Hidup Dalam Kasih

Oleh: V. Sri Murdowo

Kebahagiaan hidup akan terasa lengkap jika kita sudah bisa membahagiakan orang lain dan berbagi kasih dengan tulus hati !”

women-smiling_~vl0014b017Ibu-ibu serta sahabat wanita yang berbahagia……..Bagaimana kabar anda hari ini? Meski cuaca terasa kurang bersahabat, namun kiranya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukan aktivitas apapun. Hidup ini terus dan terus berjalan, maka apapun yang terjadi, seharusnya kita tetap optimis, memacu semangat dan percaya diri, bahwa tujuan hidup adalah mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya, sesuai dengan kemampuan diri kita masing-masing.

Nah…..ada cerita lucu, tentu para pembaca ingin tahu kan? Konon di sebuah perumahan (sebut saja Real Estate) di pinggiran kota Jakarta, hiduplah sebuah komunitas kelas menengah yang rata-rata penghuninya (para istri) adalah orang-orang yang memiliki hobby yang sama yaitu mengintip ! Aduh…kok bisa ya?

Bu Mawar, bu Menur atau bu Lely, sepulang kerja dari kantor, selepas mengantar anak sekolah atau sepulang dari supermarket/supermall selalu tak lupa menyempatkan diri untuk berdiri di balik jendela, membuka tirai gorden dan mengintip!

Dengan sikap hati-hati disertai rasa penasaran yang begitu besar, mereka diam-diam mengintip dan memperhatikan orang-orang yang lewat, tetangga di depan atau di samping rumah, kendaraan yang berseliweran bahkan dengan serius mencermati setiap detail perubahan yang ada di sekitarnya. Misalnya, kemarin tetangga sebelah hanya punya satu motor kok hari ini sudah ada mobil baru. Beberapa saat yang lalu tetangga baru sudah bisa memiliki peralatan rumah tangga, kebunnya dihias dengan tanaman yang bagus dan indah-indah, lalu anak-anak mereka berpenampilan modis dan bla..bla…bla..!

Para ibu yang dikasihi Kristus………

Bagaimana komentar anda melihat kejadian di atas? Ada yang lucu atau malah bingung tak tahu apa maksud mereka? Yang jelas dan kalau kita mau berkata jujur, setiap orang (termasuk kaum hawa) cenderung memiliki sifat tidak puas atau belum puas dengan apa yang kita miliki. Ibarat kata pepatah ”Rumput di rumah tetangga akan tampak lebih indah daripada yang ada di kebun kita.” Kesuksesan orang lain kadang bisa menjadi pemicu agar kita semakin bekerja keras, namun ada juga yang berpendapat bahwa hal tersebut akan mendorong kita berbuat sesuatu, demi prestise dan harga diri, kalau perlu dengan menempuh jalan pintas !

Maka kembali kepada jati diri kita, terlebih kita yang sudah mengenal dan mengimani kristus, adalah suatu tantangan untuk bisa memaknaki hidup ini dengan sikap “Saling mengasihi, mengampuni dan meneguhkan.”

Kita harus bersyukur dengan segala yang telah Tuhan berikan, baik itu berupa kesehatan, kekayaan, sahabat, kepandaian, kesuksesan atau apapun yang sudah kita miliki. Orang lain adalah sesama yang harus kita terima dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Mereka punya cara hidup dan ciri khas masing-masing yang perlu dihargai dan dihormati. Terlebih bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung, sudah sepantasnya kita ikut berbela rasa, berbagi dan peduli dengan memberikan sebagian dari milik kita.

Memang tak perlu dipublikasikan atau dipamerkan disana-sini, namun sejauh disana, Tuhan tahu apa yang menjadi niat dan kesungguhan kita. Jadi berbahagialah kita yang terlahir sebagai wanita atau ibu daripada sibuk intip sana-intip sini ! Lebih baik dan bijaksana kalau kita mau mengintip keberadaan diri kita masing-masing. Pertanyaannya: Sudahkah kita menjadi diri sendiri? Menjadi orang yang memiliki rasa kasih, kepekaan sosial, rasa solidaritas, sikap menyayangi, mau mendengar dan besar hati, menerima kritikan atau masukan, mau berkorban, dan mencintai sampai merasa sakit? Semoga !

HAPPY VALENTINE..

KASIH TUHAN SELALU BESERTA KITA !!