradisi bahwa setiap tanggal 14 Februari menjadi hari untuk mengungkapkan kasih sayang di antara kita; Valentine’s Day. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Baiklah kita lihat dulu asal-usul perayaaan Valentine itu.

Valentine adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.

Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pem­berontakan rakyat sipilnya. Wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang dianggap masih mampu bertempur, sebagi tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang Kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan bahkan sampai menikah.

Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai hati. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewi Romawi. Maka dia dijatuhi hukuman mati.

Sebuah pengorbanan yang harus dilakukan oleh Valentine demi kelangsungan dan bahkan kebahagiaan kaum pria waktu itu untuk memasuki hidup dalam sebuah ikatan guna mewujud­kan CINTA dan KASIH SAYANG di antara mereka

Makna sebuah ikatan kasih sayang

Belajar dari pengalaman Valentine yang rela berkorban sebagai martir, demi kebahagiaan orang lain. Di dalam sebuah penjara yang menyakitkan pun beliau masih bisa berbuat bagi orang lain. Hari kasih sayang menjadi momen yang tepat untuk mewujudkan sesuatu yang baik di antara kita, sebagaimna halnya telah dicanangkan dalam pesta emas Paroki kita. Gembira, peduli dan terlibat untuk berbagi….

Dan wujud dari gembira, peduli dan berbagi, itu bisa kita lakukan setiap saat, di mana pun dan dalam situasi apapun. Semoga dapat kita wujudkan sebuah ungkapan; Every day is valentine: to share, to love, to care, to save to take and give, to … and above all. Happy Valentine special for you . . .

Bumi Sukowati, Februari 2011

Teriring Salam & Doa