Guru Agama Katolik: Ujung Tombak Gereja

Foto0284_resizeParoki Sragen (LENTERA) – Pertemuan Guru-guru Agama Katolik & Katekis tidak hanya membicarakan masalah sertifikasi saja, tetapi juga terkait dengan tugas pelayanan gereja, misalnya tentang Nota Pastoral & Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2011 – 2015, demikian diungkapkan Bp. AY. Djoko Darmono, Ketua Bidang II Dewan Paroki Sragen saat Pertemuan Guru-Guru agama Katolik dan Katekis se-Kabupaten Sragen, Minggu (13/02).

Sedangkan, Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr  menandaskan bahwa guru-guru agama Katolik & Katekis sangat diharapkan bisa berkumpul seperti ini. Pastor sebagai pembantu para uskup dalam tugas kenabian yaitu tugas mengajar dan Guru agama Katolik serta Katekis merupakan kepanjangan tangan Pastor. Diharapkan Guru Agama Katolik  selain mengajar di sekolah juga memberikan pelayanan di lingkungan/wilayah/paroki sehingga mereka pantas disebut sebagai ujung tombak gereja. Ditambahkan pula tentang tugas pokok Gereja oleh para klerus dan awam. Tugas oleh para Klerus adalah seputar sakramen, sedangkan para awam menyucikan dunia dengan teladan hidup sehari-hari sebagai umat.

Pada saat itu juga diagendakan untuk Program Kerja Dewan Paroki 2011 Pertemuan guru-guru agama Katolik & Katekis setiap 2 bulan sekali. Romo Issri mengucapkan terima kasih, atas pelayanan yang diberikan para guru agama Katolik dan Katekis dan mengharapkan mereka mampu mensosialisasikan tentang Nota Pastoral & ARDAS KAS 2011 – 2015 kepada anak didik di sekolah maupun di lingkungan/wilayah masing-masing. Karena Romo tidak mungkin bisa menyampaikan sendiri kepada seluruh umat tanpa bantuan Guru Agama, Katekis, Prodikaon, dan kelompok-kelompok kategorial yang lain. Banyak hal yang telah disampaikan Romo mengenai Nota pastoral & ARDAS KAS 2011 – 2015 sampai selesai.

Sementara dari Bimas Surakarta, Bp. Paulinas Sulardi yang juga Tim Kerja Pendidikan Dewan Paroki Sragen menyampaikan tentang seputar arti pendidikan dan tugas pendidikan. Semua yang hadir merasa terketuk hatinya dan merasa tersanjung, sehingga tidak ada yang mengantuk saat materi disampaikn, bahkan sempat tertawa ger-geran. Sebelum ditutup, Ibu Rosalia S, SAg selaku pembawa acara membuat rangkungman dan  kesimpulan pembicaraan mulai awal sampai akhir..(RSG)